Potensi Perantau Minang di Malaysia
* Membangun Kampung Halaman dari Potensi Rantau 
Selasa, 28-Februari-2006, 04:40:41 63 clicks   
 
 
Apakah karena rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri, sehingga
banyak kisah sukses rang awak meniti karir di negeri orang? Bukan saja di
Tanah Air, melainkan tersebar di seluruh Planet Bumi ini. Seperti kisah
perantau Minang di negeri jiran, Malaysia.  

Berbekal jiwa dagang yang melekat di diri orang Minang, tak ayal kesuksesan
pun kerap menghampiri nasib perantau Minang di Malaysia saat ini. Di negeri
serumpun ini saja (Malaysia, Red), sekitar 99 persen pedagang Minang menuai
sukses. Walaupun begitu hanya sedikit orang yang tahu tentang keberhasilan
masyarakat Minang yang merantau di negara bekas jajahan Inggris itu. 

"Di Malaysia sendiri sebanyak 2,5 juta penduduknya adalah orang Minang. Dan,
tiga orang menteri di Malaysia merupakan asal dari Minang," ujar Yang
Di-Pertua- Pertubuhan Ikatan Kebajikan Masyarakat Minangkabau (PIKMM) di
Kualalumpur Malaysia Mohd Arief Rakinan ketika berkunjung ke Harian Pagi
Padang Ekspres kemarin (27/2). 

Kunjungan Mohd Arief Rakinan dan Ahli Jawatan Kuasa PIKMM, Danni ini
didampingi Kepala BKD Sumbar Chairul Darwis dan diterima langsung oleh
Pimpinan Umum. Sutan Zaili Asril serta Pimpinan Redaksi Wiztian Yoetri.
Dalam kunjungannya kali ini, pihak PIKMM akan melakukan negosiasi dengan
Bupati Padangpariaman untuk datang ke Malaysia dan bertemu langsung dengan
masyarakat Padangpariaman yang berdomisili di sana. Bupati Padangpariaman
Muslim Kasim sendiri telah sepakat untuk muhibah ke negara itu, guna
menyilau masyarakatnya yang berada di Malaysia pada 17-19 Maret mendatang. 

Di mata Mohd Arief, Kabupaten Padangpariaman lebih cenderung dipilih oleh
pengusaha Malaysia (investor, Red), karena jaraknya yang lebih dekat dengan
Bandara Internasional Minangkabau (BIM. Seperti investasi dalam membangun
rumah sakit, hotel dan lain sebagainya. Saat ini ada investor Malaysia yang
berencana menanamkan modal untuk membangun dragon fruits, sejenis
buah-buahan berwarna merah berkhasiat tinggi. Tetapi, permasalahan yang ada
sekarang, Pemkab baru menyediakan tanah 100 ha, sementara tanah yang
dibutuhkan 300 ha. "Dengan begitu, bukan berarti kabupaten atau daerah lain
tidak dilirik. Setelah Padangpariaman, selanjutnya Bupati Tanahdatar yang
akan kami undang. Konsepnya sama, yaitu untuk silaturrahmi sekalian
mengetahui potensi daerahnya," tandas Arief, putra Palembayan, Kabupaten
Agam ini. 

Potensi yang ada di masing-masing daerah ini, akan dicoba dijembatani PIKMM
dengan pengusaha Minang di Malaysia, yang peduli kampung. Berkaitan dengan
hasil lawatan Gubernur Sumbar ke Selangor beberapa waktu lalu, dan dibalas
dengan kunjungan Menteri Besar Selangor Dato Khir Bin Toyo pada awal Januari
lalu, menurut Mohd Arief lagi, PIKMM hendaknya dilibatkan dan bisa sebagai
penghubung dalam perjalanan kerjasama ini selanjutnya. Karena jika tidak,
boleh jadi kerjasama ini akan diam begitu saja. 

"Istilahnya, antara pengusaha harus saling lebih aktif, karena pihak
eksekutif hanya akan sebagai pembuka jalan," terangnya. Pengusaha Selangor
sendiri lebih tertarik di dalam bidang pertanian, terutama sayur-sayuran dan
buah-buahan. Sebab, di Selangor saat ini sudah tidak ada lahan yang bisa
diandalkan untuk sektor pertanian. Realisasinya sendiri sudah tampak, yaitu
akan diekspornya buah marquisa ke negeri tersebut. 

Sedangkan dari sisi sayuran, sebagian besar diimpor dari Thailand, dan untuk
ke depan akan dialihkan impor tersebut ke Sumbar. Dan ini dibutuhkan
tantangan tersendiri karena konsumsi sayuran dan buah-buahan sangat tinggi
di Malaysia. Selain itu, salah satu poin dalam kerjasama Sumbar-Selangor,
yaitu pembangunan minihydro yang akan dilakukan akhir tahun ini. Kepedulian
rang rantau di Malaysia yang kini bergelora, hendaknya jangan dipadamkan
begitu saja. Aksi nyata menunggu kebijakan riil pemerintah di kampung
halaman, menjadi harapan masyarakat Minang, agar rumput sendiri pun menjadi
hijau. (nen)

 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke