Kamis, 29 Des 2005
( Jawa Pos )

PERNAHKAH Anda membayangkan bangunan raksasa sebesar 
piramida di Mesir diberi penutup? Dulu, itu mungkin hanya 
angan-angan. Kini ide nyeleneh itu hinggap di benak 
pemerintah Malaysia. Mereka berencana memasang bendera 
Jalur Gemilang berukuran 210 m x 110 m, ditambah 57 
bendera negara-negara muslim yang tergabung dalam 
Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Pemasangan di Piramida Giza itu direncanakan pada 18 Mei 
tahun depan. Acara yang disponsori Departemen Pemuda dan 
Olahraga Malaysia, Perhebat, serta negara bagian Selangor 
ini sudah menyiapkan dana RM 200 ribu (sekitar Rp 522 
juta). Selain guna memecahkan rekor yang setidaknya bisa 
memperbaiki citra negara muslim, proyek prestisius yang 
dicetuskan PM Abdullah Ahmad Badawi ini secara implisit 
juga untuk mempromosikan Malaysia di mata dunia.

Menhan Malaysia Najib Razak kemarin mengumumkan rencana 
ini di Sungai Buloh, sekaligus menyerahkan bendera 
Malaysia kepada 35 anggota tim. Selain menutupi Piramida 
Giza, dari berita yang dilansir harian Star, tim itu juga 
berencana untuk berkunjung ke beberapa masjid serta tempat 
bersejarah di Kairo, Jeddah, dan Mekkah. Ekspedisi selama 
13 hari ini dilabeli "Malaysian Peace Mission".

Tim tersebut dipimpin Muhamad Nur Azrul Che Zabani, yang 
juga penanggung jawab program Selamat Pagi di TV3 
Malaysia. Rencananya, dia juga akan melangsungkan 
pernikahan di depan Piramida Giza pada hari yang sama.

Piramida Giza dibangun oleh Pharaoh Khufu, disebut juga 
dengan Cheops, yang terdiri dari 3 juta balok batu. 
Masing-masing beratnya 2,5 ton tanpa semen. Kalau 
diperbandingkan dengan bangunan modern, tingginya sekitar 
40 lantai.

Tapi, sayangnya, proyek Malaysia ini bakal terganjal. 
Ketua Supreme Council of Antiquities (SCA) Mesir yang 
bertanggung jawab atas situs bersejarah di Mesir 
memberikan sinyal negatif. "(Proyek) Ini tidak boleh 
dilanjutkan," ujar Zahi Hawass selaku ketua SCA. "Piramida 
tidak boleh dihias oleh siapapun di dunia. Tidak seorang 
pun boleh melakukannya."

"Mengapa saya harus memberi izin? Kalau mereka (Malaysia) 
ingin melakukan propaganda, lakukan di tempat lain saja. 
Jangan di Kairo," lanjutnya. Hawass menegaskan, pihaknya 
tak hanya menolak Malaysia, tapi juga semua permintaan 
untuk mengeksploitasi situs kekayaan dunia yang berusia 
4.600 tahun itu. (ap/thestar/any)



========================================================================================
Ikuti Lomba Foto Wisata 2005, kirimkan foto-foto terbaik Anda. Pengiriman mulai 
1 November s.d 31 Desember 2005. Keterangan lengkap ada di 
http://lombafoto.telkomnetinstan.com/ dan dapatkan hadiah jutaan rupiah!! 
(khusus Jawa Timur)
========================================================================================
 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke