Perubahan Paradigma
Ridwan M. Risan
19 Maret, 2006

Pada tahun 50-an status pegawai negeri dan pegawai perusahaan memiliki posisi 
lebih baik dibandingkan dengan status pedagang swasta. Terutama di kota besar 
di Jawa yang saya kenal, alangkah gembiranya para orang tua apabila anak 
gadisnya berhubungan dengan pemuda yang menyadang status pegawai. Perlakuan 
yang sama tidak akan diperoleh para pedagang - biarpun pendapatan mereka lebih 
besar dari pendapatan pegawai.

Hal ini mungkin terjadi karena mereka yang bersatatus pegawai negeri dipandang 
akan mempunyai masa depan yang lebih baik. Mereka memperoleh pendapatan tetap 
tiap bulan dan tunjangan lainnya, kemudian mendapat tunjangan pensiun diakhir 
karier.

Pada awal 70-an dikalangan saya menyelesaikan pendidikan ada sedikit perubahan 
pandangan. Pada saat itu cukup banyak perusahaan swasta tumbuh dengan cepat, 
kegiatan konstruksi sedang giat-giatnya didorong oleh Pemerintah agar maju 
mendukung pembangunan. Karier sebagai pegawai swasta saat itu dipandang lebih 
menarik dari pada pegawai negeri. 

Sekarang dengan sadarnya masyarakat akan peran swasta dan wiraswasta, apakah 
pandangan kita sudah berubah terhadap para pemuda yang berani meniti karier 
langsung sebagai wiraswasta? Apakah sudah berubah paradigma kita terhadap 
mereka? 

Kita saksikan mereka yang membangun karier sebagai wirausaha dapat menciptakan 
kesempatan kerja tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi bagi beberapa orang 
disekitarnya. Saudara kita yang di swasta ternyata lebih berhasil dari 
membangun usaha dibanding dengan mereka yang berada diperusahaan BUMN yang 
besar. Perminyakan yang sudah lama terbuka untuk swasta sekarang menghasilkan 
beberapa perusahaan swasta nasional besar. Hal yang sama ditunjukan oleh 
perusahaan swasta didunia penerbangan.

Tidak lama lagi, UU Perkereta-apian akan diamandemen sehingga swasta dapat 
berperan langsung sebagai operator KA. Dalam waktu dekat perusahaan swasta 
Nasional dan swasta Jepang yang didukung oleh gabungan Pemda Kalimantan Timur & 
Kalimantan Selatan akan segera merealisasikan pembangunan Kereta Api Kalimatan 
sepanjang 500 km. Pembangunan transportasi KA ini awalnya didukung oleh 
kebutuhan angkutan batubara dan hasil produksi kelapa sawit, kemudian akan 
berkembang kepada kebutuhan angkutan penumpang. 

Sadar atau tidak sadar, cukup banyak diantara mereka memang lebih berhasil 
menciptakan kesempatan kerja bagi banyak pihak dibanding saudara kita di 
Pemerintahan. Saat ini, mereka yang seharusnya menyandang predikat sebagai abdi 
negara ternyata banyak dipertanyakan kinerja pekerjaannya.

Wassalam,
R Sampono Sutan (57+0)
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke