Assalamu'alaikum wr.wb. Ananda Efri Safitra, Membaca pertanyaan ananda tentang ada batu melayang ketika Nabi Muhammad SAW Mi'raj di Masjidil Aqsa sebagai tempat berpijak Nabi ketika naik ke langit. Riwayat Isra' Mi'raj dalam Kisah Para Nabi disinggung sebagai "hajar" tempat berpijak Nabi Muhammad ketika Mi'raj kelangit ingin ikut bersama Nabi Muhammad benar-benar ada. Sebagai mu'jizat, Nabi melarang batu itu ikut dan memerintahkan batu tersebut kembali ketempat asalnya semula. Ada yang mengatakan riwayat ini termasuk dho'if (lemah). Batu yang dimaksud masih ada sampai sekarang, tepatnya terletak di bawah Qubbah Sakhra (disebut Mesjid Umar Ibn Khattab, karena Umar bin Khattablah yang semula membangunnya), bukan terletak di dalam Mesjid Al-Aqsha. Antara Masjid Umar dan Masjid Aqsha dibatasi oleh lapangan luas. Penulis pribadi alhamdulillah sudah berkesempatan dengan izin Allah berkunjung beberapa kali ke Baitul Maqdis (Jerusalem) dan shalat di sana, terakhir tahun 2001 dari Damaskus. Kunjungan saya pertama ketika bersama-sama dengan pasukan PBB Garuda VIII tahun 1975, dilanjutkan kunjungan berikutnya ketika bertugas sebagai wartawan LKBN Antara untuk Cairo dan Timur Tengah. Kunjungan penulis ikut bersama rombongan Presiden Anwar Sadat (1977) dalam kunjungan spektakuler bersejarah missi perdamaian Anwar Sadat setelah perundingan Camp David tercapai dan menginap di King Daud Hotel yang terkenal itu. Kunjungan ini bulan Nopember 1977 bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, dimana rombongan Pres. Sadat shalat Idul Adha di Masjid Al-Aqsha. Dalam kunjungan-kunjungan itu, saya berusaha menyaksikan kebenaran "batu melayang" itu. Ternyata memang ada batu itu, dahulu konon memang terpisah (melayang) tetapi sekarang tidak terputus seperti yang ditulis, tetapi masih menyambung dengan tanah dan sudah dibangun tangga untuk turun naik. Ketika kita berada dibawah batu tersebut dapat melihat dengan jelas bahwa batu itu menyatu dengan tanah (sekarang), hanya terangkat dari tanah lebih kurang 2 meter sehingga kita dapat berdiri dibawahnya. Konon, batu inilah yang diperintahkan Rasulullah untuk tidak ikut mi'raj bersamanya dan tetap berada di tempatnya. Ketika ditanyakan kepada penjaganya dijawab memang benar. Riwayat ini kami terima turun temurun sebagai penjaga Masjidil Aqsha. Adapun dalam foto terlihat bahwa batu seperti terlepas/terpisah, kemungkinan adalah tipuan kamera belaka atau foto itu diambil dari posisi sambungan antara batu dan tanah cuacanya gelap atau sengaja dikaburkan. Pemerintah Israel (Yahudi) tidak pernah melarang untuk melihat batu tersebut. Apabila anda berkesempatan berziarah ke Baitul Maqdis dan shalat di Masjid Suci Ketiga itu, silakan melihat sendiri keberadaan batu itu. Wallahu a'lam bissawab .. Wassalam Zulharbi Salim (63)
----- Original Message ----- From: "Ahmad Ridha" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Friday, December 30, 2005 8:21 PM Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Batu malayang efri safitra wrote: Assalammualaikum W.W, Wa 'alaikumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh, Apak, amak, uda uni jo mamak kasadonyo dipalantako,ambo ka batanyo ciek satantangan batu malayang. Konon katonyo batuko dipakai dek nabi sabagai pijakan sawaktu israk mi'raj. Batu itu malayang diudaro alias indak talatak / basingguangan jo tanah. Ada beberapa hadits tantang Isra' Mi'raj-nyo Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah bausaho mangumpua-kan hadits-hadits tu jo manjaleh-an derajatnyo di kitabnyo Shahiih al-Isra' wa al-Mi'raj (Isra' Mi'raj: Kumpulan Hadits dan Takhrijnya, Pustaka Azzam, 2002). Rasonyo ambo alun pernah mambaco tantang batu malayang tu. Nan ado disabuik-an adolah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam mi'raj samo Jibril 'alaihis salaam naiak Buraq. Dalam peristiwa isra' mi'raj ko ado beberapa mukjizat seperti: - proses pembelahan dada dan pencucian hati Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam - basuo jo sebagian rasul sabalun beliau - shalat beliau mengimami para nabi 'alaihimus salaam - dinampak-annyo miniatur Masjidil Aqsa ka Rasulullah wakatu ditanyo urang-urang Quraisy tantang bantuak Masjidil Aqsha Ambo ado gambarnyo dek karano palanta indak manarimo attachment jadi indak bisa ambo kirimkan. Keberadaan batuko di rahasiokan dek urang2 yahudi. Apo iyo ado batu iko atau cuma rekayasa urang sajo ?, Ambo alah pernah mancaliak gambarnyo. Tapi apo iyo gambar tu asli? Kan kecek-nyo dirahasiokan dek urang-urang Yahudi? Baa lo urang tu dapek fotonyo. Jadi harus jaleh sumbernyo. Internet tu kan banyak pulo isinyo nan indak bisa dipicayo (hoax). Paralu pulo hadits shahih nan manjaleh-an tantang batu tu kok ka dikait-kan ka Isra' Mi'raj. Allahul musta'aan. Allahu Ta'ala a'lam. Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1980M/1400H) -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

