Ada dua jawaban atas pertanyaan ini.

Pertama. Sang ulama kondang yang ada di Indonesia itu
belum tahu derajat hadis tersebut. Maka bisa
dimaafkan. Atau ia melihat ulama lain memakai hadist
yang sama, sementara ulama lain itupun belum tahu
juga. Namun bila ia sudah tahu, maka masih memakai
sebagai hujjah untuk memberikan peluang dalam hal
berbeda pendapat dan bebas berekspresi atas suatu
penafsiran suatu ayat, hadist atau hukum fiqh, dengan
dalil perbedaan itu adalah rahmat. Ini yang salah.

Benar ada hadist dha'if yang masih dipakai dikalangan
masyarakat bahkan ulamapun, namun hadist dha'if itu
ada dikuatkan dengan makna yang tidak bertentangan
dengan firman Allah, atau ada hadist lain yang
menguatkannya. Sementara hadist perbedaan itu adalah
rahmat jelas bertentangan dengan ayat yang sudah saya
sampaikan sebelumnya.

Ilmu hadist ini sangat banyak dan sulit sekali,
jelimet.

Contoh saja hadist : "Addabani rabbi faahsana
takdiiba" ( Allah lah yang mendidikku dan sebaik-baik
didikan". Ulama ada yang memakai hadist ini, bahkan
Imam Ibnu Hajarpun memakainya sebagai penjelasan,
namun beliau menjelaskan derajat hadist ini dha'if,
hanya saja maknanya tidak bertentangan dengan firman
Allah. Dan benar, Allah langsung yang mendidik beliau,
bukankah ketika ditanyakan pada Ibunda " Siti ' Aisyah
apakah Akhlaq Rasulullah? jawab beliau " Akhlaqnya
adalah Al Quran," Al Quran berasal dari Allah Ta'ala,
Firman Allah Ta'ala.

Kedua : Ada orang yang memang sengaja mengambil hadist
perbedaan adalah rahmat sebagai hujjahnya, dan ada
yang memang bertujuan untuk mengaburkan pemikiran
ummat Islam. Bahkan tak jarang mengatakan " Islam
adalah rahmat bagi seluruh sekalian alam", " Wamaa
arsalnaaka illa rahmatan lil'aalamiin" ( Dan kami
tidak mengutus kamu  (Muhammad
Shallallahu'alaihiwasallam), kecuali untuk sebagai
rahmat bagi sekalian alam".

Ayat dan hadist diatas sering dijadikan dalil pemeluk
Islam yang berfikiran Liberal.

Mengenai hadist sudah jelas bagaimana kedudukan hadist
tersebut. Kini ayat diatas.Rahmatan Lil'alaamin sudah
saya sampaikan sebelumnya bagaimana hakikat ayat
tersebut.

Apa yang harus dilakukan ummat islam sekarang
menghadapi berbagai macam aliran bebas, aliran-aliran
yang "aneh".

Rasulullah bersabda dalam hadist yang shahih: " Aku
tinggalkan untukmu dua hal , yang mana apabila kamu
memegang kedua hal tersebut, kamu tidak akan pernah
sesat selamanya, dua hal itu adalah AlQuran dan sunnah
Rasulullah".

Sekarang banyak memang pemikiran-pemikiran bebas, yang
dilancarkan musuh Islam via orang Islam juga. Lihatlah
betapa budaya Barat sudah banyak masuk dan seakan-akan
ajaran Islam jadi kabur. Antara yang haq dan bathil
bercampur. Contoh kecil saja dalam hal RT. Berpakaian.
Berfikiran. Seakan-akan kalau kita berfikir secara
Islam yang murni dianggap kolot, dianggap sudah
ketinggalan zaman.

Bukankah hal ini sudah disinyalir dalam sebuah hadist
Rasulullah : " kelak Islam ini akan menjadi aneh, yang
benar itu menjadi aneh bagi pemeluknya, yang salah
itulah yang tampil".Padahal sebagaimana yang dikatakan
Imam Al Ghazali moderen dari Mesir, bukan Imam Al
Ghazali pengarang Ihya 'Ulumuddin."Al Haqqu murrun,
kebenaran itu memang pahit"

Dan bukankah syetan sudah berjanji pada Allah Ta'ala,
ketika ia dikeluarkan dari syurga, apa katanya : "
Kelak aku akan menyesatkan hambaMu, dan aku beri
mereka angan-angan( yang seakan-akan ia kelihatan
benar, baik dan indah, padahal itu hanyalah
angan-angan dari syetan belaka)........" dst( silahkan
di baca seterusnya ayat Q. S An Nisa 119).Dan silahkan
baca bagaimana Talbiisul iblis( cara syetan memasukkan
kebathilan diatas kebenaran, mecampur adukkannya).

Wassalam. Cairo 20 February 2006 Rahima.

"  

--- [EMAIL PROTECTED] wrote:

> Terima kasih banyak Uni Rahima sudah menjelaskan
> hadits tentang " 
> Perbedaan adalah rahmat " itu dhaif.
> Sayapun baca dari Silsilah Hadits Dha'if dan Maudhu
> Syeh Al-Bani dan dari 
> Ust. Abd. Hakim Abdad pun 
> serta beberapa buku lainnya, juga menjelaskannya
> demikian.
> 
> Tapi, heran juga ya......? 
> Kenapa banyak ulama-ulama kondang dan terkenal
> kadang-kadang 
> menggunakannya,
> dan ulama-ulamaan ikut pula meramaikannya dan serta 
> bagi kalangan Islam 
> Liberal dijadikan 
> argumentasi pamungkas untuk melawan ahlus Sunnah wal
> Jamaah.
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke