Saya tidak kenal bundo Nisma, dari yang saya baca dari postingan2 
yang ada ternyata bundo ini salah seorang perintis milis ini dan 
termasuk salah seorang yang cukup disegani dan dituakan, sukses 
sebagai wanita karir pada jaman yang menurut beliau tidak banyak 
wanita yang bisa mencapai apa yang beliau capai. Sebagai generasi 
jaman orang tua saya, saya sangat mengerti apa yang dikhawatirkan 
bundo, saya mengerti orang tua yang terlalu mengkhawatirkan sesuatu 
yang akhirnya memblok anak2 mereka dari informasi yang menurut 
mereka tidak layak ditampilkan secara vulgar, sebagai seorang anak 
yang masih sangat haus dengan jawaban akan pertanyaan2 saya selama 
ini saya tidak setuju, saya sudah cukup "dewasa" untuk tahu apa yang 
menurut orang tua selama ini tabu, saya bisa menilai sendiri apa 
yang tidak pantas dan tidak pantas untuk diyakini dan dilakukan, 
adat boleh dipegang, tapi tidak semua adat baik, kenapa kita tidak 
mencoba mendobrak hal2 yang tidak cocok? apa kita harus begitu 
fanatiknya dengan adat hingga akhirnya kita hidup akan selalu jalan 
ditempat? 

selama ini saya hanya peserta pasif di mailing list ini, sekali2 
baca2 postingan sanak2 lewat yahoogroups.com, terakhir posting2an 
Rahima banyak menarik perhatian saya dan bisa menjawab pertanyaan2 
besar di kepala saya ini, tidak semua pernyataan beliau yang 
berkenan di hati saya yang menurut saya terlalu melebih2kan dan 
mengecilkan kelompok lain yang menurut saya pada kenyataan tidak 
jelek. Ini sempat membuat saya akhirnya gatal me-reply 
untuk "berdebat" dengan member milis ini nammun entah kenapa sampai 
sekarang email itu tidak diapprove oleh moderator, apa karena isinya 
yang tidak berkenan dihati karena terlalu berterus terang membuka 
mata borok kaum sendiri atau karena memang para moderator tidak 
sempat melongok postingan saya, jadi sejak saat itu saya kembali 
pasif karena saya memang bukan tipe yang begitu suka menulis email 
buat perintang waktu, saya akan menulis jika saya memang ingin 
menulis yang ingin saya tulis. 

dari membaca perdebatan Rahima dan bundo Nisma melalui email di 
milis ini saya yang membaca bisa menilai sendiri siapa yang berusaha 
menasehati dan menyindir salah satu pihak tapi ternyata beliau 
melakukan hal yang sama, ini bukan buruk sangka lagi, tapi kenyataan 
yang tersirat dipostingan ini, hal yang manusiawi sekali 
sebenarnya....cuman kadang orang malu/segan mengakui kesalahannya 
atau mungkin beliau salah dalam cara mengungkapkan apa yang ingin 
disampaikan.

Susah sebenarnya untuk memiliki seorang generasi yang mau berbicara 
dan apa yang dibicarakan cukup berisi dan bukan hanya "tong kosong 
nyaring bunyinya" orang pintar berbicara banyak, tapi orang yang 
pintar berbicara dan punya isi dikepalanya tidak banyak....bundo 
bisa jadi sebagai salah satu pelopor di milis ini, tapi bundo akan 
menghancurkan apa yang bundo rintis dengan susah payah jika bundo 
berusaha membungkan mulut member milis ini. (jika memang bundo 
mempunyai niat untuk memiliki generasi yang mempunyai kualitas bukan 
hanya kuantitas)

Saya termasuk orang yang sangat liberal, pendikan seks dari kecil, 
kenapa tidak? Orang mau berciuman dan bertelanjang ya terserah 
mereka, saya tidak akan menghujat, karena saya belum tentu lebih 
baik dari mereka, terserah orang lain berbuat apa selama mereka 
tidak mengganggu saya. Takut anak2 jaman sekarang terjerumus seperti 
contoh2 tidak baik yang mereka liat? tidak menjamin! kondisi 
sekarang belum tentu lebih baik....orang ngomong seadanya tapi 
menyinggung perasaan saya, itu lebih baik daripada mereka bermanis2 
dimuka saya tapi dibelakang saya menjadi ular. Well mungkin bahkan 
dalam hal ini bundo dan Rahima bahkan tidak setuju dengan saya, tapi 
itulah manisnya perbedaan, mungkin dilain waktu kita bisa berdebat 
langsung lebih sengit untuk mencari kebenaran yang hakiki :)










--- In [EMAIL PROTECTED], Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Da Tasril, dan dunsanak netter semuanya.
> 
> Saya bukan bermaksud membela da Sutan, karena saya
> sering mendapatkan postingan beliau nadanya begitu.
> Saya sendiri pernah dibilang saat kami adu pendapat
> tentang " Syariat Islam, kalau tidak salah", karena
> salah faham saja, sampai da Sutan bilang kesaya
> kira-kira begini bunyinya : " Aneh yah, memang
> beginilah kalau diskusi dengan yang muda-muda ini".
> 
> Sungguh saya ngak sakit hati kala itu, bahkan lucu,
> dan mengerti, bahwa memang begitulah gaya da Sutan.
> Melihat postingan-postingan beliau dalam "berceramah"
> tentang agama, saya ingat ustadz-ustadz saya dulu. "
> Tuan...tuan..dst..."
> 
> Akhirnya saya bisa memahami dan mengerti karakter dan
> gaya serta jiwa seseorang, dan itu tidak pernah saya
> permasalahkan.
> 
> Tiga point yang pertama dari keanehan yang da Sutan
> sampaikan, saya kira benar adanya, hanya cara
> penyampaiannya saja kali masing-masing persepsi kita
> memandang dengan perbedaan.
> 
> Pada point terakhir, memang sedikit "keras, dan
> menyakitkan", kata-kata koq kita yang tua-tua ini "iri
> pada yang muda mentah".
> 
> Disinilah sebagai seorang wanita yang punya perasaan
> halus, cukup sedih dikatakan iri tersebut, yang saya
> menyadari sekali tidak akan mungkin bundo Nismah
> sampai iri semacam itu pada saya. Tetapi seketika itu
> juga saya teringat, begitulah pedihnya atau
> lukanya(kemungkinan, saya tidak tahu hati seseorang),
> disaat bundo Nismah juga pernah mengatakan tentang
> salah seorang perempuan netter disini iri pada netter
> lainnya, padahal saya juga mengetahui bahwa perempuan
> itu tidaklah mungkin sampai iri begitu.
> 
> Nah, disinilah ada baiknya jangan sampai kita
> berburuksangka pada orang lain, mari sama-sama kita
> usahakan membuang jauh-jauh budaya "buruk sangka" itu.
> 
> Kapan majunya orang Minang ini, terutamanya diri kita
> sendiri, kalau budaya buruksangka, curiga lebih
> mendominasi, dan bersemayam didada, di hati dan jiwa
> kita?. Kenapa kita tidak berusaha keras menghilangkan
> budaya yang sangat bertentangan dengan ajaran islam
> kita itu? Bukankah masalah memanage hati ini lebih
> diutamakan ketimbang kita harus beramal
> sebanyak-banyaknya, sementara hati kita masih diisi
> dengan penyakit curiga dan buruksangka itu?
> 
> Da Tasril, sebagai orang yang masih muda, masih
> mentah, masih menginginkan bimbingan yang dari tua dan
> berpengalaman, contoh tauladan yang baik, dari para
> ninik mamak, bundo-bundo sangat-sangat menentukan
> sikap para generasi muda-muda semacam saya
> ini.Walaupun saya tidak mengerti akan Adat istiadat,
> tetapi faham akan adab.
> 
> Jalan diampek keceknyo nan mandaki, manurun, mandata,
> melereng, tentu saya lihat dari  kata-kata yang
> tua-tua disini. Saya hanya tahu agama, belum mengerti
> adat Minang. Hanya mendengar saja, tanpa ada bacaan
> sedikitpun, tentu suatu keheranan bagi saya bila yang
> dijadikan panutan melakukan hal yang sama. 
> Cobalah kita perhatikan bagaimana balasan bundo Nismah
> seperti dibawah ini, apakah ini yang menjadi panutan
> saya yang muda-mentah ini?
> 
> Haa haa anda Sutan Sinaro adalah seorang pemuja Rahima
> ya Alhamdulillah 
> ambo
> tidak iri dengan kehebatan ustaz yang anda bilang ini.
> Semoga Alllah 
> SWT
> mengutuk orang yang berburuk sangka. Silakan menulis
> sebanyak-banyaknya 
> di
> surau  bundo sebagai sesepuh menginginnkan ke khas an
> Minang yang 
> selalu
> kita pertahankan.  Mano Lembang Alam mano Bandaro
> Labiah tolonglah isi
> dengan kebudayaan kita yang hampir punah.
> 
> Kata-kata balasan sampai menuduh seseorang atau
> berburuksangka dengan lelaki muslim lainnya sebagai
> "pemuja", dan kata-kata yang tidak pantas dilontarkan
> dari kita muslimah pada muslim lainnya yang sangat
> keras "MENGUTUK", orang-orang yang berburuksangka,
> padahal tanpa disadari kita melakukannya, atau pernah
> juga melakukannya, atau akan melakukannya.
> 
> Setahu saya kata-kata kutukan hanya tertuju untuk
> orang Yahudi, orang menyogok dan disogok, orang yang
> mengikis giginya, sanggul rambut, kikis alis mata dan
> sebagainya. Tidak untuk muslim kepada muslim lainnya.
> Kata-kata inikah sebagai panutan yang harus saya lihat
> dari yang tua-tua. Tolonglah kaum yang tua-tua juga
> memberikan contoh tauladan yang baik bagi saya, atau
> kami yang muda-muda ini, nasehatilah kami, tetapi
> berikanlah pada kami contoh tauladan yang bisa kami
> pegang. 
> 
> Tetapi begitulah sangka baik lebih mendominasi, karena
> agama lebih terpatri dihati, saya tetap mengatakan "
> Yah,..begitulah manusia, memang ada salah, khilaf, dan
> memang begitulah adanya manusia didunia ini".
> 
> Demikian, sekali lagi bukan maksud membela da Sutan
> Sinaro, tetapi melihat memang ada "keanehan" disana.
> 
> Wassalamu'alaikum. Rahima (36 thn), yang masih muda,
> mentah dalam segala hal, dan tetap membutuhkan
> bimbingan dari para generasi tua bimbingan yang lurus,
> contoh tauladan yang baik dan benar.
> 
> 
> 
> --- Tasril Moeis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Iyo bana sabana aneh kini ko mak st. Sinaro.
> > Nan labiah aneh pulo kok pak Ustadz kami bukan no
> > mandingin kan suasana tapi
> > sato pulo ma agiah bensin. Aaaa batambah gadang lah
> > api tu mak Sutan.
> > 
> > Tan Ameh
> 
> 
> 
>               
> __________________________________________ 
> Yahoo! DSL – Something to write home about. 
> Just $16.99/mo. or less. 
> dsl.yahoo.com 
> 
> 
> --------------------------------------------------------------
> Website: http://www.rantaunet.org
> =========================================================
> Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, 
silahkan ke: 
> http://rantaunet.org/palanta-setting
> --------------------------------------------------------------
> UNTUK DIPERHATIKAN:
> - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
> - Besar posting maksimum 100 KB
> - Mengirim attachment ditolak oleh sistem
> =========================================================
>





--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke