Assalamu'alaikum WW

Ambo ingin laporan pandangan mato dari Mubes Gebu Minang....dari Angku Dt Marah Bangso dan Mamak St Bandaro Labiah..... aa kiro-kiro point utama nan dibicarokan di sinan....

Pandangan ambo... walau ambo cukup apresiasi untuak Gebu Minang.... tetapi kalau 'cuma' bantuak nan dulu-dulu....ambo ndak kan baharok banyak ka Gebu Minang iko....

Panambah carito....: kurenah sang Rang Sumando di Gebu Minang ado di artikel dibawah......

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/19/ekonomi/2288369.htm


EKSPEKTASI

Spirit...!


Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla seolah menumpahkan unek-uneknya di hadapan sekitar 500 peserta musyawarah besar Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang, Sabtu (17/12) di Sawahlunto, Sumatera Barat. Nadanya datar saja, mengkritik walaupun juga menyemangati tentang kualitas pendidikan, kewirausahaan, dan birokrasi yang baik.

Dahulu, kata dia, kita selalu membenarkan ketertinggalan kita dari Singapura dengan mengatakan, oh... karena Singapura kecil dan penduduknya sedikit. Tetapi, ketika China maju pesat, kita pun terkejut. ”Jadi, berarti kita juga seharusnya bisa maju. Tapi sekarang ini, ya kita pas-pas saja,” katanya.

Apa kuncinya? ”Harus ada spirit (semangat),” jawabnya sendiri. Hanya dengan spirit, kita akan bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik.

Persoalan spirit inilah yang dia nilai memudar, terutama di kalangan anak-anak. Itu karena sistem pendidikan yang mengondisikan anak-anak tidak memiliki spirit luar biasa. Ada kemerosotan pendidikan.

Ia mengidentifikasi kemerosotan pendidikan antara lain karena anak-anak tidak mau belajar dan memang tidak merasa perlu belajar. Mengapa? Anak-anak selalu lulus semua, naik kelas semua. ”Kalau anak-anak bangga naik kelas, bangga lulus ujian, tetapi tidak tahu apa-apa, itu sangat berbahaya...!” ujarnya. ”Kalau anak-anak tidak lagi malu, pertanda awal kebangkrutan pendidikan. Awal kebangkrutan pendidikan berarti awal kebangkrutan bangsa...!”

Karena itu, katanya, diperlukan lagi standar pendidikan yang lebih tinggi yang harus memacu siswa belajar. Anak-anak harus dipaksa, dibimbing belajar keras supaya memiliki semangat yang tinggi untuk maju.

Mengapa orang Minang dahulu maju? Karena orang Minang memiliki dua kekayaan, modal besar, yakni otak dan hati (semangat), yang diperolehnya dari pendidikan. Ketika kebanyakan orang masih berpendidikan sekolah rakyat, orang Minang sudah banyak yang berpendidikan maju, bahkan sekolah di Belanda.

Tetapi, ia menilai di kalangan orang Minang pun terjadi kemunduran. Dulu, orang Minang kalau ke masjid shalat magrib, pasti tinggal di surau belajar sampai isya. Sekarang, habis magrib langsung pulang, dan tidak lagi ke masjid untuk shalat isya. Mengapa, ternyata karena menonton televisi. Nah, ini (ada televisi, ada listrik) juga karena kemajuan. Jadi, harus ada keseimbangan karena yang sudah maju tak mungkin lagi kita tarik ke belakang.

Modal besar lainnya orang Minang ialah semangat berwirausaha. ”Jadi, kita punya masa lalu yang baik dan kebanggaan. Tetapi, jangan berhenti pada kebanggaan itu saja. Harus lebih maju lagi, termasuk dalam hal berwiraswasta,” katanya.

Untuk merangsang semangat wiraswasta (enterpreneurship) ini, katanya, harus ada pendidikan yang bagus. Birokrasi harus melayani sebaik-baiknya. Mengapa? Pengusaha itu adalah orang-orang yang mau menanggung risiko. Karena mau menanggung risiko, mereka harus diupayakan untuk punya kemampuan, lalu ditingkatkan terus. Supaya mereka membayar pajak untuk menggaji pejabat. Jadi, pejabat (birokrasi) harus pula memiliki spirit untuk melayani pengusaha sebaik-baiknya, bukan sebaliknya pengusaha melayani penguasa (pejabat).

Ia pun berharap Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang benar-benar memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah dan bangsa. ”Sudah baik kata Gebu ini, Gerakan Ekonomi dan Budaya. Jangan ditambah menjadi gerakan ekonomi, budaya, dan keuangan. Nanti disingkat ’Gebuk’ Minang...,” katanya, disambut tawa hadirin.

JK pun membalas pantun pembicara sebelumnya.

Di sekolah kita belajar, di surau kita mengaji. Di rantau kita bekerja, di kampung kita membangun. (andi suruji)





Z Chaniago - Palai Rinuak - http://palairinuak.blogspot.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke