Assalaamu'alaikum W W.

Kalau kita sebagai orang kecil mengusulkan kepada seorang gubernur untuk
menanam jagung mungkin beliau akan menjawab, jagung? Kalau itu, inyiek waang
lah tahu kasodo alahe baa mananam jaguang.

Saya kutip lagi kalimat pak Ridwan, untuk lengkapnya seperti dibawah. Memang
biasanya kalau mambawa ide, selalu dipatahkan dengan kata pemungkas begitu.
Sebab orang kita memang tidak terbiasa untuk mendengarkan orang. Apalagi
yang berbicara orang kecil, malah orang rantau juga berpengalaman sama. A lo
katantu dino, ano kan alah lamo indak dikampuang. Atau, oh kalau baitu kami
pandai lo tu, kaa bana urang jauah. Pada hal mereka tidak pernah
menjalankannya, malah memikirkannya pun nggak pernah.

Berbicara tentang produk unggulan, ini memang orang ekonomi atau orang
berbisnis yang sangat menekankan untuk dilakukan. Kan indak bisa kamari
dikaca sajo. Core Biz harus jelas dan mau tidak mau harus habis-habisan
memperjuangkannya. Kalau yang terbiasa di birokrat, biasanya terbisa dengan
bervisi dengan kalimat muluk yang ngambang, karet, elastis. Sehingga bisa
dipelintir menurut kemauan dan kebutuhan. Jadinya hasilnya tidak maksimal.
Malah ciek juo indak jalan. Bekas pebisnis bisa mengangkat PAD Tanah Datar
800% selama 5 tahun.

Ba lagu e jo. Ajo Duta (jan dituka a jo o .... hm hm hm, yo jo) alah
berhasil manggalah makanan awak di Amrik. Kini harus diabaia kontan jo. Apo
nan dari Amrik nan bisa dirancakkan disiko, eh digaleh disiko? Bia nak jadi
galeh ciek-ciek. Atau nan diproduksi dikampuang nan bisa dijojokan disitu.
Jan sampai urang rantau hanyo tukang wacana sajo yo jo?

Wassalaamu'alaikum W W.
Darul Makmur

----- Original Message -----
From: "dutamardin umar" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
"ben Mckosky" <[EMAIL PROTECTED]>; "Boes Roestam" <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "rantaunet" <[email protected]>
Sent: Sunday, December 11, 2005 6:11 AM


Assalaamu'alaikum sanak ambo,

  Peran perantau Minang salamoko kebanyakan hanya sebatas wacana
  sajo. Lihatlah Gebu Minang yang dicanangkan oleh Soeharto, tidak ada
  kegiatannya yang signifikan untuk Sumbar. Lihat pula Rantaunet Foundation,
  nan dicetuskan oleh rang rantau di mancanegara,
  alah hampia 20 tahun usianyo alun juo punyo "BH". Kemudian urang
  sumando di Washington, DC (Dubes Dorodjatun) tak namuah ketinggalan
  ingin berbuat sesuatu untuak nagari dengan membuat MinangUSA Foundation,
  podo wae indak ado gawenyo. Untuak dusanak nan ado di Amerika, marilah
  kito inokkan sabanta hati dan fikiran kito. Sabanyo banyak nan bisa kito
buek
  untuak nagari kito dengan memanfaatkan sumber daya nan ado di Amerika.
  Baa tu sanak?

  Caliek dibawah berita tentang mubes Gebu Minang di Sawahlunto

  Wassalam/
  Dutamardin Umar

----- Original Message -----
From: "Ridwan M. Risan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[email protected]>


Wa'alaikum salam wr wb.
Dear Mak Kalek,

Sungguh beruntung rakyat Jembrana yang memiliki Bupati yang care dan commit
untuk mengurangi kesulitan rakyatnya. Satu lagi yang sepertinya melakukan
kepedulian dan commit untuk membangun daerahnya adalah Gub Gorontalo. Beliau
begitu care dan commit untuk memikirkan "terobosan" apa yang harus dilkukan
untuk memacu ekonomi daerahnya.

Sang Gubernur dalam satu kesempatan berkunjung kesebuah provinsi di China
terkagum-kagum oleh keberhasilan mereka memajukan ekonominya dengan hanya
fokus pada produk jagung. Jagung, begitu sederhananya produk tersebut. Kalau
kita sebagai orang kecil mengusulkan kepada seorang gubernur untuk menanam
jagung mungkin beliau akan menjawab, jagung? Kalau itu, inyiek waang lah
tahu kasodo alahe baa mananam jaguang.

Setelah lima tahun sang Gubernur menfokuskan perhatian untuk benar-benar
"thorough" dalam menggenjot ekonomi melalui jagung hasilnya sangat luar
biasa. Tidak hanya sektor pertanian saja yang terangkat, tetapi sektor
perikanan, perdagangan, industri pengolahan tepung jagung, industri kecil
lainnya ikut meningkat pertumbuhannya. Untuk menjamin harga jual petani pada
saat panen - yang biasa sulit dikendalikan pemerintah daerah, Pemda
membangun BUMD yang bertugas membeli jagung seandainya terjadi praktik pasar
berada di bawah harga ketetapan. Tapi hal itu tak pernah terjadi, dan BUMD
yang mempunyai fasilitas gudang, corn dryer dan dikelola secara profesional,
bersaing secara sehat dengan pelaku swasta sejenis.

Industri pakan ternak di Jawa Timur, Banten dan Jawa Barat semakin intensif
minta kiriman jagung dari Gorontalo, apalagi harga jagung di pasar
internasional dalam beberapa tahun terakhir ini stabil tinggi. Dalam kurun
itu berlangsung beberapa kali pengiriman jagung ke Philipina dan Malaysia.
Sementara pabrik pakan ternak yang di Makassar mulai mengayunkan langkah
menjalin kerjasama dengan pelaku bisnis perunggasan Gorontalo. Limbah batang
jagung yang melimpah, merangsang tumbuh dan berkembangnya ternak ruminansia
seperti sapi dan kerbau. Populasi sapi Gorontalo terus meningkat setiap
tahun dan mampu memasok kebutuhan sapi provinsi sekitar.

Mekanisasi pertanian - baik yang dibawa investor maupun kreasi
bengkel-bengkel lokal - bermunculan. Pelabuhan didalamkan, jasa angkutan
darat dan lautan tergerakkan. Untuk setiap kepala sapi yang keluar dikenai
retribusi Rp 50.000  dan tiga tahun terakhir ini pengeluaran sapi dari
Gorontalo berkisar antara 8.000 - 12.000 ekor per tahunnya. Bisa dihitung,
Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sapi saja mencapai Rp 400 juta - 600 juta
per tahun. Tapi, hebatnya jagung yang keluar tidak dipungut, karena ia
adalah motor penggerak. Ini yang disebut "fokus pada satu komoditi sebagai
penggerak ekonomi" Jagung adalah titik awal, tujuan akhirnya adalah
kemakmuran rakyat. Semua aparat dinas pertanian, dinas perdagangan dan
koperasi dan keuangannya harus mengerti konsep ini.

Wassalam,
R Sampono Sutan




--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke