Assalamua'alaikumwarahmatullahiwabarakaatuhu.

Artikel menarik kiriman dari seseorang.

Wassalam. Rahima(36thn)
 

"Bodoh,...Penyakit yang Membinasakan "   

   

          Bodoh adalah salah satu penyakit hati yang
sangat membahayakan dan sangat mengerikan akibatnya.
Akan tetapi sering dan mayoritas penderitanya tidak
merasa kalau dirinya sedang terjangkit penyakit
berbahaya ini. Dan karena penyakit bodoh inilah muncul
penyakit-penyakit hati yang lain seperti iri, dengki,
riya, sombong, ujub (membanggakan diri) dan lainnya. 

         Karena kebodohan ini adalah sumber segala
penyakit hati dan sumber segala kejahatan. Kebodohan
ini penyakit hati yang berbahaya lebih dahsyat
dibanding penyakit badan. Karena puncak dari penyakit
badan berakhir dengan kematian, adapun penyakit hati
akan mengantarkan penderitanya kepada kesengsaraan dan
kebinasaan yang kekal. Manusia yang terkena penyakit
ini hidupnya hina dan sengsara di dunia maupun di
akherat Allah Taala banyak menyebutkan dalam Al-Quran
tentang tercelanya dan hinanya serta balasan dan
akibat bagi orang-orang yang bodoh yang tidak mau tahu
tentang ilmu agama di dunia dan akherat.  

        

         Diantaranya Allah menyatakan dalam surat
Al-Furqon: 44 "Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan
mereka itu mendengar dan memahami ?. Mereka itu tidak
lain hanyalah seperti binatang ternak bahkan lebih
sesat jalannya".  Di dalam ayat ini, Allah Taala
menyerupakan orang-orang bodoh yang tidak mau tahu
ilmu agama seperi binatang ternak bahkan lebih sesat
dan jelek. 
         Di dalam surat Al-Anfal : 22. Allah juga
menyatakan: "Sesungguhnya binatang (makhluk) yang
paling jelek di sisi Allah adalah orang yang bisu dan
tuli yang tidak mau mengerti apapun (tidak mau
mendengar dan memahami kebenaran)".  Dalam ayat ini
Allah memberitakan bahwa orang-orang bodoh yang tidak
mau memahami kebenaran adalah binatang yang paling
jelek diantara seluruh binatang-binatang melata
seperti keledai, binatang buas, serangga, anjing dan
seluruh binatang yang lain. Maka orang-orang bodoh
yang tidak mau kebenaran lebih jahat dan lebih jelek
dari seluruh binatang.

         Kemudian Allah Taala juga menyatakan bahwa
orang-orang yang bodoh seperti orang-orang yang buta
yang tidak bisa melihat sebagaimana dalam surat Ar
Rodu : 19. Allah berfirman: "Adakah orang yang
mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu
dari Tuhanmu sama dengan orang yang buta ?"
Dan sungguh Allah Taala banyak mensifati orang-orang
yang jahil itu dengan bisu, buta dan tuli.
         Kemudian keberadaan orang-orang yang jahil
terhadap dakwahnya para rosul sejak rosul yang pertama
sampai rosul yang terakhir, mereka adalah musuh yang
paling berbahaya bahkan musuh para rosul yang
sebenarnya. Hingga Musa alaihissalam berlindung kepada
Allah agar tidak menjadi orang yang jahil, sebagaimana
dalam surat Al-Baqoroh: 67 "Aku berlindung kepada
Alloh agar tidak menjadi orang yang jahil".  Dan Allah
juga memerintahkan kepada nabinya shollallaahu alaihi
wassalam untuk berpaling dari orang yang jahil "Dan
berpalinglah engkau dari orang-orang yang jahil !"

         Kemudian Allah Taala juga menyerupakan orang
jahil yang tidak menerima dakwah rasul seperti orang
yang mati dan telah terkubur, walau jasad mereka
hidup. Karena dakwah rasul itu ilmu dan iman. Ilmu dan
iman inilah yang menjadikan hati itu hidup, kalau ilmu
dan iman tidak terdapat di hati orang maka orang itu
menjadi bodoh. Dan orang yang bodoh matilah hatinya.

         Akibat dari kebodohan inilah maka kehidupan
dia di dunia seperti orang buta tidak bisa melihat
kebenaran. Siapa yang tidak mengerti kebenaran maka
dia sesat dan menjalani hidup ini tanpa arah.
Orang yang buta mata hatinya akibat kebodohannya,
nanti akan dibangkitkan dalam keadaan buta. Dan
tempatnya adalah neraka jahannam. Sebagaimana firman
Allah Taala dalam surat Al-Isra: 72 dan 97
"Barang siapa di dunia ini buta mata hatinya maka dia
di akherat lebih buta dan lebih tersesat dari jalan
yang benar" "Dan kami akan mengumpulkan mereka pada
hari kiamat diseret atas muka mereka di seret dalam
keadaan buta, bisu dan pekak, tempat kediaman mereka
adalah neraka jahanam."

         Demikianlah akibat dan balasan bagi
orang-orang yang bodoh yang tidak mau tahu ilmu agama
ini. Karena memang demikianlah keadaan mereka di
dunia. Dan manusia dibangkitkan sesuai dengan keadaan
hatinya. Kebodohan juga salah satu sifat dari
sifat-sifat penduduk neraka sebagaimana Allah
menyatakan dalam surat Al-Araf: 179  "Dan sesungguhnya
Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan
dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi
tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)
dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan
Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).
Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka
lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang
lalai.."   Dalam ayat ini Allah Taala mengabarkan
tentang sifat-sifat penduduk neraka jahanam yaitu
orang-orang yang tidak memperoleh ilmu karena tidak
mau menggunakan sarana-sarana untuk mendapatkan ilmu
yaitu: akal, pendengaran, dan pengelihatan sehingga
mereka menjadi orang-orang yang bodoh. 

         Ini semua adalah menunjukkan tentang jeleknya
kebodohan itu dan tercelanya, orang yang jahil di
dunia dan di akherat. Betapa bahayanya dan
mengerikannya kalau kebodohan itu menimpa seseorang,
dia akan menerima akibatnya yang membinasakannya.
Namun mereka tidak merasa kalau mereka sedang
dijangkit penyakit berbahaya yang akan membinasakan
dirinya. Mereka tertawa dan terlena dengan
kegemilangan dunia, tidak sadar kalau mereka di atas
kesesatan bahkan di dalam kekafiran, kebidahan dan
kemaksiatan. Namun karena kebodohan, mereka tidak
merasa, bahkan merasa di atas kebenaran dan ketaatan.
Tatkala disampaikan Al-haq, mereka merasa resah dan
tertuduh sesat. Kenyataan ini melanda mayoritas kaum
muslim, orang mudanya, orang tuanya, rakyatnya dan
pimpinannya. Sungguh menyedihkan kenyataan ini.

Maka bagaimana kalau hal ini terus berlarut-larut
dibiarkan ?
         Semoga tulisan singkat ini menjadikan
peringatan bagi kita semua, sehingga kita semua
tersadar untuk merubah keadaan yang berbahaya dan
mengerikan ini untuk kemudian untuk meraih kehidupan
yang diridloi oleh Allah Taala yang akan mengantarkan
kepada kebahagiaan yang abadi, di dunia maupun di
akherat. Dan keadaan seperti ini tidak akan ada jalan
lain untuk merubahnya kecuali dengan bekal ilmu yang
bermanfaat. Karena kebodohan adalah penyakit hati yang
tidak ada obatnya kecuali dengan ilmu. Sebagaimana
sabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam :  "
Tidak lain obatnya kebodohan selain bertanya" (HR.
Ibnu Majjah, Ahmad dan yang lainnya).  Oleh karena
inilah Allah menamakan Al-Quran sebagai obat bagi
segala penyakit hati. Sebagaimana Allah berfirman
dalam surat Yunus: 57  "Hai manusia, sesungguhnya
telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam
dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang
beriman".
 

        Karena inilah kedudukan ulama seperti dokter,
yakni dokter hati. Maka butuhnya hati terhadap ilmu
seperti butuhnya nafas terhadap udara bahkan lebih
besar.  Ilmu itu bagi hati laksan air bagi ikan,
apabila hilang air maka matilah ikan.  Jadi kedudukan
ilmu bagi hati laksana cahaya bagi mata, laksana
mendengarnya telinga terhadap ucapan lisan, apabila
semua ini hilang maka hati itu laksana mata yang 
buta, telinga yang tuli dan lisan yang bisu.  wallahu
taala alam  [ Puji Hartono ]




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke