Karano Bahaso Malayu jo Bahaso Minang atau Bahaso Indonesia indak samo panggunoan katokatonyo mangko iko MakNgah agiah katarangan saketek arati kato-kato nan mungkin mangalirukan dalam postiang di bawah ko.

"pemadam" salah satu aratinyo salain pamadam api tapi di Malaysia aratinyo samo jo "paapuih papan" Caro Awaknyo.
"Cikgu", bacoannyo Cekgu, Buk Guru atau Pak Guru.
"tapak" dalam postiang ko bukan aratino tapak kaki, tapi dasar, landasan, atau parumahan, atau kini barangkali dikecekan urang pulo pondasi Caro Awaknyo.

Sakitulah dahulu sakadar manjalehkan aratinyo9 jansalah-salah mangarati saroman nan MakNgah caritokan dahulu kanmangai kato "jemput" dalam Bahaso Malayu indak samo jo "manjapuik" Caro Awak doh, tapi "undang" atau maundang atau mamanggia datang baralek misanyo. Jadi kok ado kawan dari Malaysia mangecekkan "Nanti awak akan 'dijeput' untuk kenduri di rumah kami", jan ditunggu-tunggu kawan tu untuak datang mambawo otonyo manjapuik awak. Jan bangih-bangih kalau awak indak dijapuiknyo jo otonyo. Mukasuiknyo "Nanti awak (dalam hal ko aratinyo kamu, atau saudara) akan 'diundang' untuak baralek di rumah kami".

Salam,
--MakNgah
X____________________________________H. Sjamsir Sjarif, MA
Indonesian Translator, Interpreter, and Cultural Consultant
        335 Gault St. #1, Santa Cruz, CA 95062, USA
Email: [EMAIL PROTECTED]     Tel. (831)-426-1333 Fax (831)426-8907
                               http://www.usindo.net/hambo
                                             Member of:
ATA,     American Translators Association http://www.atanet.org/
NCTA, Northern California Translators Association http://www.ncta.org/
IPA,      Indonesian Professional Association   http://www.ipanet.org/
=======================================================
...............
From: Yosza Dasril <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed Jan 18, 2006  12:36 pm
Subject: [EMAIL PROTECTED] Salinan Emel dari Malaysia [EMAIL PROTECTED]

Assalamua'laikum wr. wb,

Ambo doakan tuan-tuan di Palanta ko dalam keadaan
sehat handaknyo.

Sakadar untuk direnungkan, dalam bahasa Melayu....


Wass
Yosza

KENYATAAN HIDUP DISEBALIK PERMAINAN INI.

Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan
sesuatu kepada
murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di
tangan kirinya ada
kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu
berkata, "Saya ada satu
permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada
kapur, di tangan
kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka
berserulah "Kapur!",
jika saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!"

Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru
berganti-gantian
mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin
lama semakin cepat.
Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik
sekarang perhatikan.
Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika
saya angkat
pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan
seperti tadi, tentu
saja murid-murid tadi keliru dan kekok, dan sangat
sukar untuk
mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan
tidak lagi kekok.
Selang beberapa saat, permainan berhenti.

Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.
"Murid-murid, begitulah kita
umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu
bathil. Kita
begitu jelas membezakannya. Namun kemudian, musuh
musuh kita memaksakan
kepada kita dengan perbagai cara, untuk menukarkan
sesuatu, dari yang
haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama
mungkin akan sukar bagi
kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus
disosialisasikan dengan
cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun
kamu akan terbiasa
dengan hal itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya.
Musuh-musuh kamu
tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan
ketika.

"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu
yang pelik, Zina
tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal
yang lumrah, tanpa
rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan
dan trend, hiburan
yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib
adalah biasa,
materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain
lain." "Semuanya
sudah terbalik. Dan tanpa disedari, anda sedikit demi
sedikit
menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan
kemaksiatan. Paham?" tanya
Guru kepada murid-muridnya. "Paham cikgu..."

"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan.

"Cikgu ada Qur'an,cikgu akan letakkannya di tengah
karpet. Sekarang anda
berdiri diluar karpet. Permainannya adalah, bagaimana
caranya mengambil
Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?"

Murid-muridnya berpikir . Ada yang mencuba alternatif
dengan tongkat,dan
lain-lain.

Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya
karpet, dan ia ambil
Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak
karpet."Murid-murid, begitulah
ummat Islam dan musuh-musuhnya...Musuh-musuh Islam
tidak akan
memijak-mijak anda dengan terang-terang...Kerana tentu
anda akan
menolaknya mentah mentah. Orang biasapun tak akan rela
kalau Islam
dihina dihadapan mereka.
Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari
pinggir, sehingga
anda tidak sadar.

"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka
dibina tapak yang
kuat.
Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah
aqidah yang kuat.
Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah
kalau dimulai dgn
tapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan
dikeluarkan dulu,
kerusi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu
persatu, baru rumah
dihancurkan..."

"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia
tidak akan
menghentam terang-terangan, tapi ia akan
perlahan-lahan meletihkan anda.
Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan
lain-lain, sehingga
meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan
ajaran Islam dan
mengikuti cara yang mereka... Dan itulah yang mereka
inginkan." "Ini
semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang
Pemikiran). Dan inilah yang
dijalankan oleh musuh musuh kita... "

"Kenapa mereka tidak berani terang-terang
memijak-mijak cikgu?" tanya
murid- murid.

"Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang,
misalnya Perang
Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang
tidak lagi."
"Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan,
mereka tidak akan
sedar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak
terang-terangan,
mereka

akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar".

"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali
ini, dan mari kita
berdoa dahulu sebelum pulang..." Matahari bersinar
terik takala
anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar
mereka dengan pikiran
masing-masing di kepalanya...

RENUNGILAH SAHABAT SEMUA


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.1.375 / Virus Database: 267.14.20/232 - Release Date: 1/17/2006
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke