Assalamu'alaikum wr. wb.

Hanya ingin menyampaikan bahwa surat sudah dimuat di Koran Tempo hari ini 
(20/12) seizin ibu farida.

wassalam
erwin zachri


>   asadi rasyid <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>     Ass ww,...
>     Ambo taruihkan dari Palanta Minang, ...mudah-2 an sampai ka talingo nan
> berwenang, ...paliang tidak, sanak bisa antisipasi sabalun dilecehkan.
>
>
>       Dear All,
>
>       Saya hanya ingin sekedar berbagi pengalaman buruk yang saya alami di
> bandara Int Minangkabau. Cuplikan di bawah ini adalah surat pembaca yang
> saya kirim kepada harian lokal sumbar, namun entah kenapa hingga saat ini
> belum juga dimuat. Saya akan terus mengirimkan kepada harian dan majalah
> nasional, agar hal ini tidak dibiarkan saja oleh pihak berwenang di sumbar.
>
>       Salam,
>
>       - farida (ai) -
>       Bukittinggi
>
>       ------------------------------------------------
>
>       Pemerasan di Bandara Internasional Minangkabau
>
>       Pada tanggal 20 November 2005, saya menjemput rombongan kantor di
> bandara Internasional Minangkabau yang akan mengadakan pertemuan di
> Singkarak.
>
>       Rombongan yang tiba dari Jakarta ini terdiri dari 7 orang asing dan 2
> orang Indonesia. Melihat rombongan ini beberapa sopir taksi bandara
> menawarkan jasa, namun kami sudah mempersiapkan tiga mobil untuk mengantar
> rombongan ini.
>
>       Sementara menunggu kedatangan mobil dari parkiran, saya didatangi
> oleh seorang supir taksi dan ia menanyakan apakah butuh taksi. Setelah
> mendengar tolakan saya kemudian supir tersebut dengan nada tidak enak
> mengatakan bahwa setiap rombongan yang lebih dari lima orang harus memakai
> minimal satu jasa taksi bandara sementara itu berdatanganlah para supir
> taksi lainnya mengerumuni saya. Kemudian saya mencoba menerangkan bahwa
> kantor telah menyiapkan mobil untuk rombongan ini, tetapi mereka tetap
> bersikeras bahwa ini aturan main di bandara ini.
>
>       Akhirnya saya tinggalkan kerumunan itu dan kemudian saya didatangi
> oleh seorang yang kemungkinan besar pemimpin kelompok taksi tersebut.
> Dengan sangat tidak sopan dia berdiri cukup dekat di hadapan saya, mencoba
> menggertak dan mendesak saya untuk tetap menggunakan taksi. Saya tetap
> bersikeras dan akhirnya saya tinggalkan saja mereka dan segera mengajak
> rombongan masuk ke dalam mobil. Ternyata salah seorang rekan saya (lelaki)
> yang tidak langsung masuk ke dalam mobil dipaksa menemui kelompok supir
> itu. Dan akhirnya dengan terpaksa memberikan Rp 200.000,- kepada kelompok
> tersebut. Saya tak sempat lagi mengadukan hal ini langsung kepada pihak
> bandara karena anggota rombongan lainnya cukup cemas dan memilih untuk
> segera meninggalkan bandara.
>
>       Hal ini dapat dikatakan pemerasan. Saya pribadi sebagai orang awak
> menilai kejadian ini sangat keterlaluan dan memalukan. Tidak dapat saya
> bayangkan hal ini dapat terjadi di bandara berkelas internasional.
>
>       Saya harap pihak pengelola bandara dapat memperhatikan kejadian
> seperti ini sehingga tidak terulang lagi. Seharusnyalah para petugas
> keamanan bandara siaga dalam mengantisipasi hal ini sehingga pengguna
> bandara merasa aman dan nyaman.
>
>       Farida
>       Bukittinggi
>       Telp  : 0812 6730 192
>
>


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke