Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
============================================

Segala puji bagi Allah Tuhan segenap alam, shalawat dan salam atas nabi dan
rasul termulia, Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam serta seluruh
shahabatnya. 

Termasuk karunia Allah dan pertolonganNya adalah menjadikan muslim kebaikan
bagi hambaNya yang shalih dan memperpanjang umur mereka untuk menyongsong
kebahagiaan dan kesejahteraan di hari kemudian. Waktu-waktu yang agung dan
termulia itu diantaranya adalah sepuluh hari (awal) bulan Dzulhijjah.
Dalil-dalilnya adalah:

Firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala : "Demi fajar, dan malam yang sepuluh."
(Al-Fajar: 1-2) Ibnu Katsir Rahimahullah menerangkan, bahwa yang di maksud
ada-lah 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah. 

Firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala : "Pada hari-hari yang telah ditentukan."
(Al-Hajj: 28) Ibnu Abbas Radhiallaahu 'anhu berkata yaitu: hari-hari sepuluh
(Dzulhijjah). 

Ibnu Abbas radhiallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
sallam bersabda: "Tiada amal ibadah di hari apapun yang lebih utama dari 10
hari ini" mereka bertanya, "tidak pula jihad? Rasulullah bersabda: "Tidak
pula jihad, kecuali seseorang yang keluar mempertaruhkan jiwa dan hartanya,
kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun." (HR. Al-Bukhari) 

Ibnu Umar radhiallaahu 'anhu berkata: "Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
sallam bersabda: "Tiada hari-hari yang paling agung di sisi Allah dan
dicintaiNya untuk beramal di dalamnya dari pada 10 hari (Dzulhijjah) ini,
maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada saat ini." (HR.
At-Thabrani)

Ibadah Yang Dianjurkan Pada Hari-Hari Tersebut
Shalat; Disunnahkan berangkat lebih awal menuju (jamaah) shalat fardhu.
Memperbanyak shalat sunnah, karena hal itu merupakan sarana pendekatan yang
paling utama. 

Sahabat Tsauban Radhiallaahu 'anhu berkata: saya mendengar Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda "Hendaklah kalian memperbanyak sujud
kepada Allah. Kerena sesungguhnya tidaklah kalian sujud sekali saja, kecuali
Allah akan mengangkat kalian semua kepadaNya dengan sujud itu satu derajat
dan menggugurkan dengannya dari kalian satu dosa" (HR. Muslim) dan ini
umumnya bagi setiap waktu. 

Puasa: Diriwayatkan dari sahabat Hunaidhan bin Khalid dari istrinya dari
sebagian istri Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata: "Adalah
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam berpuasa pada 9 Dzulhijjah,
sepuluh Muharram dan tiga hari setiap bulan" (HR. Ahmad, Abu Daud dan
An-Nasa'i) 
Imam An-Nawawi berkata tentang puasa di hari-hari sepuluh (awal) Dzulhijjah:
"Sesungguhnya ia amat dianjurkan" 

Takbir, tahlil dan tahmid; sebagaimana telah di nukil dari hadits Ibnu Umar
Radhiallaahu 'anhu di atas: "Maka perba-nyaklah tahlil, takbir dan tahmid" 

Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata: "Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhu dan Abu
Hurairah Radhiallaahu 'anhu keluar ke pasar sambil mengumandangkan takbir
dan orang-orang membaca takbir karena takbir beliau berdua." Al-Bukhari juga
mengatakan, "Umar Radhiallaahu 'anhu bertakbir di kubah beliau di Mina
sehingga jamaah masjid bertakbir mengumandang-kannya dan bertakbir semua,
penghuni pasar-pasar bertakbir sehingga Mina merata dengan gema takbir". 
Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhu juga bertakbir di Mina di hari-hari itu, usai
shalat fardhu, di atas kudanya, dalam tenda, di waktu duduk dan berjalannya,
di hari itu seluruhnya disunnahkan mengeraskan takbir karena Umar, putranya
dan Abi Hurairah melakukan demikian. 

Puasa pada hari Arafah; bagi selain yang melaksanakan ibadah haji sangat
dianjurkan berpuasa hari Arafah karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
sallam bersabda tentang puasa Arafah ini, "Yaitu menjadi jaminan Allah untuk
menghapus (dosa-dosa hamba) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya" (HR.
Muslim

Keutamaan Hari Qurban. 

Banyak kaum muslimin yang lupa akan keagungan hari ini padahal para ulama
berpendapat bahwa hari ini adalah hari yang paling utama dalam satu tahun
secara mutlak bahkan melebihi hari Arafah. 
Ibnu Qoyim berkata: " Sebaik-baik hari disisi Allah adalah hari Raya Qurban,
yaitu hari raya Haji yang agung". Sebagaimana dijelaskan dalam Sunan Abu
Dawud dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam : "Sesungguhnya seagung-agung
hari di sisi Allah adalah hari raya Qurban, kemudian hari menetap" (hari
menetap yaitu hari menetap di Mina, yaitu tanggal sebelas). Demikian pula
hari Arafah, yang juga sama-sama mulia dan agung. 

Dengan Apa Menyambut Saat-Saat Kebajikan 

Seyogyanya seluruh kaum Muslimin menyambut musim-musim kabajikan ini dengan
bertaubat yang benar dan bersungguh-sungguh setulus hati meninggalkan dosa
dan kemaksiatan, karena dosa menjadi sebab terhalanginya manusia dari
fadhilah Tuhan dan menjadikan hatinya tertutup dari perlindunganNya. 

Seyogyanya pula menyongsong dengan tekad dan kemauan yang kuat dan benar
untuk merebut amalan-amalan yang diridhai Allah Subhaanahu wa Ta'ala sebab
orang yang bersungguh-sungguh menu-ju Allah, maka Allah pasti
bersungguh-sungguh kepadanya. 
Firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala , artinya: "Dan orang-orang yang berjihad
untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada
mereka jalan-jalan Kami.Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta
orang-orang yang berbuat baik". (Al-Ankabut: 69) 
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang,
luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang
bertaqwa" (Al-Imran:133) 

Maka marilah senantiasa bersemangat merebut kesempatan yang akan segera
lewat, sebelum benar-benar terlewatkan hingga kita menyesal padahal
penyesalan begini tidak berguna. Dan masuklah dalam golongan orang-orang
yang dipuji Allah dalam firman-Nya, artinya: "Sesungguhnya mereka adalah
orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan
yang baik dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka
adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami." (Al-Anbiya: 90) 

HUKUM HARI RAYA QURBAN 

Hari raya ini adalah keistimewaan khusus buat umat kita, perayaan agama yang
meriah, termasuk syiar dienul Islam, maka marilah kita berpartisipasi dan
mengagungkannya. Allah berfirman, artinya: "Demikianlah (perintah Allah).
Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu
timbul dari ketaqwaan hati". (QS: Al-Hajj: 32) 

Adab-adab dan hukum Idul Adha:

Takbir, disyariatkan bertakbir mulai Shubuh hari Arafah (9 Dzulhijjah)
sampai pada waktu Ashar di akhir hari Tasyriq (tanggal 13 Dzulhijjah). 
Disunnahkan bagi kaum pria meninggikan suaranya di masjid-masjid pasar,
rumah, juga setiap usai shalat wajib sebagai bukti mengagungkan Allah dan
menampakkan ibadah dan syukur kepadaNya. 

Menyembelih Qur'ban; Dilaksanakan setelah shalat hari raya, karena Rasul
Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang menyembelih sebelum
shalat maka hendaklah mengulangi berikutnya dan siapa belum menyembelih
hendaklah menyembelih." (HR. Al-Bukhari). 

Waktu menyembelih adalah 4 hari, yaitu hari Idul Adha dan 3 hari Tasyrik
(tanggal: 11, 12 dan 13) sebagaimana sabda Rasul Shallallaahu 'alaihi wa
sallam : "Seluruh hari Tasyrik adalah hari-hari menyembelih" (Silsilah
hadits shahih No. 2476) 

Mandi dan menggunakan minyak wangi bagi kaum lelaki; Berpakaian yang paling
bagus tanpa berlebihan maupun terlalu panjang, tidak mencukur jenggot,
karena hukumnya haram. Sedangkan bagi kaum perempuan disyariatkan keluar ke
tempat shalat tanpa pakaian mewah dan tanpa minyak wangi. Jangan sampai
dalam shalat yang tujuannya berbuat ketaatan kepada Allah, mereka malah
memakai pakaian yang menentangNya, seperti pakaian mewah, membuka aurat dan
wewangian di depan lelaki. 

Makan daging Qurban: "Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak makan
sampai kembali dari shalat kemudian makan dari daging Qurban". 

Pergi ke tempat shalat Ied dengan berjalan kaki selagi tidak menyusahkan.
Menurut sunnah, shalat hari Raya adalah dilaksanakan di tanah lapang kecuali
ada halangan, seperti hujan maka dilaksanakan di dalam masjid seperti yang
dilakukan Rasul Shallallaahu 'alaihi wa sallam . 

Shalat bersama kaum muslimin, lalu mendengarkan khutbah. Berdasar-kan firman
Allah Subhaanahu wa Ta'ala , yang artinya: "Maka dirikanlah shalat karena
Rabbmu; dan berkorbanlah" (QS. 108:2) 
Shalat Ied tidak boleh ditinggal kecuali karena udzur menurut syariat, kaum
wanita diperintahkan mendatangi juga, termasuk wanita yang sedang haidh,
juga orang tua, namun posisi wanita yang haidh menjauh dari tempat shalat. 

Melewati jalan yang berbeda: Di sunnahkan bagi Anda berangkat ke mushalla
(tempat shalat di lapangan) hari raya ini melewati satu jalan dan pulang
lewat jalan yang lain, karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam
melaksanakan demikian. 

Mengucapkan selamat berhari raya di bolehkan seperti ucapan semoga Allah
menerima amal ibadah kami dan Anda sekalian.

Berhati-hatilah saudara dari kesalahan sebagian manusia, di antaranya: 

Takbir dengan berjamaah: dengan suara satu atau mengulang-ulang setelah
takbir seseorang. 

Perbuatan sia-sia yang diharamkan, seperti mendengarkan nyanyian, menonton
film-film, berkencan maupun pertemuan lelaki dan perempuan selain mahram,
dan kemaksiatan lainnya. 

Memotong rambut dan kuku bagi yang akan berkorban sampai setelah
menyembelih, karena dilarang Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam . 

Berpesta pora; berboros-borosan atau mubadzir tanpa ada keperluan dan
kebaikan.

Disarikan dari Nasrah Darul Qasim, Fadhlu 'Arsy Dzilhijjah. (Waznin Mahfudh)



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke