http://www.kompas.com/kompas-cetak/0601/07/sumbagut/2345157.htm
Mancermati Manajemen Wisata Jalan Kaki
Menyebut wisata jalan kaki mungkin ada yang menilai tidak menarik. Akan
tetapi, bagi Direktur Sumatra and Beyond Ridwan Tulus, wisata ini sebuah
peluang baru yang penuh tantangan dan berprospek cerah. Ia mengundang 400
wisatawan asing dan sekitar 500 wisatawan nusantara untuk mengikuti Wisata
Jalan Kaki untuk Perdamaian di Sumbar, 23-26 Maret 2006.
âPejalan kaki dunia yang datang antara lain dari Jepang, Belgia, Korea
Selatan, China, Rusia, Australia, Selandia Baru, dan sejumlah negara Eropa
Timur. Sedangkan dari dalam negeri dari Bali, Jakarta, Bandung, Lampung,
Riau, dan Medan. Peminat sangat banyak, tapi melihat kesiapan hotel di
Sumbar, saya batasi untuk 400 wisatawan jalan kaki dunia,â katanya, Jumat
(6/1) di Padang.
Untuk merayu dan mengundang sekitar 15 juta anggota pejalan kaki dunia yang
tersebar di puluhan negara, Ridwan mempelajari manajemen mengelola wisata
jalan kaki ke Jepang. Bahkan, berpromosi dengan jalan kaki sejauh 1.300 km,
mengelilingi Pulau Kyusu, Jepang, tahun Oktober 2002. Sebenarnya, pejalan
kaki dunia akan berwisata ke Sumatera Barat, Oktober 2002. Cuma karena ada
peristiwa bom Bali, rencana tersebut ditunda.
Menurut Ridwan, Sumbar kini menjadi incaran jutaan pejalan kaki dunia. Alam
yang indah, unik, beragam, dan menantang merupakan sasaran para pejalan kaki
dunia.
âUntuk lebih meyakinkan mereka dan agar Sumbar dipercaya menjadi tuan
rumah, saya bertolak ke Jerman awal November 2005 ini mengikuti sidang
International Marching League (IML), yang diikuti 27 negara anggota IML,â
kata Ridwan.
Menurut dia, Sumbar akhirnya ditunjuk oleh IML sebagai tuan rumah kegiatan
wisata jalan kaki dunia, Maret 2006. Wisata jalan kaki di Indonesia
diperkenalkan Ridwan sejak tahun 2002. Wisata jalan kaki juga sekaligus
sebagai ruang untuk menjalin persahabatan internasional dan pertukaran
kebudayaan. Bahkan sekaligus bisa menghimpun dana sosial untuk daerah
bencana.
Dengan demikian, wisata jalan kaki cepat terkenal dan diminati wisatawan di
dunia. Untuk ini telah dibentuk badan resmi, yakni IML, beranggotakan 27
negara termasuk Indonesia dengan 15 juta anggota. IML yang berkantor pusat
di Fukuoka, Jepang, ini setiap tahun menggelar event di negara anggota IML.
Di Sumbar, mereka akan menikmati keindahan Kota Padang, kemudian lintasan
Puncak Lawang-Matur-tepian Danau Maninjau (Kabupaten Agam) dan lintasan
pusat Kota Bukittingi-Panorama Lobang Jepang-Ngarai Sianok-Koto Gadang.
Setiap hari mereka harus jalan kaki 20 km. Itu ketentuan organisasi untuk
mendapatkan semacam brevet, medali, dan fasilitas lainnya.
âLintasan-lintasan itu termasuk kategori medium yang disukai anggota IML
untuk dijajal dan dinikmati,â ujar Ridwan. (YURNALDI)
Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================