Assalamu'alaikum,warahmatullahiwabarakaatuhu Derita kantong kering ini bukan hanya satu dari contoh hidup mahasiswa di Kairo, cukup banyak, bahkan dari Sumbarpun banyak.
Dimana disebahagian daerah lain telah memiliki "rumah sendiri", rencana mahasiswa Minang ingin juga memiliki rumah gadang belum kesampian karena dana yang diharapkan dari pemerintah daerah, sebagaimana pemerintah daerah dari Jatim, Jateng, Aceh, Riau cukup memperhatikan nasib mahasiswa yang menuntut ilmu di Al Azhar, amat disayangkan Sumbar masih belum juga memiliki rumah gadang di Kairo, walau proposal telah diajukan kemana-mana pada pejabat Sumbar. Selama ini rumah kesekretariatan biayanya dari manakah? Yah,.tentu dari bapak-bapak lokal staff dan home staff asal Sumbar yang turut menyumbang buat kelancaran kegiatan dan sewa flat tersebut. Andaikan saja di Kairo mahasiswa memiliki rumah seperti daerah lain, ngak perlu susah-susah nyewa lagi. Tapi begitulah adanya nasib mahasiswa Minang di Kairo. Ini saya copykan kiriman cerita kondisi dan foto2 di kairo dari teman saya didalam blognya, silahkan dilihat-lihat. Ya..uang yang aku punya hanya Pt. 75. Tapi hari ini aku harus keluar dari Bu'ust (asrama dimana aku tinggal). Aku memang harus keluar karna aku sudah punya janji. Tujuanku adalah PMIK (Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo) dan Hay 10, tepatnya di sekretariat KSW. Tapi dengan uang yang aku milki sekarang manalah mungkin? Untuk karcis bus saja mungkin hanya bisa untuk satu kali jalan.Ya..uang yang aku punya hanya Pt. 75. Tapi hari ini aku harus keluar dari Bu'ust (asrama dimana aku tinggal). Aku memang harus keluar karna aku sudah punya janji. Tujuanku adalah PMIK (Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo) dan Hay 10, tepatnya di sekretariat KSW. Tapi dengan uang yang aku milki sekarang manalah mungkin? Untuk karcis bus saja mungkin hanya bisa untuk satu kali jalan. Akhirnya, modal nekat aku putuskan untuk keluar, dengan harapan nanti ketemu teman dan aku bisa pinjam uang. Setelah sholat Ashar aku keluar. Mungkin memang nasib lagi mujur, aku tak perlu lama menunggu bus. Belum ada sepuluh menit aku berdiri di halte, bus 995 datang. Yup..s! aku naik bus. Kubayar karcis seharga Pt. 50. dan otomatis uang yang ada di kantongku tinggal Pt. 25 (sedihnya aku..). Akhirnya, modal nekat aku putuskan untuk keluar, dengan harapan nanti ketemu teman dan aku bisa pinjam uang. Setelah sholat Ashar aku keluar. Mungkin memang nasib lagi mujur, aku tak perlu lama menunggu bus. Belum ada sepuluh menit aku berdiri di halte, bus 995 datang. Yup..s! aku naik bus. Kubayar karcis seharga Pt. 50. dan otomatis uang yang ada di kantongku tinggal Pt. 25 (sedihnya aku..). selengkapnya http://masnaguib.blogspot.com/2006/03/ku-taruhkan-diri-pt-25-derita-kantong_27.html __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

