Polisi Inggris Tolak Kebijakan Tutup Mesjid-Mesjid Hanya Berdasarkan
Kecurigaan
02/12/2005 10:48 WIB

Beckley:"Tindakan menutup mesjid hanya berdasarkan kecurigaan akan 
dinilai sebagai serangan terhadap Islam."

eramuslim - Kepolisian Inggris menyatakan ketidaksetujuannya jika 
masjid-masjid yang dicurigai telah mendorong munculnya ekstrimisme 
ditutup. Harian Inggrsi The Guardian mengutip Association of Chief 
Police Officers menyebutkan, aparat kepolisian lebih suka untuk 
melakukan penyelidikan atas kecurigaan tersebut dibandingkan harus 
menutup masjid-masjid dan justru akan memicu terbentuknya 
kelompok-kelompok 'fanatik' yang melakukan aktivitasnya di bawah tanah.

"Jika kita mencurigai ada kegiatan ekstrimis yang mengarah pada 
penyebaran ajaran terorisme di sebuah masjid, kami tidak akan menutup 
masjid. Kami akan menyelidiki apa sebenarnya apa yang terjadi," kata 
Asisten Kepala Polisi, Rob Beckley.

"Apa yang akan kita lakukan adalah mengindentifikasi mereka yang mungkin 
ingin melakukan aksi terorisme dan mencegahnya. Kita tidak akan serta 
merta menutup tempat itu," jelasnya lagi.

Pada The Guardian Beckley juga menyatakan bahwa menutup masjid-masjid 
bisa dipandang sebagai serangan terhadap Islam.

Tim penasehat pemerintah dari kalangan pemuka Islam yang dibentuk 
setelah peristiwa serangan bom 7 Juli lalu juga sudah menyampaikan 
kritikan atas rencana pemerintah Inggris yang akan memberi keleluasaan 
pada aparat kepolisian untuk menutup masjid-masjid yang pemanfaatannya 
dicurigai sudah disalahgunakan.

Isu ini mencuat seiring dengan diajukannya undang-undang anti teror. 
Selain akan memberikan kewenangan yang luas bagi aparat polisi dalam 
menangani masalah terorisme, PM Inggris Tony Blair juga menyatakan akan 
melarang dua organisasi Islam yang dianggap radikal yaitu Hizbut Tahrir 
dan al-Muhajiroun.

Oleh kelompok-kelompok kerja Muslim, kebijakan itu dikritik karena hanya 
akan membuat mereka melakukan 'gerakan bawah tanah' yang akan 
menimbulkan persoalan besar di kemudian hari.

Beckley juga menolak rencana kebijakan untuk melarang dua organisasi 
Islam tersebut. Dalam sebuah acara di Radio BBC ia mengatakan,"Hizbut 
Tahrir menyatakan diri mereka anti kekerasan. Apa yang perlu kita 
lakukan adalah mengamati bukan serta merta melarang mereka hanya karena 
ada sebagian orang yang radikal di organisasi itu ....yang mungkin ingin 
melakukan tindakan yang bertentangan."

"Apa yang tidak ingin kita lakukan adalah memicu munculnya ektrimisme 
dan radikalisme. Sepanjang tidak ada pelanggaran, kami tidak ingin 
membuat mereka bergerak dibawah tanah," tegas Beckley lagi. (ln/iol)
-- 


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke