memang tak semua standar ilmiah bisa diterapkan pada kondisi yg berlainan , seperti istilah2 sosiologi spt egaliter , demokratis, kolektivitas , atau logika sosiologi clifford gertz utk budaya jawa. secara umum mungkin , bisa dibuat analogi yg mirip utk etnis minang misalnya, tapi belum bisa jadi sebuah kepastian ilmiah.
mengutip pendapat ET Saputra ttg orang minang yg sejarah nya "tasapik" sehingga pandai berkelit mencari solusi ( berdasar cerita novel negara kelima) , berarti sejarah orang minang ada kemiripan dengan sejarah orang Yahudi , yg memang memiliki sejarah panjang diaspora yg membuat mereka cerdik / pandai berkelit menghadapi masalah ( problem solver istilahnya ET H ) bagi ambo, nampaknya dari sisi sosiologis lebih mudah memahami karakter orang2 minang dengan berkaca pada karakter orang2 yahudi . salam Hendra Messa Banduang nan tasapik factory outlet --- In [EMAIL PROTECTED], "ET Hadi Saputra" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kalau diliek dari novel Negara Kelima nan baru ambo baco, mako urang Minang ko memang urang nan tasapik sajak daulu. Dek acok 'tasapik' itulah, mako masyarakat Minang ko diasah menjadi 'problem solver'. Sayangnyo, kebanyakan solusi nan diambiak adalah solusi 'termudah'. Hanya menyelesaikan permasalah seketika, tanpa menyentuh akar permasalahan sebenarnya. Kita juga tidak bisa dipungkiri kalau masyarakat Minang seringkali 'solve the problem' secara 'brilliant', sesuatu yang mungkin tak akan pernah terlintas di masyarakat lain. Iko se dulu samantaro, talabiah takurang ambo minta maaf. Wassalam, ET Hadi Saputra Katik Sati (33 tahun 3 bulan) di komplek Kompas Ciputat -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

