Assalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakaatuhu.

Untuk lanjutan tulisan ini, silahkan pembaca membaca
langsung yang sudah diterjemahkan, tersebar luas di
Indonesia.


Laa tahzan (5) 'Al 'Aud Minallaahi, gantinya dari
Allah.

Janganlah sekali-kali kita berpandangan negatif
terhadap ketentuan Allah. Karena Allah selalu dalam
persangkaan hambaNya. Apa yang menimpa kita dari suatu
musibah berarti itulahnyang terbaik bagi kita
diberikan oleh Allah.

Bila kita berprasangka baik, maka Allah akan
menggantikan yang lebih baik lagi dari itu." Barang
siapa yang aku ambil kekasihnya, istri, suami,
keluarga dan orang-orang yang dicintainya, kemudian ia
bersabar dan (selalu berprasangka baik, tidak menambah
musibah atas musibah lainnya dengan mencela, dan
sebagainya itu dengan mengatakan ini murka Allah,
ketahuilah rahmat Allah lebih luas dari murkaNya, kita
hanya bisa mengambil hikmah dari segala kejadian,
bukan menghukum dan mempertanyakan perbuatan Allah,
karena Allah berfirman Perbuatannya tidak ditanya),
maka Allah akan menggantikan syurga padanya. ".

Selalu membaca dan mengingat masa lalu (dengan tidak
mengambil hikmahnya,cuman sekedar selalu mengingat,dan
selalu merenung yang telah berlalu aja), sungguh
membuang-buang waktu. Bukankah Allah sudah berfirman :
" Tilka ummatun qad khalat", itulah perbuatan ummat
yang terdahulu dan semua itu telah berlalu, telah
diangkat qalam, kering pena ".

Sesungguhnya orang yang selalu mengingat masa lalunya,
seperti orang yang membuat tepung, padahal ia asalnya
memang tepung. Yang mati takkan mungkin keluar dari
kubur mereka.(kecuali kelak diakhirat) 

Manusia itu tidak berjalan melangkah kebelakang,
tetapi selalu kedepan, angin bertiup kearah depan,
begitupun air mengalir.

Maka jangan bersedih dengan musibah yang menimpa kita,
karena kalau kita sabar maka Allah akan menggantikan
syurga balasannya. Allah berfirman : " Keselamatan
atas kamu dengan kesabaran kamu itu, ".  

Sesungguhnya umur dunia ini pendek, gudangnya kehinaan
(bila tak pandai-pandai mempergunakan gudang
tersebut). Akhirat itu jauh lebih baik dan lebih
kekal. Maka beruntunglah orang yang mati syahid ,
karena syurga telah menantinya. Merugilah mereka yang
tak mempergunakan waktunya semasa hidupnya, karena
ajal tiba-tiba datang tanpa disadari. Allah berfirman
: " Telah datang ketetapan kami siang ataupun malam ".
Azab Allah itu bisa datangnya malam, bisa datangnya
siang, bisa datangnya waktu pagi hari atau subuh, atau
waktu dhuha, karena Allah banyak ayat menyebutkan
berbagai waktu.

Wahai orang-orang yang ditimpa musibah, apa yang telah
hilang pada dasarnya kamulah yang beruntung. " Maka
diadakan diantara mereka (orang-orang munafik itu)
dinding yang mempunyai pintu.atau suatu pagar, yang
mana tampak dari dalamnya rahmat, sementara kelihatan
dari luarnya berupa azab  atau siksa ( Q. AlHadid 13".

Dan jangan kita mengira dari luarnya negeri yang tak
tertimpa musibah, merupakan kesenangan. Bukankah Allah
berfirman : " Janganlah sekali-kali kamu terpedaya
dengan kebebasan orang-orang kafir bergerak bebas
dalam negeri, itu hanyalah kesenangan sementara ,
tempat tinggal mereka adalah neraka jahannam ".(Q.S.
Al Imran).

 Jadi tak selamanya suatu negeri yang mana Allah
timpakan musibah, lantas itu merupakan azab,atau
sebaliknya tak selamanya suatu negeri yang Allah
limpahkan padanya kemajuan dan kesenangan, lantas itu
merupakan rahmat Allah selamanya. Tidak..Allah menguji
manusia dalam dua bentuk kesenangan dan musibah. Tidak
senang saja, tidak juga musibah saja. Yang senang
apakah ia bersyukur atau malah kufur nikmat, yang
tertimpa musibah apakah ia bersabar atau bahkan malah
mencela qadha dan qadar Allah yang telah ditentukan
itu ? Inilah ia hikmah nya bagi manusia yang hidup,
mengambil ibrah dari segala kejadian. 

Jangan kita menduga bahwa suatu negeri yang maju hidup
makmur, mereka aman dari siksa Allah. Terkadang Allah
melambatkan siksanya sampai hari akhir kelak,
membiarkan mereka terumbang ambing dan selalu dalam
perasaan telah selamat dan kesenangan sementara.
Tidak..kalau Allah sayang akan seseorang, Allah akan
mencoba kaum itu dengan berbagai musibah. Lihatlah
para nabi-nabi terdahulu adakah yang bebas dari
musibah?.

Letakkanlah tepung pada madu, dan jangan kau pecahkan
rasa cuka itu.

Kelemah lembutan, prasangka baik, adalah hiasan diri.
Dan apa-apa yang telah dicabut dari segala sesuatu
selain merupakan memang sudah begitu keadaannya.
Lembut dalam bertutur kata, tegas dalam berpsinsip
(istiqamah), tak gampang terombang-ambing,, inilah
hiasan yang selalu dipakai oleh orang-orang yang
bahagia hatinya,tenang jiwanya, inilah sifat seorang
mukmin, seperti lebah yang selalu menghisap yang manis
(selalu berprasangka baik), membuat yang
baik,(menghasilkan madu), dan apabila ia jatuh keatas
bunga, sang kuntum bunga tak pecah atau terbelah.
Karena Allah selalu memberikan kebaikan dan kelembutan
pada orang-orang yang berhati emas, berhati baik, yang
tidak diberikan pada mereka yang berhati kasar dan
berhati baja, apalagi batu karang.

(banyak dikutip dan diterjemahkan dari buku laa tahzan
karangan Dr. A'id qarni).

Wassalam. Rahima.Sikumbang Sarmadi. Kairo




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke