Mungkin ado nan paralu dinukil dari beberapa tulisan :
"Bagaimana Kabar Kaki Anda Pagi Ini?" 

"Lo, ada apa pula ini. Tak ada hujan tak ada angin, kok tiba-tiba bertanya 
tentang kaki?" demikian mungkin pikir Anda. 

 

Bukan apa-apa, sih. Pertanyaan itu sebenarnya hanya memancing Anda agar 
memperhatikan kondisi kaki pagi ini. 

Kaki, karena terletak di bagian paling bawah, memang paling sering kurang 
mendapat perhatian. Jangan-jangan, kita baru memperhatikannya setelah merasakan 
gangguan. Wah, semoga kecurigaan itu salah. 

Namun, kalaupun benar kita jarang memperhatikan kaki, jangan lantas menyalahkan 
diri sendiri kalau tiba-tiba kaki terasa sakit saat melangkah turun dari tempat 
tidur di pagi hari. 

Nyeri cengkring-cengkring itu biasanya menyerang tumit. Sakitnya seperti 
tertusuk pisau kecil. Anehnya, selang beberapa menit berjalan, nyeri itu 
perlahan-lahan menghilang.

 

Apa yang sebenarnya terjadi pada tumit kita? 

Sol jaringan ikat

 

Nyeri tumit memang acap datang tanpa disangka-sangka. Gejalanya pun sebenarnya 
jarang menjadi pertanda penyakit serius. Pada umumnya penyebab utamanya adalah 
gangguan yang disebut plantar fasciitis atau peradangan bagian plantar fascia. 
Walaupun bisa juga merupakan akibat dari saraf terjepit atau gangguan kronis, 
macam artritis atau bursitis. 

Plantar fascia merupakan struktur serupa jaringan fibrus (ikat) yang lebar yang 
terentang dari tulang tumit hingga pangkal tulang jari kaki. Gunanya seperti 
pita karet tebal di telapak dasar kaki, yakni sebagai penyangga bagian lengkung 
kaki agar bagian tersebut tidak lunglai. 

Menurut Jonathan S. Jaivin, MD, dari Southern California Orthopedic Institute, 
kasus nyeri tumit tercatat sebagai kasus yang paling sering terjadi. 

Penyebabnya, telapak kaki yang bekerja terlalu "keras". Tugas berat dapat 
mengakibatkan plastar fascia tegang sehingga menarik tulang tumit. Kegiatan 
yang dinilai membebani kaki tersebut di antaranya berjalan, joging, mengangkat 
barang berat, dan berdiri terlalu lama. Plantar fasciitis dapat pula terjadi 
kalau seseorang yang semula secara fisik kurang aktif lalu mendadak melakukan 
kegiatan fisik. 

Akibatnya, bila kegiatan berbeban berat itu dilakukan terus-menerus, plantar 
fascia akan tertekan. Malah bisa-bisa menimbulkan sobekan kecil pada pita alias 
"sol" kaki, peradangan, dan rasa sakit serta nyeri. Pada umumnya rasa sakit 
berkembang secara perlahan-lahan, mendadak, atau tiba-tiba sekali. Rasa sakit 
lebih hebat timbul pagi hari, saat fascia dalam keadaan kaku. Nyeri itu umumnya 
menghilang saat otot kaki melemas. Namun, dapat kambuh saat kita duduk atau 
berdiri dalam waktu lama, naik tangga, atau berdiri berjinjit. 

Serangan yang biasanya hanya menyerang satu kaki - meski beberapa kasus terjadi 
pada dua kaki - dimulai dengan nyeri ringan di tulang tumit. Dari pengamatan 
dicatat, nyeri itu lebih sering terasa setelah - bukan selama - berolahraga. 

Plantar fasciitis harus segera diatasi. Bukan hanya karena menimbulkan 
ketidaknyamanan, tetapi juga kalau dibiarkan saja kondisi itu dapat menjadi 
kronis. Tidak tertutup kemungkinan juga menghambat aktivitas penderita dan 
menimbulkan gangguan pada kaki, lutut, pinggul, dan punggung. Itu karena 
plantar fasciitis mengubah cara berjalan seseorang. 

Tak kenal usia

  a.. Plantar fasciitis dapat saja terjadi pada semua usia. Namun, kelompok 
orang yang rawan menderita nyeri tumit ini memiliki ciri khusus. 
Beberapa kelompok itu di antaranya pelari, olahragawan atletik, orang dengan 
jenis pekerjaan yang menuntutnya berdiri atau berjalan dalam waktu cukup lama - 
terutama bila dilakukan di permukaan yang keras. 

Selain itu "korbannya" juga orang yang kelebihan bobot badan - termasuk juga 
wanita hamil. Semakin berat badan kita, akan semakin bertambah tekanan pada 
kaki. 

Orang yang memiliki telapak kaki datar atau sangat melengkung harus pula 
berhati-hati. Itu karena saat ia berjalan atau berlari beban berat pada kaki 
tidak tersebar merata. Kondisi demikian akan membebani plantar fascia. 

Orang berusia lanjut pun harus lebih memperhatikan kakinya agar terhindar dari 
gangguan tersebut. Pasalnya, semakin tua seseorang, semakin kurang kelenturan 
plantar fascia-nya. Artinya, bantal-an lemak yang melindungi tulang tumit sudah 
menipis dan tidak lagi bisa menahan tekanan bila kaki terbebani. Tulang tumit 
dan jaringan yang berhubungan ke situ pun semakin tertekan. 

Risiko mengalami nyeri tumit juga akan semakin besar bila seseorang menggunakan 
sepatu kurang tepat. Misalnya, sepatu dengan sol tipis - yang kurang bisa 
mendukung bagian tengah telapak, terlalu besar di bagian tumit, atau sudah tua. 

Sedangkan memakai sepatu bertumit tinggi (lebih dari 5 cm) secara rutin dapat 
memendekkan otot achilles (otot daging tumit) - yang menempel pada tulang tumit 
- dan mengencangkan otot betis. Namun, saat kita menggantinya dengan sepatu 
tumit datar justru akan menambah ketegangan pada tumit. Jadi, sepatu paling 
tepat sebenarnya yang bertumit rendah. 

Kompres hingga operasi

  a.. Ada terapi mudah mengatasinya bila gangguan terhitung ringan. Caranya, 
berjalan dengan langkah-langkah ringan. Biasanya rasa nyeri serta peradangan 
perlahan-lahan berkurang. 
Terapi lain dengan melakukan kompres es. Tujuan utamanya, untuk menyembuhkan 
robekan dan mengurangi peradangan sekaligus mencegah kambuh kembali. Kompres 
dengan es di daerah yang sakit sekitar 20 menit setelah melakukan suatu 
kegiatan. 

Memijat dengan es dianjurkan pula dilakukan setiap malam sebelum tidur selama 
10 - 14 hari. Caranya pijat pelan bagian telapak kaki menggunakan es batu - 
yang dibuat dengan cetakan gelas plastik bekas. Guling-gulingkan es batu selama 
15 menit. 

Selain terapi tersebut, penderita biasanya dianjurkan menggunakan alat bantu. 
Misalnya, memakai sepatu dengan sol yang mampu mengurangi penyerapan benturan 
pada kaki, atau memasang bantalan tumit dari karet untuk tujuan yang sama. 

Usahakan pula saat tidur, plantar fascia berada dalam posisi rileks. Kaki yang 
terus tegang akan membuatnya meregang dan robek kembali. 

Bila terapi pertama kurang memberikan hasil untuk mengurangi nyeri, dapat 
diberikan suntikan kortikosteroid. Suntikan pada tumit acap dapat membantu 
menghilangkan peradangan kalau dengan cara lain tidak mempan. Namun, suntikan 
yang terlalu banyak tidak dianjurkan, karena malah dapat melemahkan serta 
merusak plantar fascia serta menyusutkan bantalan lemak di sekeliling tulang 
tumit. 

Selain itu, ada juga dokter yang - selain memberikan obat untuk mengatasi 
radang di tumit - meminta pasiennya memakai gips selama beberapa minggu. 

Beberapa minggu? Lama sekali? 

Benar, salah satu kunci utama keberhasilan mengatasi nyeri tumit adalah 
kesabaran. Kesembuhan memang tidak dapat dengan cepat diraih. Gambaran umumnya, 
ada yang membutuhkan waktu 2 bulan, tapi ada pula yang sampai 6 bulan. Bahkan, 
ada pula yang sampai setahun masih didera nyeri tersebut. 

Nah, bagi yang menderita plantar fasciitis selama setahun atau lebih, bahkan 
penderitaan itu demikian parah sehingga menghambat dalam melakukan pekerjaan 
sehari-hari, mungkin perlu menjalani pembedahan. Namun pembedahan ini dalam 
kenyataan jarang dilakukan. 

Menurut, dr. stephen L. Barret, DPM & Robert O'Malley, DPM, kurang bijaksana 
rasanya untuk melakukan operasi pada pasien yang baru menjalani percobaan 
pengobatan selama waktu singkat dan belum lengkap melakukan pemeriksaan mekanis 
kaki tidak normal yang mengakibatkan gangguan tersebut. Operasi hanya dilakukan 
pada sedikit pasien yang gagal mendapat manfaat dari terapi pertama dan kedua, 
serta masih merasakan nyeri tumit yang meng-ganggu setelah menjalani terapi 
dalam jangka waktu cukup lama. 

Kurangi beban

  a.. Selain menjalani terapi, penderita plantar fasciitis harus pula melakukan 
perubahan gaya hidup untuk mendukung kesembuhan. 
Salah satunya, mencari cara alternatif. Bukan melulu berolahraga dengan 
berjoging atau jalan kaki. Lakukan olahraga secara bergantian seperti berenang 
atau bersepeda. Intinya, lakukan olahraga yang mengurangi beban pada tumit. 
Melakukan latihan peregangan setiap hari akan meningkatkan fleksibilitas 
plantar fascia, otot achilles, dan otot betis. Beberapa latihan peregangan di 
antaranya membersihkan jari-jari kaki dengan handuk, meregangkan jari-jari kaki 
dengan bantuan jari tangan, meregangkan betis dan tumit pada lantai. Latihan 
peregangan pagi hari sebelum beranjak dari tempat tidur akan membantu 
melemaskan kembali plantar fascia yang semalaman tidak digerakkan. 

Memakai sepatu bertumit rendah sampai sedang, antara 2,5 - 5 cm, kokoh, dan 
mendukung bagian tengah telapak kaki. Pilih sepatu berkualitas baik untuk 
berjalan dan berlari. 

Advis yang tak boleh dilupakan bagi mereka yang memiliki bobot badan berlebih, 
berusahalah mengurangi berat badan. 

Jadi, bila mengalami nyeri tumit, jangan hanya merasa kesal. Meski gangguan 
tumit memang bisa menjengkelkan, tetapi sekadar merasa kesal justru tidak akan 
menyelesaikan masalahnya

Mudah2an baguno bagi dunsanak sadono.

St. Tumamaik (43,6)
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke