dunsanak sadonyo , 

Ranah minang , seperti daerah dataran tinggi Agam sekitar kota 
Bukittinggi dan daerah2 lain nya, sebenarnya adalah tempat yg nyaman 
untuk ditinggali
udaranya yg sejuk , alam nya yg indah , tanah nya yg subur dan 
berbagai kelebihan lain nya.

Tapi karena karakter yg suka merantau, dari orang minang, membuat 
tanah yg indah tersebut ditinggalkan pergi merantau , paling2 mereka 
pulang saat liburan / lebaran atau menjelang masa tua.
Sehingga ranah minang , banyak kekurangan sumber daya unggul untuk 
mendayagunakan alam yg terbentang tsb. Banyak lahan2 terlantar dan 
rumah2 kosong ditinggalkan penghuninya

Pada sisi lain , mulailah berdatangan orang luar ke ranah minang , 
mulai dari turis2 asing yg mengagumi keindahan alam Sumbar , sampai 
turis2 lokal dari daerah sekeliling spt Riau dan Sumut, yg pergi 
berlibur ke Sumbar. Berbagai aktivitas tsb telah menggerakkan 
perekonomian daerah , namun karena sumberdaya unggul kebanyakan pergi 
merantau, putaran roda ekonomi tak begitu kencang , memberi dampak 
pada masyarakat setempat.

Sehingga mulai lah pula berdatangan para pendatang dari luar daerah , 
baik yg mencari kerja, berusaha atau kegiatan lain nya di Sumbar, 
seperti misal kota Bukittinggi yg ramai saat hari libur atau hari 
pasaran. Berdatangan pula lah para pemuda pencari kerja dan inang2 
penjual sampai inang2 yg suka meminjamkan uang  ( rentenir ) dari 
propinsi sebelah utara  ( Sumut ) . Konon di daerah Kampung cino 
dekat benteng , daerah di Bukittinggi yg banyak jadi tempat menginap 
para turis asing, para pemuda yg menjaga parkir di daerah kampung 
Cino , telah mulai ada pemuda dari luar Sumbar ( karena pemuda 
setempat habis pergi merantau ) . Di beberapa pasar , mulai lah pula 
ada pedagang dari luar Sumbar yg berjualan.
Sebuah konsekwensi logis dari daerah yg ditinggalkan para 
penghuninya , padahal tempatnya nyaman dan ekonomi nya cukup berputar 
pula.

Akhirnya ikut pulalah para pendatang yg mempunyai niat tak baik, 
seperti para misionaris yg memiliki maksud terselubung. Hal tsb 
pernah dimuat di beberapa majalah, spt Sabili yg pernah memuat 
tentang rencana kristenisasi di ranah minang.

Di beberapa tempat sekitar Bukittinggi mulailah ramai pula datang 
para pemberi pinjaman ( renternir ) yg di istilahkan dg julo julo, 
mereka banyak memberikan pinjaman modal kepada para pedagang / 
pengusaha kecil yg membutuhkan dana cepat , tapi tak bisa mengakses 
perbankan. Pinjaman berbunga tinggi tsb , benar2 mencekik dan 
akhirnya malah membuat beberapa pengusaha kecil bangkrut atau 
terpaksa menjual assetnya. Ada kecurigaan dari beberapa pihak bahwa 
model pinjaman berbunga tinggi yg menjerat tsb, menjadi salah satu 
alat juga untuk dakwah agama tertentu , seperti banyak terjadi di 
tanah jawa, dimana mereka yg terjerat utang tersebut akhirnya 
terpaksa menggadaikan agama nya.

Hal hal tersebut membangkitkan pula kekhawatiran pada para pengurus 
BPR Syariah, Ampek Angkek Canduang ( AAC ) yg berlokasi di Tanjung 
alam, ampek angkek, di luar kota Bukittinggi jalan arah ke 
Payakumbuh , karena di daerah sekitar ampek angkek canduang sampai 
ke  lereng gunung merapi, telah mulai masuk pula para renternir tsb 
yg dikhawatirkan akan memberi dampak kurang baik di kemudian hari.

BPRS AAC selama ini telah berusaha untuk membantu pembiayaan 
pengusaha kecil di daerah tsb, dan telah banyak juga pengusaha kecil 
yg terbantu , 
tapi karena dana yg terbatas hanya sebagian yg bisa terlayani. 
lembaga tersebut terus berusaha meningkatkan pendanaan nya.

Melihat pada kekhawatiran , misi agama lain melalui pendekatan 
ekonomi, sebagai BPR Syari'ah , lembaga tersebut tergerak juga untuk 
menyediakan dana khusus untuk kegiatan dakwah , akhirnya dipilihlah 
bentuk Dana Wakaf Tunai dari masyarakat luas yg dananya dikelola oleh 
BPRS tsb , serta hasilnya digunakan untuk dana dakwah, antara lain 
untuk membendung proses kristenisasi di daerah tsb, antara lain dg 
menyediakan dana usaha yg murah yg praktis bagi pengusaha kecil 
setempat , sehingga mereka tak sampai terjerat oleh renternir.

Wakaf tunai , adalah salah satu bentuk Ijtihad baru , dimana wakaf yg 
selama ini kita kenal dalam bentuk tanah , sawah, bangunan dll, bisa 
pula diberikan dalam bentuk dana tunai ( cash atau transfer )

Di Indonesia telah ada beberapa lembaga yg mempraktekkan dana wakaf 
tunai tsb, spt Dompet Dhuafa yg  mana dana tsb
digunakan untuk mendirikan dan operasional kegiatan sosial spt ; 
sekolah bebas biaya SMART di Parung Bogor, dan 
LKC ( lembaga kesehatan cuma cuma ) di Bandung 
kalau di Bandung , lembaga Rumah Zakat , menggunakan nya untuk 
membeli dan operasional mobil jenazah gratis , pengobatan gratis dll

BPRS AAC pun akhirnya mengajukan diri untuk menjadi pengumpul dana 
wakaf tunai tsb, dan mendapat pengesahan resmi dari kantor agama 
setempat , untuk menjadi pengumpul dan penyalur resmi dana wakaf 
tunai dari masyaraka umum.

Sudah sejak pertengahan tahun 2005 , program wakaf tunai tsb 
dikenalkan dan sampai sekarang telah terkumpul dana sekitar Rp 40 
juta dari 38 orang muwakif , BPRS AAC masih membuka kesempatan pada 
semua pihak , antara lain para perantau minang yg tersebar di 
berbagai penjuru dunia untuk turut pula memberikan wakaf tunai , yg 
insya Allah , pahala nya akan terus mengalir. BPRS AAC memiliki 
target, untuk bisa mengumpulkan wakaf tunai senilai Rp 1 milyar , yg 
bisa jadi semacam dana abadi untuk kegiatan dakwah .

ada beberapa type wakaf tunai tsb ;

seri A ;  untuk nilai wakaf di atas Rp 10 juta 
seri B :  Rp 1 juta  sampai 10 juta
seri C :  Rp 100.000 sampai  Rp 1.000.000

jadi kita bisa berwakaf tunai, minimal Rp 100.000 dan maksimal tak 
terbatas

Wakaf tunai, tsb bisa disampaikan melalui transfer Bank ke rekening 
BPRS AAC, kemudian dikonfirmasi pada contact person nya, untuk 
kemudian kita akan menerima sertifikat Wakaf.

Berikut , no rekening BPRS AAC

1.
Bank Muamalat Indonesia cabang Bukittinggi, 
atas nama : Ir. Mardjohan, 
no. rekening  422.000.6022

2.
atas nama : BPRS Ampek Angkek Candung
no rek.  049.0002371
Bank Syariah Mandiri, Cabang Bukittinggi.

Setelah transfer konfirmasi ke ;

Yanti
Sentra Kramat blok B/18 , lantai 2
Jl Kramat raya no 7-9 Jakarta 10450
Tlp 021-315 6131

Alamat BPRS Ampek Angkek Canduang
Tanjung alam, kotak pos 73
Bukittinggi 26191
tlp 0752 25346

Demikian dunsanak sadonyo, kaba nan ambo dapek dari BPRS Ampek angkek 
Canduang . Sebagai informasi BPRS ini didirikan hampir 10 tahun yg 
lalu oleh para perantau yg berasal dari nagari ampek angkek dan 
canduang kotolaweh ( dulu masih dalam satu kecamatan,sekarang telah 
dimekarkan jadi 2 nagari ) yg berada di Bandung dan Jakarta. 
Kebetulan urang gaek ambo jadi salah seorang pendirinyo pulo. Kaba 
diatas ambo dapek kan dari bapak Bustaman Rahim , tokoh masyarakat 
ampek angkek di Jakarta.

BPRS tsb saya nilai dikelola dg cukup baik , dg bantuan dana dan 
manajemen dari bank Nagari, Bank Muamalat Indonesia dan Permodalan 
Nasional Madani , adalah juga salah satu dari beberapa BPRS yg 
didirikan oleh para perantau minang. Beberapa BPRS lain dimotivasi 
juga pendirian nya di daerah2 lain oleh gebu Minang dalam program nya 
dulu.
Saat ini Omset nya sekitar Rp 8 milyar,  modal  Rp 1,3 M dan laba 
kotor thn 2005 sebesar Rp 215 juta.

Program2 dan kegiatan pemberdayaan ekonomi nagari awak oleh para 
perantau dan dakwah seperti yg dilakukan oleh BPRS AAC tsb, bisa 
menjadi contoh yg bagus juga untuk perantau dari daerah2 lain nya 
pula. Setidaknya itu semua bisa jadi semacam support dari ketidak 
hadiran kita di kampuang halaman tercinta , negeri indah permai dan 
subur yang kita tinggalkan. 

wassalam 

Hendra Messa
Banduang nan berselimut kabut pagi






--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke