Ambo coba manjawok paragraph by paragraph
Thursday, December 22, 2005, 4:46:00 AM, you wrote:
TH> Rang Palanta jo Sanak Arnoldison,
TH> Cuman saketek info, Ambo indak bermaksud meng"halal"kan sagalo
TH> caro dalam soal nan ciek ko. Indak pulo punyo mukasuik
TH> manganyampiangkan adat, agamo jo men"dewa"kan budaya barat. Cuman,
TH> ambo ingin maajak kito sadonyo mamikiaan, solusi nan bisa kito
TH> ambiak dalam pencegahan HIV/AIDS ko, karano masalah ko alah
TH> menjadi kewajiban kito untuk maagiah tahu nan indak tahu modus
TH> penularan penyakik ko.
TH> Kalau sanak Arnoldison mangecekan solusi nan dianjurkan agamo
TH> yaitu, menutup aurat, menundukan pandangan dll, (lihat postingan),
TH> apo memang alah terbukti manjur? Sekedar maingek an sajo, karakter
TH> manusia, dari manapun asalnyo, makin sesuatu ditutup, makin
TH> terangsang untuk mengetahui apa yang ada dibalik bungkusan itu.
TH> Contoh lain, semakin dikekang napsu, semakin menjadi jadi
TH> pelampiasannyo. (caliaklah di kampuang awak, banyak nan paga makan
TH> tanaman, banyak badot tuo suko daun mudo dsb ) karena hanyo salamo
TH> ko, takekang napsu nyo.
Saya kutipkan ayat quran dan hadist dibawah ini
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaklah mereka
menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya yang demikian itu
adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa
yang mereka perbuat. (Quran Surat An Nur ayat 30)
Rasulullah saw bersabda: Pandangan adalah salah satu anak panah
beracun, diantara anak panah iblis. Semoga Allah melaknatinya. Barang
siapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah maka ia telah
diberi Allah keimanan yang mendapatkan kelezatannya didalam hatinya.
(Al Hadits riwayat Imam Al Hakim)
Katakanlah kepada perempuan yang beriman: Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka
menampakkan perhiasannya, kecuali apa yang (biasa) tampak dari
padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kerudung ke dadanya, dan
janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau
ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau
putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau
putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara
perempuan mereka, atau perempuan-perempuan muslimah, atau budak-budak
yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak
mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum
mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka memukulkan
kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan
bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman
supaya kamu beruntung. (TQS. An Nuur, 24: 31)
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan
istri-istri orang mumin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. (TQS. Al Ahzab, 33: 59)
Dari quran and hadist tersebut (dan banyak lagi ...), yang menjadi
tujuan utama adalah upaya preventif agar tidak terjadi perbuatan
perzinahan, sex harassement (pelecehan sexual) dan juga merupakan
upaya memelihara kehormatan (fungsi berpakaian).
Dari surat an Nur ayat 30, perintah kepada kaum pria untuk memelihara
pandangannya agar lebih dapat menjaga kesucian diri.
Merupakan langkah pencegahan awal dari timbulnya perzinahan.
Pencegahan tindakan perjinahan di mulai dari diri individu, keluarga,
lingkungan sekitar, komunitas masyarakat yang lebih luas sampai kepada
bangsa, negara dan ummat manusia secara keseluruhan.
Karena itu dosa perzinahan melibatkan dosa bukan saja yang melakukan
tapi juga masyarakat sekitar (dosa kolektif). Upaya pencegahan
perzinahan harus ditanggulangi secara integratif, jadi mulai
pembentukan pribadi individu-individu dan keluarga (pembinaan
mental,dll),; lingkungan dan pergaulan berupa pencegahan penyebaran
media pornographi baik berupa tayangan televisi,VCD , media cetak,
tempat-tempat hiburan,; serta turut campur pemerintah berupa hukum dan
perundang-undangan.
Kalau hanya pembinaan mental individu-individu saja dengan hanya
mengandalkan tausiah dari para ulama ataupun pengajaran-pengajaran
agama namun tidak dibarengi dengan peranan pemerintah larangan
tayangan pornographi dan peraturan perundangan-undangan yang tegas
bagi para pelaku akan masih terjadi perjinahan.
Karean individu-individu yang telah terpelihara namun berada dalam
lingkungan yang negatif , berpotensi akan terpengaruh juga.
Seperti halnya untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, maka kita
tidak hanya memfocuskan pada ketrampilan indvidu dalam mengendari mobil,
tapi juga peraturan, rambu-rambu lalu lintas serta jalan yang tidak
membahayakan .
Peranan pemerintah dalam hal ini tidak bisa berpangku tangan, dalam
banyak hal seolah-olah pemerintah seperti menawarkan madu ditangan
kanan dan racun ditangan kiri kepada masyarakat dengan cara
menyerahkan persoalan tersebut sebagai pilihan dan penilaian
masyarakat sendiri dan menjadikannya sebagai tanggung jawab indiviu ,
namun seharusnya pemerintah pro aktif berpihak untuk ikut
menegakkannya.
Dalam kasus-kasus kriminalitas sexual ternyata peranan media (dalam hal
ini merupakan kelalaian pemerintah ) menjadi dominan sebagai penyebab,
pemerkosaan setelah menonton vcd, melihat tayangan ditelevisi, jadi
setelah ada faktor yang mendorong naiknya libido sexual dan menjadi
tidak terkontrol.
Jadi kejahatan sexual tidak bisa dilihat dari satu sisi, sebagai
kegagalan agama, atau menjadi frustasi dengan mengatakan sebagai
sesuatu yang tidak bisa dihindari dan membiarkannya bersama dengan
kehidupan peradaban kita.
TH> Di Indo sendiri, seperti halnya di beberapa negara nan Islam
TH> sebagai agamo mayoritas, padusi jalan surang selalu mendapat
TH> suitan dari sekelompok pemuda yg nangkring di pinggir jalan. Hal
TH> iko terjadi di negara islam afrika utara, ( ambo ndak tau di mesir
TH> apo co itu, karano alun ka sinan lai ), di turki dsb. Bukan hanyo
TH> itu, di Perancis pun ado, tapi berasal dari turunan islam nan acok
TH> nangkring di tapi jalan, luntang lantuang.
Fenomena seperti tidak bisa dijadikan dalih sebagai kegagalan
agama , karena beragama tidak sebatas pendeklarasian saja,
memakai atribut keagamaan atau dengan orang lain yang
melabelkannya, namun mesti dilihat content dari ajaran agama
tersebut.
Bagaimanapun juga walau agama Islam berasal dari Arab, maka
tidak lantas bisa merepresentatifkan Islam kepada setiap orang
Arab yang lewat.
TH> Ambo ingin batanyo ka sanak Arnoldison, apo nan sanak mukasuik
TH> seks bebas? terjemahan free sex kah atau ado makna lain? supayo
TH> kito bisa berdiskusi ke arah nan batua.
Pengertian saya tentang sex bebas dalam hal ini adalah hubungan
sex diluar lembaga pernikahan.
TH> TH> Ambo masih tahu kalau zina tu doso, tapi apo kito harus
TH> men"dikte"kan apo nan kemauan kito pado urang lain. Apoko iko
TH> jalan pemikiran kito di dekade nan lalu di bao taruih?
Dalam hal ini diprioritaskan mengurus dapur sendiri.
TH> Undang2x dan hukum soal zina apa sudah ada, kecuali dalam bentuk
TH> adat. Pemerkosaan memang dikenai sanksi hukum. Apa di Indonesia
TH> atau Minang kita dilarang menyampaikan perasaan sayang pada
TH> seseorang yang kita sayangi ? Justru ini yang selama ini dikebiri
TH> di Minang dengan alasan adat dsb. Ambo indak menganjurkan seluruh
TH> urang Minang berciuman ria sambil pegang pegang yang tidak patut
TH> dipegang di muka umum. Tapi kalo hanya sekedar sun pipi, ciuman
TH> tanpa rangsangan seksual dan hanya berdasarkan kasih sayang, apa
TH> masih dianggap zina?
Baa dusanak bisa mengatokan cium pipi berlainan jenis
sekedar kasih sayang, itu samo mandutokan hati nurani dusanak.
TH> Apa pendidikan mengenai alat reproduksi manusia di sekolahan masih
TH> dianggap sesuatu yang menjurus pada pembebasan hubungan seks? Apa
TH> para wanita tidak boleh tahu tentang kesehatan alat produksi
TH> mereka? Apa kaum lelaki yang suka jajan berhak dan dapat semena
TH> mena menularkan penyakit pada pasangannya?
Haruslah dibedakan antara pendidikan sex dengan pelecehan sex,
pengumbaran sex dan perzinahan itu sendiri.
Soal pendidikan sex, dalam fiqh-fiqh Islam dipelajari secara
detail.
TH> Setidaknya, kaum lekaki ataupun perempuan, yang pada ngebet, masih
TH> ingat pakai kondom, perlu mendapat acungan jempol. Dilihat dari
TH> sisi agama, mungkin perbuatan ini sangat buruk, tapi masih terbaik
TH> dari yang terburuk dari segi kesehatan.
Dusanak terlalu merendahkan atau meremehkan derajat
kemanusiaan, sebagai makhluk yang lemah, sehingga
memperbolehkan hal-hal sebetulnya masih dalam kemampuan kendali
mereka dan membiarkan mereka mempeturutkan hawa nafsu mereka.
Wassalam
Arnoldison
TH> Segitu dulu aja, ntar disambuang lagi.
TH> Heri
TH> NB: kalau masih ado komentar, silahkan, semakin banyak komentar, semakin
"aware"lah kito dalam manenggulangi penyakit ko.
TH> Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> a écrit :
TH> Kalau melihat metode mengatasi permasalahan saya ingat
TH> film 'cowboy' dimasa 'wild west', didalam suatu era karena
TH> sering terjadi tindak kekerasan berupa perampokan dan
TH> pembunuhan, sedangkan para sherif terbatas, serta tentara
TH> yang tidak mudah dihubungi, maka warganya diperbolehkan
TH> memiliki senjata dengan alasan untuk melindungi diri dari
TH> perampokan, namun ternyata hal tersebut malah menimbulkan
TH> anarkis dan kekacauan dimana-mana .
TH> ................sangajo dikuduang.............
TH> ---------------------------------
TH> Nouveau : téléphonez moins cher avec Yahoo! Messenger ! Découvez les
tarifs exceptionnels pour appeler la France et l'international.Téléchargez la
version beta.
--
Best regards,
Arnoldison mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================