terima kasih banyak uda Arnold, atas kiriman nya.
menurut ambo dalam beberapa hal , karakter sosial orang cina tsb,
mirip pula dg masyarakat minang
khusus nya ttg inner circle ( batu besar yg jatuh ke kolam dan
memberikan efek gelombang )
bagi orang minang , yg kuat adalah ikatan keluarga dan kedaerahan
nya , merasa berasal dari suatu daerah tertentu ,
atau berafiliasi pada orang kaya / orang kuat tertentu ( misal dalam
istilah perbincangan , ada seorang minang yg dg bangga
menyebutkan , bahwa si anu (orang terkenal ) adalah mamak nyo, adalah
orang sekampung nyo , kawan se alumni sekolah dll )
dan tiap orang minang berusaha menjadi semacam batu besar yg memberi
gelombang besar tsb , jadi bahan perbincangan orang banyak ,
yg artinya juga adalah mendapat penghargaan diri yg tinggi pula.
berusaha menjadi orang kaya,menjadi orang terpandang , orang
terkenal , atau apapun juga yg membuat nya memiliki harga diri yg
tinggi
pada masyarakat nya.
walau pun dia orang kecil, semacam cingkariak ( kenek mobil ) atau
sopir taksi , tetap lah mereka berusaha untuk mendapatkan penghargaan
diri yg tinggi.
saya alami sendiri waktu dulu pulang kampung naik bis NPM, betapa
supir atau kenek bis tsb , bukan nya berusaha melayani penumpang dg
baik,
tapi seolah olah ia berusaha utk menjaga harga diri nya , karena
kalau melayani orang dg baik, akan menjatuhkan harga diri.
begitu pula supir taksi di bandara baru padang, BIM , "memakuak" ,
ber argumen keras dg penumpang agar membayar taksi dg mahal , bagi
mereka adalah kepuasan tersendiri, ada semacam rasa kemenangan (
walau aden urang bangsaik, walau supir taksi, tapi bisa den "pakuak"
juo , urang2 rantau yg merasa dirinya berhasil / kayo tsb ) . mereka
berusaha menutupi rasa rendah diri nya , dg menekan penumpang agar
membayar dg harga yg mahal , itu kemenangan bagi mereka. , jadi saya
melihat nya ini ada masalah psikologi sosial pula dalam kasus tsb
sekian sekedar pendapat tambahan dari ambo
sekedar tambahan pula , ada 3 hal mendasar yg menjadi acuan strategi
orang dalam berbisnis ;
yaitu Hong sui, ho kie dan ho peng.
hong sui : posisi tempat dan waktu yg tepat / cocok
ho kie : peruntungan yg baik ( berdasarkan analisa yg bagus ttg
apa bisnis yg didalami )
ho peng : teman dekat , teman kepercayaan , yg dipercaya menjadi
rekanan dalam usaha dan kegiatan lain nya
( jadi teringat , supplier teknik , PT Kawan
lama sejahtera , nah kira2 spt itulah maksud ho peng tsb )
dibanding pebisnis rang awak dg orang cina, adalah orang minang sulit
sekali mendapat kan ho peng dari sesama orang minang pula , terasa
ironis
salam
HM
bandung lautan sampah ( saat ini , bandung terkepung sampah yg
berserakan lagi , karena TPA nya telah ditutup , karena diprotes
masyarakat sekitar )
--- In [EMAIL PROTECTED], Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ** SOSIOLOGI MASYARAKAT TIONGHOA MENURUT FEI XIAOTONG **
>
> http://www.socineer.com/sinica-xiaotong.html
>
> Fei Xiaotong adalah seorang sosiolog dan anthropolog,
> dianggap ilmuwan modern dalam bidang ilmu sosial
> pertama dari China. Xiangtu Zhongguo adalah karya yang
> dia tulis sebagai pengantar Sosiologi untuk dipergunakan
> di universitas-universitas di China, melihat sosiologi dari
> segi pengalaman masyarakat tionghoa (vis- a-vis dari segi
> Barat). Fei dibredel waktu Revolusi Kebudayaan, dan
> pada akhir tahun 70-an di rehabilitasi, dan menjadi
> presiden pertama dari Chinese Society of Sociology.
> Bukunya Xiangtu Zhongguo diterjemahkan dan
> diterbitkan oleh University of California di Berkeley
> dengan judul "From the Soil: The Foundations of Chinese
> Society: A Translation of Fei Xiaotong's Xiangtu".
>
> Fei berusaha memahami masyarakat China dari segi
> chinese. Kalau di sosiologi model Barat, masyarakat bisa
> dilihat dari berbagai model, misalnya model organik
> (dimana masyarakat adalah terdiri dari komponen-
> komponen yang saling bekerja sama), atau model
> kompetitif ala Marxist (masyarakat adalah terdiri dari
> kelas-kelas yang saling berkompetisi), dan model-model
> lainnya. Fei melihat masyarakat China tidak menurut
> model-model yang ada dari tradisi intelektual Barat, tetapi
> dari pemahamannya dan pengalamannya sebagai seorang
> tionghoa itu sendiri.
>
> Dia mencoba menerangkan perbedaan masyarakat Barat
> dengan China. Masyarakat Barat dia ibaratkan seperti
> jerami-jerami yang diikat dalam bundelan, yang
> kemudian diikat lagi dalam bundelan yang lebih besar.
> Jadi, masyarakat Barat dia lihat sebagai masyarakat yang
> berciri organisatoris, dimana organisasi-organisasi
> kemasyarakatan mengikat masyarakat dan membuat
> masyarakat bisa bersatu dan bekerja sama. Cara pandang
> yang hampir sama juga dilakukan oleh Francis Fukuyama.
> Masyarakat Amerika dan Jepang menurut Fukuyama
> punya daya kohesi yang kuat, seperti batu bata yang
> kemudian membentuk bangunan kokoh.
>
> Masyarakat China, menurut Fei tidak dibentuk dengan
> model tersebut. Dia membuat analogi, bahwa masyarakat
> tionghoa itu seperti batu yang dilempar ke air, dan
> membentuk gelombang-gelombang dinamis. Setiap batu
> membentuk gelombang sendiri. Batu yang besar membuat
> gelombang besar, dan yang kecil gelombang kecil. Jika
> banyak batu masuk ke air, gelombang-gelombang itupun
> saling bertumpang tindih, tetapi tetap semua gelombang
> itu berpusat pada masing-masing batu tersebut.
>
> Dia memberi contoh kota Suchow yang terdiri dari
> terusan-terusan air seperti kota Venesia di Italy. Bedanya,
> kota Suchow itu kotor dan Venesia bersih. Setiap orang di
> China membuang sampah ke dalam kali. Juga dia
> memperlihatkan, bahwa dibiarkan begitu saja, orang
> tionghoa itu cenderung jorok di tempat umum, misalnya
> di toilet-toilet umum. Kenapa? Karena toilet umum, jalan
> umum, kali umum itu adalah barang milik publik. Orang
> tionghoa menurutnya tidak punya sense of belonging
> dengan barang milik umum, karena masyarakat tionghoa
> tidak dibentuk untuk kompak seperti masyarakat Barat.
> Barang milik umum (kung-yung), adalah untuk
> dieksploitasi sebesar mungkin untuk kepentingan pribadi.
>
> Lalu apa yang ada dalam lingkup concern orang tionghoa?
> Seperti batu yang dijatuhkan ke kolam dan membentuk
> lingkaran-lingkaran gelombang, orang tionghoa
> membentuk lingkaran-lingkaran hubungan antar manusia
> seperti itu. Yang berada di tengah adalah diri sendiri, lalu
> keluarga, dan seterusnya. Hubungan (quan-xie) itulah
> yang menjadi faktor utama apakah seseorang akan merasa
> concern terhadap sesuatu atau tidak. Seseorang yang
> punya kekuasaan besar, punya gelombang yang lebih
> besar dan meliputi lebih banyak orang. Konsep tjia /
> keluarga itu dinamis menurut konteksnya. Di perusahaan,
> orang kalau dianggap bagian dari keluarga, akan
> mendapat akses besar. Kita mungkin sering mendengar
> ungkapan, "jangan sungkan-sungkan, kita ini toh sudah
> satu keluarga." Inilah ungkapan perluasan istilah
> "keluarga" ke hubungan sosial yang lebih luas. Hanya
> orang yang berada dalam lingkaran tjia itu yang dianggap
> dekat, tentunya kedekatan itu sesuai dengan konteks.
> Seseorang yang dianggap dekat itu dikatakan dianggap
> masuk dalam keluarga. Semakin besar kekuasaan
> seseorang, semakin besar lingkaran keluarganya, sehingga
> orang kuat punya yang namanya "keluarga besar."
>
> Fei dengan demikian memperlihatkan ciri egocentric dari
> masyarakat tionghoa. Zhong itu dengan demikian berada
> di tengah dari lingkaran quan-xie dari masyarakat
> tionghoa tersebut. Pandangan ini cenderung kompatibel
> dengan beberapa pendapat dalam bidang kultural lain,
> misalnya pengembangan arsitektur China sebagai habitat
> hidup. Orang tionghoa tradisional cenderung membeli
> rumah, lalu dengan bertambahnya jumlah anggota
> keluarga, rumah dimekarkan ke sekelilingnya. Semakin
> besar keluarga, semakin besar ruang lingkup habitat
> rumah tersebut, dan rumah pusat adalah tempat tinggal
> kepala keluarga.
>
> Kalau menggabungkan model Fei ini dengan model
> Francis Fukujama, dimana dia menganalogikan
> masyarakat Amrik seperti batu bata, dan masyarakat
> Chinese seperti pasir di pantai, sangat menarik. Orang
> Chinese cenderung egocentric, karena itu, perusahaan-
> perusahyaan bisnis orang tionghoa sukar untuk bertahan
> lebih dari tiga generasi, karena sumber pengikatnya hilang.
> Perusahaan-perusahaan orang Amerika bisa bertahan
> lama, karena waktu pendirinya sudah tiada, masyarakat
> mengambil alih dengan kekompakan organisatoris. Ini
> membuat perusahaan-perusahaan Amerika bisa mekar
> menjadi perusahaan-perusahaan raksasa, sedangkan
> perusahaan-perusahaan orang tionghoa itu cenderung
> menjadi bisnis kecil tetapi kuantitasnya banyak. Orang
> tionghoa juga cenderung untuk keluar dari perusahaan
> induk untuk membentuk perusahaan kecil sendiri (spin-
> off). Dalam bahasa model Fei, ada kecenderungan batu-
> batu kecil untuk berusaha membentuk gelombang sendiri
> dibanding dengan bersatu dengan batu besar untuk
> membentuk gelombang lebih besar.
>
> Selfishness is the most serious shortcoming of country people. That
> is the opinion of those intelectuals who advocate rural
> reconstruction. When we think of selfishness, we think of the
> proverb "Eash person should sweep the snow from his own doorsteps
> and should not fret about the frost on his neighbor's roof." No one
> would deny that this proverb is one of the Chinese creeds.
Actually,
> this attitude is held not only by country people but also by city
> people. The person who only sweeps the snow from his own door is
> still regarded as having high social ethics.
> Fei Xiaotong
>
> Fei Xiaotong, anthropolog dan sosiolog yang banyak
> membuka mata orang tionghoa terhadap dirinya sendiri,
> meninggal pada umur 94 tahun 24 April 2005 yang lalu.
> Orbituarinya ditulis dimana-mana di seluruh dunia
> sebagai penghargaan padanya. Salah satunya yang ditulis
> The Guardian di England, bisa dibaca di:
> Fei Xiaotong, Anthropologist and reformer.
>
> Last Revised:Jan 11, 2006
> Copyright © 2006 socineer.com
> ---------------
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> =========================
> Moto: Email Kritik atau dikritiki?!? Hari gini, siapa Takut!
> -------------------------
> FYI: Join Milis AKI di www.Friendster.com, caranya tinggal add
email address [EMAIL PROTECTED] di bagian User Search. Anda bisa
melihat profile Members, biodata dan komentar2 dari teman2 mereka.
> -------------------------
> Setting Milis AKI :
>
> Digest: [EMAIL PROTECTED]
> Normal: [EMAIL PROTECTED]
>
> Untuk meminta bantuan, pertanyaan, perkenalan email kirim ke:
> [EMAIL PROTECTED]
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
> <*> To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/AhliKeuangan-Indonesia/
>
> <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
> http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>
> ===8<===========End of original message text===========
>
>
>
> --
> Best regards,
> Arnoldison mailto:[EMAIL PROTECTED]
>
>
> --------------------------------------------------------------
> Website: http://www.rantaunet.org
> =========================================================
> Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda,
silahkan ke:
> http://rantaunet.org/palanta-setting
> --------------------------------------------------------------
> UNTUK DIPERHATIKAN:
> - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
> - Besar posting maksimum 100 KB
> - Mengirim attachment ditolak oleh sistem
> =========================================================
>
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================