FYI

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, January 16, 2006 1:46 PM
Subject: Fwd: (Touched Story) : Tentang Alif

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Dear Sahabat ...
Cerita ini benar-benar mengharukan... dan mungkin bisa membuat kita
terharu dan menangis (terutama untuk yang sudah punya anak)...
Sahabat... bersyukurlah atas semua yang telah diberikan Allah SWT
kepada kita sampai saat ini... sebab bukan tidak mungkin semua nikmat
yang kita rasakan saat ini dalam sekejap akan hilang karena
sesungguhnya semuanya adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya...

Bagi yang sudah pernah menerimanya atau kurang berkenan dengan cerita
ini, saya mohon maaf...

Wassalam,
-------------------------------------
dr. A. Faishal Fahmy

TENTANG ALIF

Alif berumur 8 tahun 9 bln ketika meninggal, kelas 3 Michael Jordan di
  SD Lazuardi-Cinere. Alif mempunyai daya tahan tubuh yang bagus
(tinggi
137 cm dengan berat 41.5kg), sehingga waktu awal desember'05 adik2nya 
kena campak dan flu, Alif sehat sehat saja.
Pada tgl 9 November'05 Alif disunat di dr Ariono (ngikut jejak  
Ikhsannya Bu Ita). Alif sendiri yang ngotot minta disunat setelah
Lebaran, dan minta gitar sebagai hadiahnya. Perkembangan Alif sangat  
membanggakan, baik edukasi, sosialisasi, komunikasi, dan perilaku.
Sewaktu acara Isra Mi'raj di Lazuardi, Alif mengikuti lomba pidato dan
  berhasil menjadi juara 1. Pada saat pengumuman pemenang, Alif
diminta
tampil lagi berpidato di depan seluruh murid & guru SD & SMP Lazuardi.
  Adiknya Alif (Ifi) yg juga bersekolah di Lazuardi (kls 2), cerita ke
saya "Bunda, kakak Alif hebat deh, pidatonya bagus..gayanya juga
keren" Alif menimpali "pidatoku kayak Bung Karno Bun...".
Alif juga hobby musik, les drum di Purwacaraka, dan setelah sunat  
dibelikan gitar karena diapun minat belajar gitar.
Gurunya bilang : "kalau game tebak lagu, pasti diborong Alif, dari  
mulai lagu Peterpan, Jamrud, Gigi, Koes Plus, lagu2 baru di MTV,
sampai
lagu Oma Irama.....Alif pasti tau".
Alif juga pencinta bola, ikut ekskul bola di sekolah, dan tidak pernah
  absen nonton pertandingan bola. Alif rajin sholat , jika Ayah tidak
ada
di rumah maka Alif yang jadi imam sholat untuk Bunda & adik2nya.
Setiap  Subuh, dia membangunkanku untuk sholat. Dia nyalakan lampu
kamar,
matikan AC dan buka pintu, supaya aku tidak berlama lama di bawah   selimut.
Ketika dia melakukan kesalahan, dan Bundanya cemberut, dia pasti
langsung memelukku "Ibun..(panggilan sayangnya untuk Bunda)", dan
kalau
aku diam saja dia akan bilang "Ibun cantik,
sayangku...cintaku...maafin aku dong Bun". Biasanya saya luluh juga
dan memeluk dia, menggelitik lehernya, sampai dia tertawa   kegelian.

HARI HARI TERAKHIR ALIF
Semuanya terus berjalan seperti biasanya, tapi bedanya setelah disunat
  Alif sangat manja sama Bundanya, maunya dipeluk2, duduk dipangkuan,
sambil cium2 dan bilang "I love you Ibun..."   Hari Kamis (15/12/05)
ada acara ke Sea World dengan teman2 & guru2
Lazuardi, disana Alif ikut game dan terlihat happy banget (saya lihat
difoto2nya, gaya Alif sangat ceria). Kamis sore itu, setelah saya
pulang
kerja, Alif bilang :"Bun, aku pusing, malam ini gak usah belajar ya..."
Seminggu menjelang EHB tgl 19/12/05, saya sudah menyiapkan soal-soal  
latihan yang harus dikerjakan anak2 setiap sore, dan malamnya kita
review bersama-sama. Saya pegang lehernya, sedikit hangat, dan saya 
jawab "Ya udah, kakak (panggilan kami untuknya) istirahat aja, biar
nanti
sehat waktu EHB".
Dan seperti malam2 sebelumnya, Alif kemudian mengajak saya tidur. Dia 
 selalu menunggu saya, katanya : "kalau gak dipeluk Bunda, aku gak
bisa
tidur". Menurut mbaknya, Alif sudah dikasih Panadol Syrup.   Besoknya,
jumat (16/12/05) dia tanya :   "Aku sekolah gak Bun?" Aku pegang
kening dan lehernya, sudah tidak   hangat.
Aku jawab :"Rasanya gimana Kak? Kalau sudah enakan bisa sekolah, tapi 
 kalau masih pusing istirahat saja di rumah, biar nan ti fit untuk
EHB".
Dan akhirnya diputuskan hari itu Alif belajar di rumah saja, karena  
katanya masih pusing. Dan sayapun pergi ke kantor seperti biasa. Siang
saya sempet tlp ke rumah, katanya Alif males makan tapi akhirnya mau  
juga makan beberapa suap, dan Alif sempat muntah setelah makan.
Saya tanya : "Apanya yang sakit Kak?" Dia jawab :"Perutku sakit Bun.."
Aku pikir masuk angin atau kecapekan   kali sehabis dari Sea World.
Malam itu sepulang dari kantor, saya liat Alif habis sholat Maghrib  
bersama Ayah & Adik2nya, terus tiduran di kamar bawah dan bilang
"Malam ini aku mau tidur di kamar bawah saja dengan Ayah".
Bunda : "Tumben Kak gak mau tidur dengan Bunda. Ayah kan masih mandi, 
 Bunda peluk dulu deh sampai kakak tidur".
Alif :"Aku mau istirahat aja sendirian, Bunda jaga adik2 aja". Saya  
tetap saja peluk Alif. Sampai 3x Alif mengatakan kalimat yang sama
"Aku
mau istirahat sendirian, Bunda jaga adik2 aja". Sama sekali saya tidak
menangkap firasat apa2. Akhirnya setelah
menemani dia baca do'a sebelum tidur, saya cium dia dan membisikan  
"selamat malam sayang, mimpi indah ya...I love you"
Alif menjawab "I love you.." Ini memang sudah menjadi acara rutin 
sebelum tidur.

Sabtu (17/12/05 ) pagi, ketika saya keluar kamar, Alif sedang duduk  
nonton TV.   Bunda : "Mau sarapan Kak? Bunda suapin ya"
Alif : "Aku makan sendiri aja, tapi gak mau nasi, mpek2 aja (tanpa  
kuah cuka tentunya)". Mpek2 lenjer memang kesukaan Alif.
Dia ngajak jalan ke Pondok Indah Mall, tapi katanya mau ke dokter dulu
  biar cepet sembuh. Akupun siap2 untuk mengantar dia ke dokter, lagi2
dia   bilang : "Aku mau ke dokter sama Ayah, Bunda pergi dengan adik2
aja, nanti kita ketemu di Mall".
Pagi itu saya bawa adik2nya ke kantorku (ada acara sebentar), dan  
setelah itu bisa nyusul Alif & Ayah di PIM . Kita setuju mau jalan ke
PIM 2, mengingat Alif sedang kurang nafsu makan, dan hobbynya makan
Hoka   Hoka Bento paket special 1 tanpa mayonaise dan tanpa udang
gulung tepung   (biasanya kalau makan ini, Alif jadi semangat makan
dan habis 2 porsi).
Alif terus dibawa ke dokter di Hermina Depok, menurut dokter hanya  
gejala flu dan dikasih parasetamol untuk mengurangi pusingnya.
Siang itu Alif hanya makan sedikit, dan tidak lama kemudian muntah.  
Sempat pesan hot tea di Regal Cafe, Alif terus tiduran di kursi. Jam 4
sore pulang ke rumah. Dia minta dibelikan bakso, tetapi baru habis 2  
bakso, dia muntah lagi. Dikasih Vometa syrup agar dia tidak mual.
Akhirnya tiduran sambil nonton bola di TV, masih berceloteh
mengomentari   permainan bola. Sejak jam 20.30 sesekali dia bilang
dadanya sakit dan
bilang "Aku gak bisa muntah lagi Bun".
Kita berpikir mungkin karena perutnya kosong dan dia mual, jadi 
dadanya terasa ketarik. Kemudian dia sempat buang air besar 2x di
toilet, seperti biasa dia sudah bisa membersihkannya sendiri. Kita  
khawatir dehidrasi, jadi sering kita kasih minum air putih dan pocari
sweat, namun Alif muntah. Tapi kondisinya tidak terlalu
mengkhawatirkan,   dia masih jalan bolak balik kamar mandi - tempat
tidur. Ketika saya
peluk2, dia bilang  "Bun, adik Rafi mau susu tuh...bikinin dong".  
Ketika terlihat agak lemes, kita putuskan bawa ke rumah sakit terdekat
(Hermina), karena takut keburu dehidrasi. Waktu diajak ke rumah sakit,
  Alif mengangkat tangannya "Gendong aku Ayah..."
Sebelum digendong, sempat saya kasih minum dulu, sekitar 1/4 gelas dia
  habiskan. Alif diantar ayahnya ke rumah sakit sambil di gendong,
saya
nungguin adik2nya di rumah (Ifi 7 th dan Rafi 5 th) karena mereka
tidak   mau ditinggal.
Menurut ayahnya, sekitar 10 menit dari rumah, tiba2 nafas Alif  
terdengar seperti orang yang sedang mendengkur dan mulut Alif
mengeluarkan busa. Setelah dipegang, dadanya berhenti berdetak. Ayah  
dengan panik terus nyupir ke Hermina Depok sambil satu tangan pegang2 
 dada Alif, sekitar 10 menit kemudian sampai RS langsung digendong ke 
 UGD. Dokter sempat melakukan upaya, namun menurut dokter Alif sudah  
meninggal ketika sampai di RS. Menurut dokter UGD, Alif kemungkinan
kena   serangan jantung karena kuku jari tangan & kakinya, serta
bibirnya biru.   Saya sempat tanya apakah ada kemungkinan keracunan,
karena dia sempat   muntah. Tapi untuk mengetahui penyebab
meninggalnya Alif, perlu   dilakukan pemeriksaan lebih lanjut
(otopsi). Saya gak tega kalau badan   Alif harus ditusuk2 jarum dan
disayat pisau bedah.
Akhirnya saya & suami pasrah dan membawa Alif pulang ke rumah. Kami  
menolak menggunakan ambulans, saya gendong dia di kursi belakang, dan 
 suami saya nyupir. Saya ingin, untuk terak hir kalinya, menemani &  
memeluknya tidur di rumah. Wajah Alif seperti sedang tidur, tenang
sekali, dan bibirnya tersenyum. Malam itu, masih dengan baju tidur,  
bantal, dan selimutnya, Alif saya peluk sampai pagi. Ketika dimandikan
paginya, saya lihat di bahu kiri dan punggungnya terlihat biru lebam. 
 Walaupun dari setelah Subuh Alif sudah selesai dimandikan, namun saya
masih menunggu teman2 & guru sekolahnya Alif datang. Alhamdulillah,  
sahabat2 & guru2nya banyak yang datang, dan jam 10.00 hari Minggu
18/12/05 ) Alif disemayamkan di Pemakaman Umum Kalimulya II Depok.
Banyak   yang mengantarkan Alif ke tempat peristirahatan terakhirnya
(Satpam   kompleks sempat menghitung iring2an mobil yang mengantar
sebanyak 102   mobil). Alif-ku tersayang telah pergi dengan damai,
ditemani dengan   seluruh orang2 yang mencintainya. Selamat jalan
sayang....Bunda sangat   bangga sama Kakak yang dengan tenang dan
berani menghadapi maut dengan   senyuman. Bunda yakin, Allah pasti
membukakan pintu surga untuk Kakak..... - Amin

HASIL RENUNGAN SETELAH ALIF TIADA
Hanya 1 kata yang bisa saya ucapkan pada Alif dan kepada Allah  
penciptanya, yaitu "TERIMA KASIH". Terima kasih atas waktu 8 tahun 9
bulan yang telah diberikan oleh-NYA. Dan selama itu, Alif sudah  
memberikan rasa yang TER untuk Bunda. Rasa bahagia yang TERamat
sangat,
ketika Alif lahir (karena saya mengalami keguguran 2x dan harus terapi
  hormon untuk mendapatkan Alif, serta bed rest total sepanjang
kehamilan).
Rasa kagum yang TERamat sangat, ketika melihat Alif tumbuh dengan  
sehat dan lucu, setiap orang pasti akan mencubit pipinya yang
menggemaskan dan Alif akan tertawa senang.   Rasa kecewa, bingung,
yang TERamat sangat ketika dokter memvonis Alif   autis.
Rasa lelah yang TERamat sangat, dalam masa2 pencarian dokter,
terapis,sekolah (ternyata lebih gampang mencari kerja dibanding
mencari
sekolah yang tepat untuk Alif), membuat target, evaluasi progress 
kemajuan, membuat menu, dsb.
Rasa syukur yang TERamat sangat ketika kemudian jerih payah dan kerja 
 keras dalam penanganan Alif mulai membuahkan hasil dalam perkembangan
  perilaku, komunikasi, sosialisasi, dan edukasi.
Rasa bangga yang TERamat sangat ketika Alif 2 x mendapatkan Student of
  the Month di kelasnya, tampil di pentas pentas sekolah (menyanyi,
bermain pianika), punya talenta musik yang luar biasa, juara 1 pidato,
punya banyak sahabat, rajin sholat, ramah & perhatian sama semua orang
.
Teman, guru, satpam, orang tua murid yg rajin menunggu di sekolah,
saudara, tetangga, penjaga warung dekat sekolah, sopir2, tukang mpek2,
semua akan dia sapa kalau ketemu.
Rasa sedih yang TERamat dalam, ketika Alif harus pergi meninggalkan 
Bunda dengan tiba2.
Rasa menyesal yang TERamat sangat tidak bisa memberikan penanganan 
yang terbaik di saat2 akhirnya.
Sayapun menjadi jauh lebih sabar setelah memiliki Alif yang special.
Banyak hal yang telah Alif ajarkan kepada saya.. Terima kasih ya Kak......

APA KATA DOKTER ?
Dokter USG RS Hermina : Alif kemungkinan kena serangan jantung akut.
Dokter ahli jantung anak Harapan Kita : kemungkinan Alif dehidrasi
sehingga kekurangan elektrolit, sehingga jantungnya berhenti mendadak.
Dokter ahli bedah jantung RS Gleneagles : kemungkinan Alif pernah kena
virus Kawasaki (Alif memang pernah panas tinggi ketika berumur 2 th
dan  6 th) yang menyebabkan pembengkakan koroner, sehingga kurang
sedikit
cairan saja, bisa menyebabkan jantungnya berhenti seketika.   Dokter
anak di MMC : kemungkinan Alif kekurangan kalium, yang   mempercepat
berkurangnya elektrolit sehingga jantungnya berhenti   mendadak.
Sabtu (24/12/05) jadwal Alif ke dr Melly Budiman, saya & suami datang
untuk memberi tahu dr Melly dan mengucapkan terima kasih atas
perhatian   dan bimbingan dr Melly kepada Alif selama ini.
Dr Melly terkejut, sambil berderai air mata dia bilang  "Alif tidak
mungkin punya penyakit jantung, saya tau kondisi Alif "
Beliau sangat menyayangkan karena anak penyandang autis yang  
perkembangannya bagus seperti Alif, jumlahnya kurang dari 10%, beliau
juga ingat ketika terakhir ketemu, Alif cerita dengan bangga telah
jadi   juara 1 pidato.
Anak Autis juara pidato, dengan penghayatan, mimik, gerak tubuh, dan  
artikulasi yang bagus, disaksikan lebih dari 800 orang, menurut dr
Melly
waktu itu ..."Very Amazing"..
Beberapa tanda tanya yg tersisa :   Alif Dehidrasi ? Saya pernah kena
dehidrasi, kulit sampai keriput dan tidak sanggup berdiri karena
pusing sekali. Malam itu Alif masih bisa   jalan kesana kemari dan
kulitnya segar seperti biasa, matanyapun seperti   biasa (tidak cekung
/ sayu).
Alif kekurangan Kalium ? Bukankah hasil test rambut menyatakan Alif  
harus mengurangi Kalium sehingga kita terpaksa stop pisang
kesukaannya.
Alif punya masalah jantung ? Bukankah tgl 9 November dokter Ariono &  
dokter anestesi melakukan pemeriksaan awal sehingga mereka berani
melakukan bius total pada Alif, dan memang Alhamdulillah berhasil
dengan   baik.
By the way, saya percaya semua pihak (termasuk para dokter2 tsb) sudah
  memberikan the best effort & knowledgenya untuk Alif. Mungkin Alif
lebih   memilih cara seperti ini, dibandingkan kalau sebelumnya
diketahui ada   kelainan jantung, dia akan dioperasi, merasakan sakit
yang
berkepanjangan, kegiatannya dibatasi, dsb...dsb...

UJIAN BERIKUTNYA
Teka teki penyebab meninggalnya Alif, mendorong saya untuk membawa
adik2nya untuk check jantung ke Harapan Kita pada hari Kamis
(22/12/05).
Hasilnya ? Ternyata Ifi (adiknya Alif yg berumur 7 th 2 bl), sekat
serambi jantungnya bocor sebesar 9.8mm, yang dalam istilah kedokteran
disebut ASD sekundum.
Tersengat petir yang ke 2 membuat saya limbung, namun saya berusaha
tetap tersenyum di depan anak2, terutama Ifi. Saya lakukan cross check
  ke dr ahli jantung di RS Gleneagles pada hari Jumat (23/12/05),
hasilnya sama.
Ternyata ini maksud Alif memberikan teka teki penyebab meninggalnya,
agar Bunda memeriksakan adik Ifi dan adik Rafi ke dokter. Alif ingin
mengatakan bahwa adik Ifi mempunyai masalah di jantungnya.
Seperti pesan terakhirnya : "Aku mau istirahat sendirian, Bunda jaga 
adik2 aja".
Aduh Kakak....terima kasih...., Kakak sangat baik sekali, di saat  
akhirpun masih memikirkan adik2. Barangkali, selama 2 hari terakhir
Alif
seperti sengaja menjauh dari Bunda, juga mungkin ada maksudnya. Saat
ini, saya sedang mencari informasi sebanyak mungkin tentang case Ifi,
hari Rabu besok janjian kete mu dengan dr Sukman (RSCM) yang katanya
sudah pengalaman menangani kebocoran jantung dengan teknologi ASO yang
  tanpa bedah.
Dari beberapa informasi, symptom2 ASD biasanya tidak terlihat, namun
jika gejala2nya sudah muncul biasanya sudah terlambat.

Mohon doanya dari rekan rekan agar saya & keluarga berhasil melewati
cobaan ini. Dan jika ada yang mempunyai informasi apapun terkait
dengan
ASD, mohon kiranya dapat di share ke Japri saya.  Maaf tulisannya agak
panjang....nulisnya berurai air mata, tapi  rasanya ada agak plong
setelah bisa cerita panjang lebar kepada rekan rekan semua. Saya
berharap ada hikmah yang bisa diambil dari meninggalnya Alif. Yang
pasti, bersyukurlah kita semua telah dianugerahi anak special, yang
telah mengajarkan banyak hal agar kita menjadi lebih baik.  Barangkali
kalau Allah tidak menitipkan Alif pada saya selama 8 tahun 9 bulan,
saya tetap emosional, egois, tidak sabaran, tidak sering
ber"komunikasi" kepada Allah, tidak ber emphaty pada kekurangan orang
lain, dll.
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan mohon doanya.

Nicke (Bundanya Alif)

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke