Assalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakaatuhu.

Mungkin kita sudah sering membaca atau mendengar
cerita semacam ini. 
Saya kagum dengan anak tersebut, siapakah ibunya,
siapakah ayahnya.Dan saya juga kagum dengan pemuda
yang memperhatikan nasib anak penjual kue tersebut,
siapakah istrinya, siapakah ibu dari pemuda tersebut,
siapakah ayahnya..dst..

Andaikan saja banyak manusia-manusia berhati semacam
kisah dibawah ini, mungkin tak sebanyak ini manusia
"sengsara/melarat" di "Indonesia khususnya".

Tetapi teramat disayangkan sangat sedikit, bahkan
tidak sedikit orang tua, ayah atau ibu yang melalaikan
anak-anaknya, hanya karena alasan ini dan itu. Sibuk
di kantor,karier, jabatan, sibuk dengan
perempuan/lelaki lainnya yang bukan dari ibu kandung
anak-anaknya sendiri. 

Wassalam. Rahima (36thn)

Siapakah ibunya/orang tuanya ?

Selesai berlibur dari kampung, saya harus kembali ke
kota. Mengingat
jalan tol yang juga padat, saya menyusuri jalan lama.
Terasa
mengantuk, saya singgah sebentar di sebuah restoran.
Begitu memesan
makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12
tahun muncul di
depan.

"Abang mau beli kue?" Katanya sambil tersenyum.
Tangannya segera menyelak daun pisang yang menjadi
penutup bakul kue
jajaannya.

"Tidak dik....abang sudah pesan makanan," jawab saya
ringkas. dia berlalu.
Begitu pesanan tiba, saya terus menikmatinya. Lebih
kurang 20 menit
kemudian saya melihat anak tadi menghampiri pelanggan
lain, sepasang
suami istri sepertinya. Mereka juga menolak, dia
berlalu begitu saja.

"Abang sudang makan , tak mau beli kue saya?" katanya
tenang ketika
menghampiri meja saya.

"Abang baru selesai makan di, masih kenyang nih," kata
saya sambil
menepuk-nepuk perut. Dia pergi, tapi cuma disekitar
restoran. Sampai
di situ dia meletakkan bakulnya yang masih penuh.
Setiap yang lalu
ditanya....

"Tak mau beli kue saya bang..pak.kakak atau ibu."

Molek budi bahasanya.

Pemilik restoran itu pun tak melarang dia keluar masuk
ke restorannya
menemui pelanggan. Sambil memperhatikan, terbersit
rasa kagum dan
kasihan di hati saya melihat betapa gigihnya dia
berusaha.
Tidak nampak keluh kesah atau tanda-tanda putus asa
dalam dirinya,
sekalipun orang yang ditemuinya enggan membeli kuenya.

Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus
pergi ke mobil.
Anak itu saya lihat berada agak jauh di deretan kedai
yang sama. Saya
buka pintu, membetulkan duduk dan menutup pintu. Belum
sempat saya
menghidupkan mesin, anak tadi berdiri di tepi mobil.
Dia menghadiahkan
sebuah senyuman.
Saya turunkan cermin. Membalas senyumannya.

"Abang sudah kenyang, tapi mungkin abang perlukan kue
saya untuk
adik-adik abang, ibu atau ayah abang," katanya sopan
sekali sambil
tersenyum. Sekali lagi dia memamerkan kue dalam bakul
dengan menyelak
daun pisang penutupnya. Saya tatap wajahnya, bersih
dan bersahaja.
Terpantul perasaan kasihan di hati. Lantas saya buka
dompet, dan
mengulurkan selembar uang Rp 20.000,- padanya.

"Ambil ini dik! Abang sedekah ....tak usah abang beli
kue itu." saya
berkata ikhlas karena perasaan kasihan meningkat
mendadak. Anak itu
menerima uang tersebut, lantas mengucapkan terima
kasih terus berjalan
kembali ke kaki lima deretan kedai. Saya gembira dapat
membantunya.

Setelah mesin mobil saya hidupkan . Saya memundurkan
mobil saya. Alangkah
terperanjatnya saya ketika melihat anak itu
mengulurkan uang Rp
20.000,- pemberian saya itu kepada seorang pengemis
yang buta kedua
matanya.

Saya terkejut ... saya hentikan mobil, memanggil anak
itu.

"Kenapa bang mau beli kue kah?" tanyanya.

"Kenapa adik berikan duit abang tadi pada pengemis
itu? Duit itu abang
berikan adik!" kata saya tanpa menjawab pertanyaannya.

"Bang saya tak bisa ambil duit itu. Emak marah kalau
dia tahu saya
mengemis. Kata emak kita mesti bekerja mencari nafkah
karena Allah.
Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang,
sedangkan jualan
masih banyak, mak pasti marah. Kata mak mengemis kerja
orang yang tak
berupaya, saya masih kuat bang!" katanya begitu
lancar. Saya heran
sekaligus kagum dengan pegangan hidup anak itu. Tanpa
banyak soal,
saya terus bertanya berapa harga semua kue dalam bakul
itu.

"Abang mau beli semua kah?" dia bertanya dan saya cuma
mengangguk.
Lidah saya kelu mau berkata. 

"Rp 25.000,- saja bang....." 

Selepas dia memasukkan satu persatu kuenya ke dalam
plastik, saya
ulurkan Rp 25.000,-. Dia mengucapkan terima kasih dan
terus pergi.
Saya perhatikan dia hingga hilang dari pandangan.

Dalam perjalanan, baru saya terfikir untuk bertanya
statusnya. Anak
yatim kah? Siapakah wanita berhati mulia yang
melahirkan dan
mendidiknya? Terus terang saya katakan , saya beli
kuenya bukan lagi
atas dasa kasihan, tetapi rasa kagum dengan sikapnya
yang dapat
menjadikan kerjanya suatu penghormatan. Sesungguhnya
saya kagum dengan
sikap anak itu.

Dia menyadarkan saya, siapa kita sebenarnya.

---
Mutiara Amaly "Penyejuk jiwa Penyubur Iman"


---

Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda: 
"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik,
dan tidak
menerima sesuatu kecuali yang baik." Dan sesungguhnya
Allah telah
memerintahkan kepada orang-orang beriman, seperti Dia
perintahkan
kepada para rasulNya dengan firmanNya, yang artinya:
"Wahai para Rasul, makanlah kalian dari makanan yang
baik-baik dan
kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku mengetahui
apa yang kalian
kerjakan". 
Dan firmanNya: 
"Wahai orang-orang yang beriman, makanlah kalian dari
makanan yang
baik-baik, dan bersyukurlah kamu kepada Allah, jika
benar-benar hanya
kepadaNya kamu menyembah."
Kemudian Rasulullah menyebutkan seorang laki-laki yang
menempuh
perjalanan jauh, rambutnya kusut lagi berdebu. Orang
tersebut
menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya
berdo'a: "Ya Tuhanku ..
Ya Tuhanku .." Sedangkan makanannya haram, minumannya
haram, dan baju
yang dipakainya dari hasil yang haram. Maka bagaimana
mungkin do'anya
akan dikabulkan?" (HR. Muslim, shahih).

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke