Assalamualaikum ww,

  Ya,  mohon dicermati dgn kepala dingin

  -----Original Message-----

Assalamualaikum,
Semoga Mas Indro (warkop) baca!!!!
semoga Herman Sudiro tau!!!
gak mungkin Allah gak tau!!!
Wassalam

--- In [EMAIL PROTECTED], 
     
  " Ade Suharyanto"  <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
FYI, mohon dicermati dengan kepala dingin.

Semoga kita tidak termasuk kedalam golongan orang** yang arogan dan dibenci
Allah SWT...amin.

BRgds/@deSoe

_____ 

From: [EMAIL PROTECTED] 
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of email fr. LuQ
Sent: Tuesday, February 07, 2006 12:43 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [milist_SMA46] 
  Gerombolan Harley Davidson Makin Memuakkan dan Menjijikkan!

  Sebelumnya, saya mohon maaf sebesar2nya jika ada kata2 yg kurang berkenan di 
bawah ini. Maaf juga kepanjangan. Dan, terima kasih jika sudi membaca..
Dear para netters yang budiman..
Cerita tentang kearoganan gerombolan Harley Davidson (HD) di jalanan mungkin 
sudah kelewat basi. Sudah berkali-kali menjadi keluhan para pengguna jalan 
selama ini. (ingat seorang Bapak yang ditabokin gerombolan itu hanya karena 
mobilnya menghalangi arus HD?). Saya sendiri baru saja mengalami kejengkelan
luar biasa terhadap para cecunguk itu, Minggu sore (5/2) kemarin di Jalan 
Cinere Raya. Sore itu, Jalan Cinere Raya yang rusak itu macet seperti biasanya, 
baik ke arah Sawangan/Parung, apalagi ke arah Jakarta. 
Sendirian,saya mengendarai mobil dari arah Jakarta ke arah Sawangan. Arus mobil 
hanya dapat merambat pelan, demikian juga dengan arus kendaraan ke arah Jakarta,
yang malah lebih padat. Ketika tiba di depan perumahan di dekat Polsek Cinere, 
terdengar bunyi sirine melengking dan deru suara motor yang sangat
gaduh. Tak lama kemudian gerombolan cecunguk pengendara Harley Davidson,yang 
jumlahnya sekitar dua puluhan, tampak dari arah berlawanan (dari arah Sawangan 
kea rah Jkt). 
Ketika itu saya sempat berpikir positif, "Ah, lagi macet begini mungkin mereka 
akan lebih sabar dan sopan, berderet rapi mengikuti  arus yang memang sedang 
merambat pelan". Tapi rupanya tidak! Saya memperlambat
kendaraan karena khawatir tersenggol motor2 mahal mereka, yang mulai menyelip, 
memasuki ruang di sisi kanan mobil saya. Ketika mobil di depan saya sudah lebih 
maju, arus motor Harley dari arah berlawanan 
semakin banyak dan dengan arogannya mengambil kira2 sepertiga lajur di depan 
saya. 
Para pengendara itu dengan tangannya menyuruh saya lebih minggir ke 
kiri,padahal sisi jalan sebelah kiri juga sudah mentok. Ketika itu mobil saya 
sudah hampir sampai bagian jalan yang bottle-neck. Sementara, di 
sisi kanan mobil saya sudah diisi dengan motor2 besar mereka. Jelas, saya 
enggak mau memaksakan diri lebih mepet ke kiri, wong saya bergerak di lajur yang

semestinya!! Karena saya enggak mau ngalah, para cecunguk itu pun gondok dan 
meraung2kan gasnya. Saya lalu balas mengedip2kan lampu jauh mobil saya kpd
motor2 di depan saya itu. Mereka gak terima. seorang begundal HD lalu 
menggebrak kap mobil saya. 

Mungkin, karena saya perempuan, dipikirnya saya takut. Saya buka jendela mobil 
sampai habis, dan saya teriak: "Hey, jangan norak lu, gebrak2 ! Elu yang 
minggir !!" 
Begundal itu kayaknya tambah panas, dan ngegebrak lagi. Jelas saya enggak 
terima. Dengan kepala melongok ke luar jendela, saya pun mendampratnya lagi
dengan desibel suara makin tinggi (baca: teriak). 
Terpaksa deh, jadi tontonan para pengendara mobil lain. Tiba-tiba, mungkin 
karena marah didamprat perempuan (kecil pula), salah seorang pengendara lain
yang bertubuh gempal banget melayangkan tangannya yang kekar ke arah saya yang 
masih melongokkan kepala ke luar jendela sambil mendamprat. Saya pikir dia 
belagak ngancam mau nempeleng, rupanya spion mobil saya 
digamparnya dengan kuat sampai terlipat ke arah dalam. Saya benar2 panas, 
akhirnya saya
maki dia dengan sumpah serapah kasar (yang pertama kali keluar dari mulut saya 
di tahun 2006 ini), tentu dengan teriakan. Saya sebenarnya jarang memaki 
sekasar itu, paling banter semacam "brengsek atau setan". 
Tapi magrib yang hampir azan itu, mulut saya seperti kesurupan dan menyemburkan 
segala makian2 ekstrim. 
Ego pun makin nekat. Suara makian saya makin kencang dan dengan segenap 
kekuatan mengumpulkan ludah di mulut dan menyemburkannya ke  cecunguk2 HD itu. 
Bete banget, ludah saya gagal mengenai helm begundal itu dan cuma kena dikit di 
body motornya. Ketika itu nyaris saja saya mematikan mesin dan turun dari 
mobil. Pokoknya jengkel luar biasa. Tapi tiba2 sebagian otak saya
teringat pada Arundhati, malaikat kecil saya.. yang masih 20 bulan..Saya 
teringat juga cerita seorang bapak yang bonyok2 digamparin gerombolan HD hanya 
karena laju motornya terhalang mobil si bapak. Ego sempet bicara, "ah, gue kan 
perempuan, mana mungkin mereka berani". Tapi bayangan wajah si kecil di benak 
saya sukses mengurungkan niat saya itu.
Kesal dengan perdebatan bathin saya sendiri dan ulah mereka, akhirnya saya cuma 
bisa meraung2kan pedal gas mobil, memaki2, dan menyemburkan ludah kembali ke 
arah gerombolan itu.Sempat kesal, kenapa hari itu lupa 
membawa batang penyetrum, yang mungkin bisa bikin saya lebih pede kalo turun 
mobil.
Kebencian di dada rasanya betul2 membuncah. Saat melambatkan kendaraan untuk 
memasuki kompleks, satpam kompleks yang kebetulan nonton peristiwa itu, cuma
bilang: "Yah, sabar ajalah Mbak, maklum orang kelebihan duit, ngerasa yang 
punya negara. Kita mau apa?" ujarnya dengan wajah setenang telaga.
Duh Gusti, apa memang seperti itu yang dipikiran orang seperti pak satpam ?
Apa karena mereka berkelebihan materi, lalu bisa gagah-gagahan memamerkan hobi 
mahalnya, lantas BERHAK untuk mentang2 di jalanan? Terlebih jalanan seperti 
Jakarta dan sekitarnya yang sudah terbebani dengan kemacetan
kronis??! Emangnya, jalan embah Lu, apa ?
Masih sulit akal saya untuk menolerir aksi gagah2an mereka yang mentang2 itu. 
Pikiran kotor saya hanya sempat mengira, mereka hanyalah kumpulan begundal2 
impoten yang mencari kompensasi dengan mengangkangi moge (motor gede). 
Sehingga, tercapailah ilusi 
kegagahan diri
!! Benar2 memuakkan dan menjijikkan.
Seluruh pekerja seks komersial di negeri ini, di mata saya, sangat jauh lebih 
bermartabat ketimbang begundal2 itu ! Dan, se-ngesel2in-nya abang becak dan 
supir angkot, saya lebih menaruh hormat pada mereka, yang 
meski sering seenaknya, semua itu dilakukan dalam rangka nyambung hidup di 
zaman susah ini. Sementara, begundal2 yg sok elit itu ?! Huh, itu Harley 
bisa jadi juga dari hasil duit haram/najis! 
Apa gak nyadar nuraninya, negaranya udah bangkrut begini, bencana di 
mana2,busung lapar bececeran, utang LN bejibun ! Eh, masih aja sempet2nya 
belagak
dan mentang2 di jalanan. Benar2 enggak tau diri! Menurut saya, NURANI begundal2 
Harley Davidson itu betul2 sudah terlumuri kotoran anjing buduk.
Tingkah mentang2 mereka itu benar2 laknat, hina, nista ! Maaf jika kalimatnya 
terlalu kasar. Saya bukan orang yang berhati mulia dan bijaksana, yang begitu 
penuh kesabaran melihat kearoganan. Saya benar2
enggak tahan melihat orang mentang2, apalagi hanya karena punya kekuatan 
materi, kekuasaan, atau "berseragam". Menurut saya, orang2 macam ini
seharusnya socially rejected!! 
Seharusnya, kita yang dimentang2in harus berontak. Jika tidak, mereka bukannya 
rejected, malah akan merajalela. Jika publik kompak serentak melawan segala 
aksi mentang2 seperti itu, perilaku arogan semacam 
itu paling tidak bisa terminimalisasi. Kebiasaan menolerir tingkah seperti itu, 
lama2 bisa menjadi pemakluman, lalu jadi membenarkan!! Dari pada ngeroyok 
copet mendingan ngeroyok dan ngabisin mereka. 
Rekan2 perempuan, sebaiknya justru "memanfaatkan" keperempuanan-nya dengan 
melawan jika mengalami hal serupa. Karena jika begundal2 itu nekat membalas
secara fisik kepada kita yang perempuan, mereka justru bisa dikeroyok massa. 
Kalau ada gerombolan laki2 berantem fisik sama perempuan, boleh jadi 
secara hukum posisi mereka lemah. Jadi, jangan ragu, LAWAN ! 
Aparat rasanya kurang bisa diharapkan, karena dengan segepok duit, para aparat 
malah jadi pengawal begundal2 itu, seperti kebo dicocok hidungnya.
Jadi, jangan heran kalau negeri ini suatu saat akan marak oleh vigilante, yg 
udh benar2 gak tahan (atau malah udah?). Karena apa yg disebut para 
pengayom rakyat itu sebagian besar cuma jadi anjing penjaga kepentingan para 
begundal, yg gak cuma gerombolan HD.
Jika para netters tercinta ingin membantu "gerakan" anti-kearoganan seperti 
ulah gerombolan HD tsb, sebarkan surat elektronik ini ke seluruh rekan,
milis2, atau bulletin board di account friendster anda. Dan, jangan lupa, 
jangan pernah tolerir ulah arogan begundal HD itu. Semoga, pesan ini sampai 
pada begundal2 itu. 

  Love,
sarie febriane
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED]


                                
---------------------------------
Bring words and photos together (easily) with
 PhotoMail  - it's free and works with your Yahoo! Mail.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke