Assalamu'alaikum WW

Untuk yang ke-3 kali izinkan saya berbahasa Indonesia Raya...

Uni Rahima..... cukup singkat saja....

tidak ada asap kalau tidak ada api....

Wassalam
Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================





>From: Rahima <[EMAIL PROTECTED]>
>
>Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuhu.
>
>Eva, dan dunsanak kasodonya, sebenarnya yang membawa
>pembicaraan itu melebar siapa? Bukan saya lho, dan
>juga bukan Eva.
>
>Posisi Eva sekedar mengingatkan, netiket milist, walau
>apa yang saya sampaikan itu benar, bermanfaat, dan
>walaupun kalau dihitung-hitung netiket milist boleh
>dikatakan banyak sekali yang melanggarnya bukan, jadi
>itu bisa saya mengerti, dan itu saya terima, saya
>ucapkan terimakasih kemarenkan?
>
>Yang saya tidak terima, kalau itu sampai dikatakan
>ghibah, atau guncing, wajar saya menjelaskan apa itu
>guncing. menyebutkan nama orang bila ia terkenal
>merusak akidah ummat Islam, malah perlu itu Eva.
>menjaga dan mengingati ummat muslimin sangat perlu.
>Dan tidak perlu lagi saya ulangi apa itu ghibah, sudah
>sangat jelas rasanya kemaren itu.
>
>Yang tidak bolehkan kalau kita bergunjing menyebutkan
>kejelekan orang yang kita sakit hati padanya, tapi
>untuk fatwa boleh-boleh saja, agar jelas siapa yang
>dimaksudkan oleh yang meminta fatwa tersebut.
>
>Kesalahan saya kemaren, hanya saya tidak merampungkan,
>menulis baru, tidak diedit ulang, kirim saja apa
>adanya, tetapi tetap menyebutkan nama boleh sekali
>eva, bahkan perlu, contoh saja, kita mengutip pendapat
>dari seseorang yang "menyalahi dari Islam" harus kita
>sebutkan itu berita dari siapa, agar tidak salah duga
>orang lain, salah sangka orang, bisa kita juga yang
>berdosa, tidak menjelaskan siapa yang mengatakan
>pendapat "menyalahi agama itu".
>
>Maaf karena saya orang hadist terbiasa teliti dan
>jelas siapa pembawa berita, siapa yang mengatakan
>statement itu, agar tidak salah sangka orang lain.
>
>Namun tidak menyebutkan nama seseorang atas
>perlakuannya yang tidak benar dalam Islam, perlu,
>karena salah satu menutup aib saudara
>sendiri.Rasulullah bersabda " Barang siapa yang
>menutup aib saudaranya, maka kelak Allah akan menutup
>aibnya dihari kiamat kelak".
>
>Sementara kenapa berkembang kearah yang lain, soal
>ghibah, jelas bukan berkembang, tetapi itu penjelasan
>saya Eva, saya tahu apa itu ghibah, dan mana yang
>dibolehkan dalam Islam.
>
>Soal kenapa sampai melebar kearah "melarang kebaikan"?
>Lihat sajalah komentar masing-masing netters,
>kronologisnya bagaimana, cukup masing-masing menyadari
>kekhilafannya. Siapa yang suka memberi minyak dalam
>kompor? Tidak perlu dijawab, sadari saja kekhilafan
>masing-masing. Sadar aja, itu sudah cukup bagi kita
>semua.
>
>Mohon maaf kalau salah kata.
>
>Wassalamu'alaikum. Rahima.



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke