ASSwRwB, Padangan jauh di layangkan , pandangan dekat di tukikkan, wah ini suatu pra proposal yg menjanjikan, silahkan perbanyak data nya, assessement utk masa sekian tahun kedepan ttg target pasarnya,consurmer's acceptance (membeli/memiliki komputer)dll, secara umum kita setuju dgn prospek kedepan wireless technology ini dan perkembangan SDM urang awak. Apalagi proyek MIT telah menjediakan 100 dollar computer for developing countries' kids. Mudah2an bisa di matching kan dgn koperasi yg bapak2/sanak suguhkan. Usul saya adalah, dalam sistem perkoperasian perlu adanya system yg terbuka. Silahkan bikin aturan yg terbuka demi menuju koperasi yg berkelanjutan, InsyaAllah,
Wass. Muzirman ================================ --- ET Hadi Saputra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Institut Pembangunan Pesisir Barat Sumatera - > Sumatran West Coast Development Institute > > > Pendahuluan & Latar Belakang > > Tuntutan pembangunan daerah dan semangat otonomi > daerah telah > mengarahkan semua pihak untuk dapat terlibat dalam > pembangunan ekonomi > kawasan Nusantara. Salah satu daerah yang sangat > potensial untuk dapat > berkembang dengan pesat adalah Sumbar dan Pesisir > Barat Sumatra. Dalam > program pembangunan ekonomi kawasan ini, Padang dan > Sumatra Barat dapat > menjadi posisi sentral sebagai pusat pengembangan. > Kawasan seluas sepertiga pulau Sumatra ini memiliki > beragam sumber daya > alam dan sangat potensial untuk dikembangkan. Posisi > geografisnya yang > sangat startegis juga menjadi salahsatu latar > belakang inisiatif > pengembangan ini. > > Dengan diberlakukannya Undang Undang Otonomi Daerah, > Pemerintah telah > memberikan kesempatan bagi Pemerintah Daerah untuk > menjadi inisiator > pembangunan didaerahnya masing-masing. Setelah 5 > tahun UU tersebut > diberlakukan, kemajuan pembangunan didaerah yang > dicapai belum memuaskan > harapan banyak pihak. Hal ini disebabkan oleh karena > rendahnya kemampuan > sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur yang > tersedia didaerah. > > Sampai saat ini, perkembangan ekonomi dipesisir > barat Sumatra lebih > tertinggal dibandingkan dengan kawasan dipesisir > timur. Untuk dapat ikut > berpartisipasi dalam membangun daerah, KDBM > mengusulkan agar dapat > membangun sebuah institusi yang yang dapat menjadi > wadah bagi perantau > Minang, perantau Sumatra dan partisipan lain untuk > dapat ikut terlibat > dalam upaya mempercepat pembanguan di Sumbar dan > Pesisir Barat Sumatra. > > Dalam tahap awal Institusi ini akan segera membangun > infrastruktur > telekomunikasi untuk dapat memberikan sarana berbagi > informasi antara > stake holder Minangkabau. Caranya adalah mendirikan > Koperasi untuk > membangun dan mengoperasikan jaring internet > wireless dengan tarif > rendah. Tarif yang ditawarkan adalah dibawah Rp 100 > ribu perbulan, > dibandingkan dengan Rp 500 ribu di Jakarta. > Investasi awal yang > dibutuhkan hanyalah Rp 250 juta > > Pembangunan Kawasan Pesisir Barat Sumatra > > Perkembangan ekonomi dikawasan dengan luas sepertiga > pulau Sumatra ini > lebih tertinggal dibandingkan dengan kawasan pesisir > timur. Program > Pemerintah dalam membangun "West Coast of Sumatra" > telah dimulai dengan > peningkatan infrastruktur transportasi, pertama > adalah peningkatan > kapasitas jalan raya antara Padang - Bukittinggi - > Pakanbaru, yang > menghubungkan kegiatan ekonomi kawasan barat dan > kawasan pesisir timur. > > Kedua, peningkatan kemampuan pelabuhan Teluk Bayur > membuka kesempatan > lebih luas untuk meningkatkan kegiatan transportasi. > Pemerintah akan > segera mengembangkan 18 pelabuhan di Indonesia > menjadi Pelabuhan > Kontainer - Harian Kompas, 25 Juni 2005, Padang dan > Bengkulu adalah dua > dari lima pelabuhan yang berada di Sumatra. > Pembangunan pelabuhan > Meulaboh dengan alokasi dana sebesar US$7 juta - > sebagai bagian dari > bantuan Singapore untuk Rehabilitasi dan > Rekonstruksi Aceh dan Nias, > menambah jumlah pelabuhan yang dibangun atau > dikembangkan kemampuannya > di pesisir barat Sumatra. > > Ketiga, dioperasikannya Bandara International > Minangkabau (BIM) membuka > kawasan ini secara lebih luas - ke timur ke > Singapore dan Kualalumpur > serta ke barat ke India dan sekitarnya. India dalam > kurun waktu yang > tidak lama lagi akan menjadi pusat pertumbuhan > ekonomi baru. Kecepatan > pertumbuhan ekonomi yang pesat dikawasan yang luas > dan berpenduduk satu > milyar jiwa ini, telah menjadikan India sebagai > pusat perhatian dunia > setelah China. > > Internet - Fondasi Digital Membangun SUMBAR dan > Pesisir Barat Sumatra > > Kebutuhan untuk membangun daerah dan kota merupakan > kesempatan untuk > menerapkan teknologi baru. Investasi dengan > menerapkan teknologi baru > akan menjadi mesin kreatif yang besar potensinya > dalam membangun > industri dan perdagangan, budaya dan kehidupan. > Diabad ke-21, salah satu > faktor yang terbukti menjadi penggerak kemajuan > adalah internet, > kehadirannya menghasilkan kesempatan untuk > memperoleh informasi dan > knowledge content secara luas dengan cepat. > > Dalam kurun kurang dari satu dekade, kehadiran > internet telah merubah > cara hidup, mulai dari bagaimana cara kita > berkomunikasi sampai cara > kita bekerja. Dinegara yang telah lebih dahulu > memanfaatkan kehadiran > teknologi ini, cara mereka memenuhi aturan berusaha, > cara memberikan > pelayanan, cara memperoleh pendidikan, cara > melakukan transaksi > perdagangan dan pembayaran tunai telah berubah > dengan cepat menjadi > lebih efektif dan effisien. > > India yang dikenal sebagai negara miskin telah > terbukti berhasil dalam > melakukan pembangunan dengan menerapkan akses > internet secara luas > dengan biaya yang terjangkau oleh rakyatnya. Tarif > internet di India > dilaporkan oleh Kompas, Feb 2006, hanya 1/48 tarif > internet di > Indonesia. Masyarakat negara-negara Eropa telah > memasukan akses internet > sebagai agenda untuk memenuhi kewajiban negara dalam > memenuhi Hak Azasi > Manusia (HAM). Laporan riset Goldman Sachs Equity, > jumlah sambungan > tanpa kabel dunia diprediksikan meningkat dari 727 > million diawal 2001 > menjadi lebih dari 1.7 billion pada tahun 2005. > > Jaring Internet Nirkabel > > KDBM percaya bahwa sektor publik dan swasta dapat > menjadi katalis dalam > penyediaan akses internet yang tersebar dengan luas > untuk kebutuhan > masyarakat banyak dan kegiatan usaha di Sumbar. > Jaringan internet > nirkabel (wireless internet) memiliki kemampuan > dalam penyediaan akses > internet dengan tarif yang jauh lebih rendah dari > tarif yang ada saat > ini. > > Pengembangan internet nirkabel merupakan teknologi > terbaru yang sudah > mature. Juga telah terbukti berhasil diaplikasikan > di Hongaria, India > dan China. Teknologi ini dapat menyediakan akses ke > jaring > telekomunikasi kecepatan tinggi (high-speed > telecommunications) bagi > usaha kecil dan menengah, dan akan mengurangi > digital gap yang terus > akan meluas dengan makin terbukanya persaingan > global. > > Internet telah terbukti memberikan kesempatan proses > pendidikan berjalan > dengan lebih baik, mempermudah komunikasi bagi guru, > murid dan orang > tua. Internet membuka lebih luas kesempatan untuk > mengakses informasi > dan pengetahuan dari banyak pustaka elektronik > (e-library), memberikan > kesempatan e-campus bagi mahasiswa jarak jauh. > Jakarta, February 2006. > > > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

