"AKHIR YANG MENENTUKAN"

Hadis riwayat Bukhari-Muslim yang diurutkan Imam Nawawi menyebutkan bahwa 
setiap orang itu berada dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah. 
Lalu dia menjadi 'alaqah selama 40 hari, terus menjadi mudghah selama 40 
hari juga. Maka Allah SWT memerintahkan malaikat untuk menuliskan 
rezekinya, ajalnya, amalnya, serta kedukaan atau kebahagiannya.
Bila seseorang di antara kita mengerjakan amalan ahli surga, namun 
tiba-tiba ia melakukan perbuatan ahli neraka di akhir hayatnya, lalu 
menemui ajalnya, maka ia pun masuk neraka. Sebaliknya, bila seseorang dari 
kita mengerjakan amalan ahli neraka, tapi tiba-tiba di akhir hayatnya ia 
melakukan perbuatan ahli surga, dan lalu menemui ajalnya, maka ia pun masuk 
surga.
Maka apapun perbuatan kita, bila Allah SWT telah menetapkan nasib dan 
takdirnya, maka jadilah orang itu selamat atau celaka, baik di dunia maupun 
di akhirat. Namun, yakinlah dengan salah satu sifat Allah, yakni Maha 
Pengasih. Hamba-hamba yang mampu menunjukkan diri sebagai hamba Allah 
sejati itulah yang akan menikmati kasih sayang-Nya. Seseorang yang rajin 
dan tekun beribadah, tiba-tiba mati saat berzina, atau berbuat syirik, atau 
durhaka pada orang tua, maka ia mati di jalan kekufuran. Mati kufur berarti 
tak akan masuk surga. Karena itu tidak selayaknya kita buru-buru puas 
dengan amal perbuatan kita.
Ada kisah tentang seorang perempuan yang suka berzina datang kepada Nabi 
Musa AS. Dia bertanya apakah dosa zina dia itu bisa diampuni Allah SWT, 
karena dia sudah bertaubat. Nabi Musa mengusir perempuan itu dengan 
menyatakan bahwa ia itu perempuan menjijikkan dan tak akan diterima 
taubatnya. Lalu perempuan itu menangis terisak-isak sambil berlari menjauhi 
Nabi Musa AS.
Tiba-tiba datang malaikat menemui Nabi Musa dan mengatakan bahwa taubat 
perempuan itu diterima Allah SWT. Lalu Nabi Musa menjumpai perempuan itu 
mengabarkan bahwa taubat perempuan itu dikabulkan Allah SWT. Maka 
bergembiralah perempuan itu, karena di hari kiamat nanti dia akan masuk 
surga, setelah mampir dulu di neraka tentunya selama beberapa tahun. 
Kejadian yang hampir sama juga pernah dituliskan dalam kitab hadis Shahih 
Muslim. Kisah itu mengungkapkan tentang pria yang membunuh 100 orang. 
Setelah menyatakan taubat dan hendak pergi ke masjid, dia meninggal. Dia 
kemudian digolongkan menjadi salah satu calon penghuni surga.
Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita khawatir akan dimasukkan ke neraka 
walaupun tekun shalat, berpuasa, bayar zakat, bahkan sudah naik haji pula? 
Apakah juga bila kita seorang penggemar zina, pengamal syirik dan kejahatan 
sudah tentu bakal masuk neraka? Bila taubat dilakukan sebelum mati, maka 
itu akan sangat membantu. Alquran Surat Thaha ayat 112 menyebutkan, 
''Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal kebajikan dan dia dalam keadaan 
beriman, maka tak perlu khawatir akan perlakuan dzalim, dan jangan takut 
akan pengurangan haknya.'' Artinya Allah SWT menjamin bahwa orang beriman 
dan beramal kebajikan akan pasti masuk surga.



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke