Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuhu.
Oh yah, da Sutan tolong semua pertanyaan sebelum ini
dr sebelum atau saat Ramadhan dikumpulkan biar saya
sekaligus menjawabnya, waktu saya sangat sempit
masalahnya, mana lagi dimilist yang baru berapa hari
ini mengundang saya terjadi perdebatan lumayan hebat,
pada akhirnya keluar dengan sendirinya yang "ingkar
sunnah tersebut dari milist tersebut". yah sudah
selesai urusannya.
Hehehe....saya heran, dimana letak salahnya? Tidak
akan mungkin dhamir " Ka " " Ki " akan berubah tempat.
"Ka" tetap untuk kamu lelaki satu orang. "Ki" untuk
perempuan satu orang. Akhirnya saya coba buka buku
pegangannya, baru saya faham dimana letak kesalahan
dan kebingunan da Sutan beserta netter lainnya.
Kekeliruan itu terletak pada belum memahami maksud
dari perintah diatas. Bukankah perintah diatas
dikatakan " ma'a taghyiir" ( Sekaligus merubah". Coba
perhatikan sekali lagi, baik-baik baca perintahnya,
kalau ngak faham baru silahkan tanya saya.
Dan saya mohon maaf sebesarnya, karena hari terakhir
ini saya benar-benar sangat sibuk(hehehe..kayaknya
sang guru sibuk melulu deh,). Tetapi itu kenyataan,
saya ngak berdusta. Sehabis lebaran yang sudah saya
ceritakan kesibukan saya, ada lagi Indonesian Days
selama dua hari 19-20 Nofember besok ini dan persiapan
untuk dua hari itu berminggu lamanya. Sudah pasti saya
sangat-sangat sibuk sekali.
Mudah-mudahan yang akan datang " surat pengunduran
diri saya untuk tidak menjadi pengurus di dharmawanita
" bisa diterima. Saya sudah capek sekali rasanya sibuk
kayak beginian. Ingin istirahat juga sebenarnya. Saya
sering sakit juga karena kecapean begitu.
Alasan yang tepat adalah saya pulang ke Indonesia,
lama di Indonesia, otomatis lepas jadi pengurus.
Dan saya mohon maaf, sebenarnya ada pelajaran baru
yang saya berikan. Hanya saja malam ini sampai berapa
hari ini, saya harus menyiapkan berbagai laporan
kegiatan.
Semoga dimaklumi.
Wassalamualaikum. Rahima.
--- Sutan Sinaro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Wa'alaikum salam.w.w.
>
> Memang ini menjadi pertanyaan bagi saya sendiri,
> akh
> Indra.
> Kalau kita lihat dalam buku, untuk 'ummii yang
> meskipun
> perempuan tetapi diberi kata ganti kepunyaan "ka".
>
> Nah apakah ini berarti suatu pengecualian atau
> bagaimana,
> mari kita tunggu penjelasan bu guru. Kesimpulan saya
> sementara
> saat ini adalah, bahwa untuk orang yang dihormati
> seperti
> ibu, bibi, nenek, guru perempuan dsb, tetap memakai
> "ka" dibelakangnya.
> "Assalamu 'alaika yaa ummi"
> "Aina baituka yaa ustaadzatii ?"
> "A-Haadza qalamuki yaa aminah ?"
> (Aminah ini seperti kawan atau saudara).
> Tapi ini baru kesimpulan sementara, mari kita tunggu
> bu guru.
>
> Wassalam
>
> St. Sinaro
>
> --- Indra Setiawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > Assalamu'alaikum wr wb
> >
> > Maaf juga nih, kalo saya baru terpacu kalo ada
> yang
> > lain yang memulai. Jadi mau menanggapi beberapa
> hal
> > lagi nih.
> >
> >
> > --- Sutan Sinaro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > > 2. "aina baituka yaa ustaadzii ?,...aina baituka
> > yaa
> > > ustaadzati ?"
> >
> > mungkin akh sutan salah lihat, tapi mestinya
> dibaca
> > "aina baituki yaa ustaadzati?"
> >
> > > Dimana rumahmu wahai pak guru ?, dimana
> rumahmu
> > > wahai bu guru ?
> > > 3. "a-Haadza daftaru laka yaa 'alii ? ..
> A-Haadza
> > > daftaru laki yaa faathimah ?
> > > Apakah ini bukumu wahai Ali ?.. Apakah ini
> > bukumu
> > > wahai Fatimah ?
> > > 4. "min aina anta yaa akhii ?.. min aina anti
> yaa
> > > ukhtii ?"
> > > Darimanakah engkau wahai saudaraku ..
> > > Darimanakah
> > > engkau wahai saudara perempuanku
> > > 5. "aina abuuka yaa khaalid ?.. aina abuuki yaa
> > > khadiijah ?"
> > > Dimana ayahmu wahai Khalid ?... Dimana ayahmu
> > > wahai
> > > Khadijah ?
> > > 6. "a-anta mariidhun yaa khaalii ? ... a-anta
> > > mariidhun yaa khaalatii ?"
> > > Apakah engkau sakit wahai pamanku ?, Apakah
> > > engkau
> > > sakit wahai bibiku ?
> > > 7. "aina baituka yaa 'ammii ?.. aina baituka yaa
> > > 'ammatii ?"
> >
> > ini juga sama "baituki". Oh ya, arti khaalii
> dengan
> > 'ammii itu memang sama ya?
> >
> > > Dimanakah rumahmu wahai pamanku ?, dimanakah
> > > rumahmu wahai bibiku ?
> > > 8. "a-laka akhun yaa haamid ? a-laki akhun yaa
> > > su'aad"
> > > Apakah engkau mempunyai saudara wahai Hamid ?
>
> > > apakah engkau mempunyai saudara wahai Su'ad ?
> > > 9. "maa dzaa 'indaka yaa akhii ?. maa dzaa
> 'indaki
> > > yaa
> > > ukhtii ?"
> > > Apa yang engkau punyai wahai saudaraku ?,..
> apa
> > > yang engkau punyai wahai saudara perempuanku ?
> >
> > kalo ini sepertinya artinya yang lebih tepat
> "Apakah
> > ini milikmu wahai saudaraku?"
> >
> > Segitu aja sih, anyway, makasih nih buat akh sutan
> > karena udah memulai lagi pelajaran kita.
> > Mudah-mudahan
> > bu guru kita cepat kembali.
> >
> > Wassalamu'alaikum wr wb
> >
> > > 10. "assalaamu 'alaika yaa abii ... assalaamu
> > > 'alaika
> > > yaa ummii"
> > > Keselamatan bagimu wahai ayahku ...
> keselamatan
> > > bagimu wahai ibuku
> > >
> > > .... nanti kita sambung ke halaman 66
> > >
> > > Wassalam
> > >
> > > St. Sinaro
> > >
Wassalam. Rahima.
-- Sutan Sinaro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum.w.w.
>
> Maaf, ikhwan dan ukhti sekalian, saya terlalu lama
> cuti raya nya, keenakan di kampung. Di sana ndak
> sempat buka-buka e-mail.
> Mari kita lanjutkan sedikit dulu latihan-latihan
>
__________________________________
Start your day with Yahoo! - Make it your home page!
http://www.yahoo.com/r/hs
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________