Mak Ngah dan dunsanak sekalian.

Hiilah atau hailah= tipu daya.

Mesir selalu didatangi oleh setiap Presiden Indonesia,
pejabat para seniman, karyawan, pedagang ulamawan
artist dllnya.

Ketika apak paja dirumah ambo tanyoan : " Manga urang
DPR ka siko da..? " Jawab apak paja : "Indak tau". "A
Program mereka?" "Indak jaleh doh".

Alhamdulillah, saya tidak termasuk dari bagian yang
melayani mereka, karena tugas saya di bidang lain,
melayani tamu istri dubes, HOC, KUA se Asia-Afrika
dalam acara rapat keuangan, dan ada wakil KPK dari
Jakarta saat itu kebetulan urang Minang, suku
Sikumbang.

Soal anggota DPR saya tidak ketemu mereka, dan tidak
ada pertemuan di KBRI Kairo, sebagaimana biasanya para
tamu sering akan ada tatap muka dengan mahasiswa atau
masyarakat di Kairo, dan kali ini tidak ada.Mungkin
KBRI menjaga agar jangan terjadi "hantam baku antara
mahasiswa Al Azhar yang terkenal sangat kritis
terhadap pejabat Indonesia"

Saya justru banyak mendengar berita mereka di
Kairo,dari media massa.

Soal keuangan, boro-boro kebagian dari mereka,
biasanya kalau tamu datang berkunjung ke KBRI Kairo,
yang menipis malah keuangan dari KBRI Kairo itu
sendiri.

Dan kemaren saya kebagian tugas untuk melayani para
istri utusan Asia-Afrika tersebut, mulai dari membuat
buku program mereka selama di Kairo, kartu ucapan
selamat datang, sampai menemani mereka ketempat
wisata, seperti Pyramid, terusan Suez, mata air nabi
Musa, benteng Berlive, benteng Shalahuddin Al Ayyubu,
museum, asfur, pasar Khan Khalili, dan mesjid-mesjid,
mesjid Muhammad Ali, mesjid Al Azhar mesjid Husain,
cucu nabi dan maqam-maqam dllnya. Saya dan seorang
mahasiswa pada hari ketiganya mahasiswa tersebut
menemani saya juga untuk menjelaskan sejarah dari
tempat yang dikunjungi tersebut.

Mengenai biaya masuk tempat wisata serta makan mereka
bagaimana?
Jelas dipungut dari kantong mereka masing-masing, saya
sendiri yang mengumpulkan uang tersebut ketika di bis,
saya yang membeli tiket masuknya, membeli makanan di
restoran.

Dan tiket saya juga makan saya serta berapa pengurus
lainnya siapa yang bayar? Jelas dari kas kepengurusan
dinas dong, masak sudah capek-capek menemani mereka,
harus bayar dari kantong sendiri juga lagi. Saya kan
sudah sering ketempat wisata itu, saya penduduk Kairo
sekaligus mahasiswi jadi bayarannya setengah dari
mereka, diplomat Indonesia setempat gratis diberikan
oleh pemerintah Mesir(sudah peraturannya begitu),
kalau turis penuh bayarannya, dan saya ditugaskan oleh
ketua Panitia, dan sedikitpun dari tugas tersebut
tidak ada saya mendapatkan uang lelah, semata-mata
tugas dan keikhlasan. 

Capek dan menghabiskan waktu serta tenaga kita memang,
tetapi saya yakin, suatu saat kelak, semua ini pasti
ada manfaatnya dikemudian hari, bagaimana kita bergaul
dan berorganisasi dengan para pejabat, para duta
asing, melayani orang lain dan cara berkomunikasi
dengan semua jenis manusia dari tingkat tinggi sampai
tingkat rendah, sehingga kita tidak kaku, tetapi
supel, pleksible dimana dan kapan sajapun kita berada,
dengan siapapun, pejabat tinggi sekalipun atau juga
miskin papa, anak jalanan, yang setiap hari ditemukan.

Jangan diduga, kalau pejabat dari Indonesia atau dari
negara lain datang berkunjung ke Kairo dengan alasan
apapun studi bandinglah, wisatalah atau apa kek, kita
mendapatkan keuntungan material dari mereka. Tidak
sama sekali tidak. malah yang ada hanyalah capek dan
capek lagi, dan bagi Kedutaan Kairo sendiripun harus
mengeluarkan paling tidak dana dari kas kedutaan itu
juga buat melayani mereka. Soal hotel dan makan
mereka, ngak tahu uang mereka dari mana, saya tidak
pernah menchecknya, saya hanya dengar dari kas negara
yang so pasti uang rakyat. Sungguh ironis memang
pejabat kita.Suka berdalih study banding tetapi
hasilnya buat bangsa Indonesia dinegara Indonesia itu
sendiri, boleh dikatakan nihil.

 Terbukti apa yang didapatkan dari Mesir untuk merubah
tatanan ekonomi dan stabilitas keamanan rakyatnya,
tidak ada bukan? Padahal Mesir sangat terkenal dengan
kelihaian mereka menarik turis dan keamanannya,
ekonomi mereka yang stabil, pertanian yang terolah dan
tertata rapi pendidikannya dan sebagainya, dan
sebagainya? Sebanyak itu dari masa kemasa pejabat
Indonesia yang katanya datang ke Mesir untuk study
banding, belum menampakkan hasil yang nyata.

Jadi sebenarnya mereka para pejabat Indonesia yang
datang ke Mesir buat apa sih...? Allhua'lam, tokh
kelak dikemudian hari semua perbuatan , amanah, akan
dipertanggung jawabkan dihadapan Allah. Itu saja.

Dari istri-istri pejabat yang kami layani itu, saya
melihat ada yang baik, ada yang sombong, ada yang
pemurah dan ada yang kikir. Macam-macam juga sih, dan
memang begitu sifat dan watak manusia dimana sajapun
berada.

Wassalam. Rahima. (36 thn)



--- Sjamsir Sjarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Pai ka Mesir main kuciang-kuciangan. Minal funduk
> ilal funduk.
> 
> Bak kecek-kacek kami di Pek Ten, "Indak kojo njiek
> kojo, lai kojo 
> 'nciggobie". Aratinyo, indak ado karajo ingin
> bakarajo, ado karajo 
> mangangkang mangango sajo mahelah-helah ... :) Eh,
> kato Caro Awak "helah" 
> ko kan barasa dari kato Arab lo ko kan? Baa ejaan
> tulisan Arabnyo?
> 
> Aaa sabananyo ulah urang-urang ko di Masia tu
> Rangkayo Rahima? Kabanyo kaum 
> induak-induak kaluarga apak-apak di Konsulat
> Indonesia sinan 
> disibuak-sibuakkan pulo. Tantu Rangkayo Rahima lah
> sato kakeh-kambeh 
> tabik-tabik paluah lo tu dipagunokan maladeni
> mareka. Lai sato dapek pitih 
> lo dari mareka 'ndak? Caritolah saketek di Lapau,
> jan hantap-hantap pulo, 
> buliah nak tasengeng lo galak kami di Lapau ... :)
> 
> Salam,
> --MakNgah


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke