Dari milis sebelah...


Berikut kutipan dari milis sebelah buat diteruskan
jika
diperlukan!!!

Regards

noorholish sahmad
qatar petroleum (power station)
dukhan - qatar
email : [EMAIL PROTECTED]
phone : 0974-5369842(M),  0974-4716367 (O), 
0974-4716854(R)
fax: 0974 - 4716666

---------------------------------------------------------------------
------------------------------------------

PENGURUSAN REKOM DEPNAKER

Nama Saya  : Rustam Andeskun Bin Yurnalis
Passport No : M 763721
Calling Visa No : 032005197658

Saya mendapat pengalaman cukup menyakitkan terhadap
perlakuan bangsa
saya .  Didalam negeri tidak ada lapangan kerja.
Pergi keluar negeri saya dipersulit dan diperas.

Beda apa yang saya tahu dinegara Philipina, Pemerintah
bersama
aparat, mereka di Bantu habis-habisan oleh Negara
dianggap sebagai
pahlawan Devisa.


?SAYA MALU DAN MENYESAL JADI WARGA NEGARA RI?


Kronologisnya sbb :
Saya dapat calling visa tgl 09 November 2005 di kirim
oleh majikan
ke Padang
Berangkat ke JKT naik Bus dan mengurus konfirmasi
keberangkatan tgl
16 November  05 di Gulf Air. untuk berangkat 30
November 2005.
Dengan modal calling visa dan PTA (paid advance
ticket) Gulf Air
memberikan ticket dan confirm keberangkatan kepada
saya.

Tgl 18 November 05 saya ke Bandara Sukarno Hatta jam
11 malam dengan
membawa : calling visa, ticket, kartu Depnaker Padang.
Bagian
ticketing tidak mau mengeluarkan boarding pass dan
meminta saya
untuk menghadap ke Depnaker Bandara lantai-II. 
Sebelumnya saya
dipanggil oleh SATPAM Bandara dan Polisi, meminta dan
melihat
passport saya, dia menanyakan apakah anda teroris
keluar negeri ?.
Saya jawab tidak,  dia lanjut tanya kenapa keluar
negeri, saya jawab
hidup susah dinegeri sendiri. Anda  harus memiliki
surat bebas
teroris. Saya taya dimana mengurusnya, urus didaerah
masing-masing
Pada waktu jumpa saya dengan petugas Depnaker Bandara
saya
dinyatakan tidak bisa berangkat dan diminta menghadap
ke Depnaker
Ciracas Jakarta esok    Tgl  19 November 2005  saya
pergi dan
menghadap Depnaker Ciracas, nama petugas TURIMAN (bgn
registrasi).
Membeli materai RP 6000, isi formulir (surat
pernyataan penduduk
luar negeri / urus perjanjian kerja sendiri) dan
menyerahkan kembali
kebapak ke Turiman.
Oleh pak Turiman saya diminta mengahadap bapak
HARIYANTO NIP :
160047115 (an. KASUBDIT PENYEDIAAN PENEMPATAN DAN
KERJASAMA KAWASAN
II, KASI PENEMPATAN DAN KERJASAMA). Sebelum menghadap,
Satpam marah-
marah dan mencegat saya tidak dibolehkan menghadap pak
HARIYANTO.
Namun saya berusaha masuk dan dan dapat menemui bapak
Hariyanto pada
saat SATPAM lengah sibuk melayani calo-calo PJTKI
karena saya
menyaksikan calo tsb memberikan uang RP 50.000 kepada
SATPAM tsb.

Pada pertemuan bapak Hariyanto beliau minta surat
agreement kerja
dan calling visa dan kartu Depnaker dari Padang.  Saya
serahkankan
calling visa saja, selain itu saya tidak punya.  Walau
saya telah
mencoba memohon agar Rekom Depnaker diberikan .  Tapi
pak Hariyanto
tidak meberikan surat Rekom tsb.  Saya diusir keluar
untuk mengurus
kontrak kerja dengan majikan di Qatar dan meminta
surat (kartu
kuning / surat pencari kerja Depnaker dari Padang. 
Diluar diruang
informasi saya dipanggil SATPAM (Sugianto, telpon
081585248501)
bersama para calo-calo sekitar 6 orang, salah satu
namanya IRWAN, no
telpon : 08176712652, katanya kalau mau selesai Rekom
bayar RP
3.000.000 tanpa persyaratan surat REKOM Depnaker bisa
keluar.
Karena saya tidak punya uang, saya tidak mampu
membayar.

Saya kembali lagi ke Padang naik bus selama 4 hari
(PP) dan kembali
ke JKT     Tgl 23 November 2005, di Padang saya
berhutang sama
tetangga RP 1.500.000 Kemudian menghadap lagi ke bapak
Turiman
Depnaker Ciracas dengan membawa agreement contrak yang
baru saja di
fax dari Qatar dan kartu Depnaker Padang,   membeli
lagi materai RP
6000 dan mengisi lagi formulir.  Oleh pak Turiman saya
disuruh
menghadap bapak Hariyanto lagi.  Saya serahkan surat
yang diminta
sebelumnya, namun  Rekom Depnaker juga tidak
diberikan, diminta lagi
agar kontrak kerja di legalisir oleh KBRI di Qatar,
juga surat
kontrak asli yang telah dilegalisir oleh KBRI Qatar. 
Biaya saya
telah habis, sedang Rekom belum juga keluar.  Saya
telah benar-banar
kesal keinginan membunuh dalam hati  muncul sambil
keluar terus air
mata kekesalan saya, dan SATPAM (pakai topi haji)
mencemooh saya dan
berkata serahkan saja RP 2.000.000 kedia urusan bisa
selesai, aman
dan lancar.  Sedang saya tidak punya biaya sebesar
yang diminta.

Tgl 26 November 2005 saya kembali lagi ke Padang untuk
mencari uang
dan sambil menghilangkan rasa  kesal, sedih, sakit
hari, marah.  Di
Padang saya jual emas orang tua (paun rupiah emas)
laku RP
2.550.000.   Kembali lagi ke JKT kali yang ke III,
menghadap lagi
pak Hariyanto dengan membawa surat copy kontrak kerja
yang disahkan
oleh Labor Dept Qatar, kartu Depnaker Padang, calling
visa.   Oleh
pak Hariyanto juga tidak mau mengeluarkan  Rekom
Depnaker.   Lantas
saya keluar, nampak sama pak Turiman saya dipanggil
dan saya disuruh
menghadap kantor Depnaker Pusat Jln Gatot Subroto
lantai-6
menghubungi bapak Triadi.   Saya kesana ketemu degan
bapak Triadi,
saya serahkan semua surat yang saya miliki.  Jam 3.05
sore tgl 26
November 2005. Saya disuruh mnghadap kembali pak
Triadi besok.  Pagi
tgl 27 November 05, pak Triadi tidak ditempat.  Saya
menungu diruang
tunggu  selama 5 jam mulai 8.00 s/d 12 siang.  Jam 12.
pak Traidi
datang disuruh saya photo copy seluruh surat-surat. 
Saya serahkan
copy, saya disuruh pulang dan diminta datang lagi
besok pagi.  Tgl
28 pagi jam 11 saya tiba dikantor Depnaker pusat jln
gatot Subroto
menghadap lagi bapak Triadi. Saya disuruh menunggu
karena surat-
surat banyak s/d jam 4.00 sore.  Saya disuruh pulang
dan datang lagi
besok tgl 29 November 05. Tgl 29 datang lagi jam 9.00
pagi, disuruh
membayar / stor bank BRI Jln. Ampang sebesar 15 USD. 
Naik ojeck ke
jln Ampang, dan bayar 15 USD. Jam 11.00 selesai
pembayaran.  Kembali
lagi ke bapak Triadi lantai 6,  serahkan surat bukti
pembayaran BRI
15 USD. Saya disuruh pulang karana atasannya yang
menanda tangani
surat syarat-syarat Rekom sedang rapat.

Tgl 30 November 05 kembali ke Depnaker Gatot Subroto,
tiba 10.00
pagi, jam 1.00   siang baru diberikan berkas surat
(dalam amvelop
tertutup, tidak tahu apa isinya) disuruh bawa ke
Depnaker Ciracas
untuk mendapatkan Rekom tsb.   Di kantor Depnaker
Gatot Subroto
sangat terkesan saya petugas acuh tak acuh dan tidak
mau melayani
urusan perorangan, kecuali PJTKI atau calo-calo.

Tgl 01 Desember 2005 saya kembali Depnaker Ciracas
menghapap bapak
Turiman, isi lagi formulir dan beli lagi materai RP
6000 dan
membayar Jamsostek 40 USD dan menyerah amvelop
tertutup ke pak
Turiman.  Surat formulir baru diserahkan kepada pak
Hariyanto dan
menunggu s.d jam 6.00 sore.  Pada jam 6.00 sore ini
baru saya
diberikan surat Rekom yang sebenarnya setelah urusan
12 hari
pengurusan.

Tgl 12 Desember 2005 berangkat ke Bandara Sukarno
Hatta dengan
mambawa ticket, passport dan rekom Depanker. 
Dibandara surat REKOM
Depnaker sama sekali tidak ditanyakan sampai saya saya
tiba di
Qatar.


Doha-Qatar, 14 Desember 2005.

Assalamu alaikum waramatullahi wabarakatuh,

Kepada Yth:
1. Bapak Menteri Tenaga Kerja RI.
2. Bapak Menteri Sekretaris Kabinet RI.
3. Bapak Menteri Perhubungan RI
4. Bapak Ketua DPR RI
5. Bapak Komisi Tenaga Kerja DPR RI
6. Bapak Juru Bicara Presiden R.I
7. Bapak Duta Besar RI di Qatar

Tembusan:
1. Koran Kompas
2. Koran Tempo
3. Koran Media Indonesia.

Pertama-tama kami do?akan dari rantau-padang pasir
Arab yang keras,
tandus ini, semoga bapak-bapak dalam keaadan lindungan
dan rahmat
Allah SWT, amin.

Bapak-bapak yang terhormat,
Berikut ini kami lampirkan satu cerita nyata yang
sangat menyedihkan
sekaligus menjengkelkan yang dialami oleh seorang
teman, saudara
kami yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak punya
hati nurani,
tidak bermoral, alias biadab  dari  Departemen Tenaga
Kerja dan
Departmen Perhubungan Republik Indonesia Jakarta.

Dan sesuai pertemuan kami dengan Bpk. Duta Besar RI di
mesjid Alkhor
Doha, Qatar pada bulan Ramadhan yang lalu, bahwa
bilamana ada
pemerasan-pemerasan macam ini dimana jelas nama
oknumnya,
jabatannya, tolong diinformasikan kepada beliau karena
bapak Sudi
Silalahi telah berjanji untuk memecat yang
bersangkutan.

Karena kejadian ini bukanlah yang pertama dialami oleh
rekan-rekan
kami, dan banyak sudah pengalaman serupa, tapi baru
sekaranglah kami
dapat menceritkan secara lengkap termasuk nama, nomor
telepon dari
oknum-oknum yang terlibat.

Berangkat dari kenyataan inilah, agar bapak-bapak
dapat
mepertimbangkan permohonkan kami sebagai berikut:
1. Mengambil tindakan tegas kepada oknum bersangkutan.
2. Meninjau kembali Peraturan tersebut serta
mencabutnya jika
diperlukan
3. Menyediakan satu tempat di Bandara Cengkareng/Medan
untuk
mengurus rekomendasi tersebut.
4. Mengembalikan semua uang yang dipungut secara paksa
kepada kawan
kami tersebut.

Demikianlah surat ini kami buat dengan harapan
mendapat perhatian
serius dari bapak-bapak, dan serta tidak lagi terulang
kejadian yang
sama dimasa-masa yang akan datang.

Atas Nama,Tenaga Kerja Indonesia Sektor MIGAS di
Qatar.

Wassalamualaikum W.W.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke