Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuhu,


Aspek Kesejarahan Tabuik
Oleh Nelson Alwi 
Rabu, 25-Januari-2006, 04:39:36 19 clicks   
 
 
DI Pariaman, lazimnya pada pertigaan awal bulan Muharram, orang selalu
menyelenggarakan pesta tabuik. Karenanya, kronologis atau bagaimana
acara itu berlangsung, sudah tak asing lagi agaknya.  
 
 
Dengan kata lain, tulisan ini hanya sekadar mengungkap sejarah tabuik
-satu dari sekian aspek yang terkandung di dalamnya- yang mungkin belum
begitu memasyarakat benar. 

Sepeninggal Nabi Besar Muhammad SAW, secara berturut-turut diangkat
empat orang khalifah (Khalifah ur Rasyidin) yang terdiri dari Abu Bakar
Ash Shiddik, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. 

Berdasarkan sejarah Islam, kekhalifahan Ali senantiasa dirongrong
berbagai kericuhan politik yang menjurus pada bentrokan fisik di
kalangan umat Islam sendiri. Pengangkatan Ali memang tidak sepenuhnya
didukung oleh kaum muslimin. 

Kelompok Aisyah (janda Nabi), yang berhasil menyusun kekuatan di Mekah
dan Basrah melakukan pemberontakan, tetapi kalah dalam pertempuran yang
dikenal dengan Perang Jamal. Golongan Bani Umaiyah bangkit menantang Ali
karena memecat semua gubernur yang ditunjuk Utsman, termasuk Muawiyah
bin Abi Sufyan, Gubernur Syria. Maka perang pun berkobar kembali. Bala
tentara Bani Umaiyah yang sudah sangat terdesak dalam Perang Shiffin
menawarkan perdamaian (tahkim). Ali menyambutnya dengan tangan terbuka.
Dan ini tidak disetujui oleh mereka yang dinamai Kaum Khawarij, yang
akhirnya, dalam tahun 661 Masehi, berhasil membunuh Ali lewat pedang
beracun Abdurrakhman bin Muljam. 

Sewafat Ali -sehabis melaksanakan salat subuh di masjid Muffah- tampuk
kekuasaan dipegang oleh Muawiyah bin Abi Sufyan dari golongan Bani
Umaiyah. Sementara pengikut-pengikut Ali, kaum Syiah Alawiyin,
menobatkan Hassan (putra Ali dengan Fatimah binti Muhammad) sebagai
khalifah. 

Hassan mati diracun para pengikut Yazid bin Muawiyah yang baru
menggantikan ayahnya. Lalu tampillah Hussein adik Hassan. Dalam misi
atau upaya mengembalikan kehormatan keluarga pasukan Hussein bergerak
menuju Damaskus, pusat pemerintahan Yazid. Tapi di Padang Karbela
tentara Yazid telah siap-sedia menghadang penyerbuan. Maka terjadilah
Perang Karballa yang masyhur itu, yang berlangsung dari tanggal 1 hingga
10 Muharram 61 Hijriah. 

Hussein terkena anak panah musuh pada (pe)perang(an) itu. Dalam keadaan
terluka parah ia ditawan oleh Panglima Perang Ubaidillah. Dan atas
instruksi Yazid, seusai sembahyang Jumat -yang merupakan permintaan
terakhir Hussein- Ubaidillah pun mengeksekusi Hussein di halaman masjid
Damaskus: leher Hussein dipancung, sedang tubuhnya dicincang sampai
lumat. 

Kematian Hussein diratapi golongan Syiah. Mereka berkabung,
berbulan-bulan lamanya. Seiring dengan itu berkembang mitos atau
folklore yang tragis lagi dramatis sekali. 

Setelah gugur jenazah Hussein diselamatkan serombongan malaikat yang
turun dari langit. Kepingan-kepingan jasad cucu Rasulullah itu disatukan
dan dimasukkan ke dalam sebuah peti kayu berlapis emas. Ditaruh di atas
sejenis (arak-)arakan, lalu dibawa terbang oleh seekor burung besar
untuk menghadap Tuhan. Konon, pada saat itulah seorang pengikut Syiah
berkebangsaan Cipei atau Sipahi (India Belakang) berhasil menyeludup
dengan jalan menggelantung ke salah satu bagian arakan tersebut. Tapi di
perjalanan, kehadirannya diketahui para malaikat. Bagaimanapun dia
memohon supaya diperkenankan menyertai arakan berisi mayat orang yang
amat dicintainya itu, namun para malaikat tak mengabulkannya. 

Singkat cerita, buat sementara rombongan berikut (arak-)arakan kembali
ke bumi. Untuk menghibur hati orang Sipahi serta sekalian pengikut
Hussein yang sedang dilanda kesedihan yang sangat mendalam itu, malaikat
menyarankan agar mereka meniru atau membuat model arakan seperti apa
adanya: Tabuik, yang secara harfiah berarti peti kayu berlapis emas,
yang harus diarak berkeliling wilayah desa-kota setiap tanggal 10 Asyura
(Muharram). 

Ya, upacara tabuik sejatinya mengisahkan sejarah perjuangan-heroik
Hussein sampai syahid, melawan Yazid di kancah perang Padang Karbela. 

Sebagaimana diketahui, sewaktu Stanford Raffles berkuasa di Bengkulu
(1818), banyak orang Sipahi didatangkan sebagai tentara bayaran untuk
mempertahankan daerah jajahan Inggris itu. Dan orang-orang Sipahi yang
dikenal sebagai pengikut Syiah yang fanatik, setiap tahun selalu
mengadakan peringatan Asyura (Perang Karbela) dengan cara
menyelenggarakan acara Tabot alias Tabuik: sebagai pengejewantahan rasa
cinta-kasih atau pemujaan terhadap keturunan Ali yang memang amat
dihormati lagi diagungkan. 

Dengan tercapainya kesepakatan antara pemerintah Inggris dan Belanda, di
mana Inggris harus angkat kaki dari Bengkulu, maka bangsa Sipahi atau
Cipei pun (di)bebas(kan) memilih jalan sendiri-sendiri. Sebagian di
antara mereka terdampar ke Pariaman. Hal ini bisa dimaklumi, karena pada
waktu itu pesisir barat Sumatera merupakan jalur pelayaran-perniagaan
yang menggiurkan dan ramai dikunjungi para pedagang, dalam maupun luar
negeri. 

Artinya, pesta tabuik yang dulunya diadakan orang-orang Sipahi di
Bengkulu, dilanjutkan di pemukiman mereka yang baru. Dan itu, sudah
barang tentu mengalami penyesuaian atau berasimilasi dengan
adat-istiadat (penduduk) setempat. 

Dan sejalan dengan perkembangan zaman, tabuik pun mengalami
perubahan-perubahan signifikan, yang bersifat positif-konstruktif. Di
samping sarat unsur ritual keagamaan, di dalamnya juga terkandung nilai
sosial-kemasyarakatan, seni dan permainan (rakyat). Sementara
pelaksanaannya dapat dilangsungkan kapan dan di mana saja, seperti dalam
rangkaian acara 17 Agustusan dan lain sebagainya. 

Nelson Alwi, budayawan, bermukim di Padang 
 
 
    
Mutiara 
 
 
QS: Huud: 93 
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir
sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. QS:
Huud: 93 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke