Mak Ngah, sebagai tambahan , dalam bahasa sunda, gedang lain lagi
artinya yaitu "buah pepaya"
Ambo raso kurang tepat pulo, gadang di Indonesia kan jadi gedang ,
karano lain raso bahaso nyo
Yang mungkin lebih dakek yo istilah godang di tanah batak ( godang
sambilan ) sebagai padanan kata gendang / kendang di jawa
Ttg carito2 asal usul namo jaman dulu itu, ambo raso hanyo di cari
cari sajo nan pas, padalah indak seperti itu asli nyo.
Seperti kisah , orang belanda dulu, suruh mengambil buah kelapa , dg
perintah
Do with gun ( tembak dg pistol saja buah kelapa tsb ) yg terdengar
oleh orang setempat ,
Menjadi duwegan / dawegan ( istilah sunda untuk buah kelapa )
Btw, mak ngah yo dunsanak sadonyo,
Nan masih bingung untuk ambo kini, dari ma istilah kato Kundang ,
pado namo malin kundang ,
Karano namo Kundang terasa asing asal nyo,
Bisa di jalehkan dari ma asal kata tsb, apo pulo harti nyo ?
Atau bisa kah sebenarnya cerita maling kundang tersebut hanya fiktif
belaka ?
karena di tanah sunda, juga dikenal istilah nama "kundang"
bukan nama orang, tapi nama sebuah alat
Salam
HM
banduang
--- In [EMAIL PROTECTED], Sjamsir Sjarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya baru tahu ada istilah "gedang" yang artinya pisang, dalam
Bahasa Jawa.
> Secara komparatif, istilah "gedang" yang diindonesiakan rasanya
disunglap
> dari istilah "gadang" (Bahasa Minangkabau) yang artinya "besar"
sama dengan
> "gede" dalam Bahasa Jawa.
>
> Pengindonesiaan atau Pemelayuan kata "gadang" menjadi "gedang" ini
sering
> kita lihat dalam istilah "Jam Gadang" (Bahasa Minang) yang
di"halus"kan
> menjadi "Jam Gedang" (misalnya "Bukittinggi Kota Jam Gedang") yang
biasanya
> janggal didengar telinga Minang. Barangkali itulah sebabnya
istilah "Rumah
> Gadang" (Rumah Adat Minangkabau) tidak dihaluskan atau digedangkan
pula
> menjadi Rumah Gedang (yang mungkin dianggap ofensif).
>
> Bahasa ("Caro" atau "Cara") Minang yang di"halus"kan (refined)
secara
> kelakar itu biasa disebut "Cara Halus" atau "Cara Alus" . Sedangkan
> "istilah 'Alus'" dalam "Cara Alus" di sini dihaluskan lagi
menjadi "Alas"
> sehingga Bahasa Minangkabau yang di"halus-halus"kan dengan
menyunglap bunyi
> itu biasa disebut juga "Cara Alas".
>
> Salam,
> -- Sjamsir Sjarif
>
> >From: "Peter Rietbergen" <ats-koewacht@>
> >Date: Mon Jan 16, 2006 9:39 am
> >Subject: RE: [BT] Gedang -- Piter...
> ><http://profiles.yahoo.com/priet001>priet001
> >
> >NP wrote:
> > > Pieter, saya pernah baca asal-usul yang usil mengenai kata
dalam bhs
> > > Jawa Gedang (=pisang). Katanya suatu ketika di jaman dulu ada
orang
> > > Belanda tersesat di hutan di pulau Jawa. Dalam keadaan lapar
> > > dan haus,
> > > si orang Belanda menemukan pisang, dan saking bahagianya
menemukan
> > > makanan, dia berteriak God dank (pokoknya begitu), intinya
terimakasih
> > > Tuhan. Validkah cerita ini?
> >
> >Nice story, hehehe. Sorry I can't confirm it. Sounds like
the "beling korek"
> >story.
> >
> >Peter
>
>
>
>
> No virus found in this outgoing message.
> Checked by AVG Anti-Virus.
> Version: 7.1.375 / Virus Database: 267.14.19/231 - Release Date:
1/16/2006
>
> --------------------------------------------------------------
> Website: http://www.rantaunet.org
> =========================================================
> Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda,
silahkan ke:
> http://rantaunet.org/palanta-setting
> --------------------------------------------------------------
> UNTUK DIPERHATIKAN:
> - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
> - Besar posting maksimum 100 KB
> - Mengirim attachment ditolak oleh sistem
> =========================================================
>
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================