Assalaamu'alaikum sanaks,
   
  Seperti alah diberitakan sebelumnya, bahwa Tabuik akan ditampilkan
  pada festival Bunga Sakura di Washington, DC dimusim semi ini.
  Bagaimana asal usul bunga sakura atau cherry blossom itu sampai di
  Washington, DC, simak tulisan surang kawan seperti dibawah.
   
  Sebelumnyo liek pulo wawancara VOA tentang persiapan kontingen
  Indonesia.
   
  http://us.f537.mail.yahoo.com/ym/Compose?login=1&To=&intl=us&.intl=us
   
  ajoduta
   
   
  The Sea of Cherry Blossom--Eliza's Dream. Lautan Bunga Cherry --Mimpi seorang 
Eliza.
   
  Kalau anda pernah ke daerah Washington DC sekitar bulan April, dan 
menyempatkan diri berjalan-jalan di sekeliling Tidal Basin dan The Mall-- di 
Downtown DC, maka mata anda akan dimanjakan dengan puluhan ribu pohon-pohon 
Cherry Blossom atau Sakura Jepang.
   
  Warnanya yang indah -- dari Yoshino Cherry yang berwarna putih bersih bagai 
kapas, Kwanzaan Cherry yang berwarna merah muda, Shirofugen Cherry yang 
berwarna putih lama kelamaan menjadi merah muda, Sargent Cherry yang berwarna 
merah muda gelap, hingga Weeping Cherry yang dahannya menjulur ke bawah penuh 
dengan bunga-bunga berwarna putih hingga merah muda.
  Bentuk bunganya yang mungil, berkelompok dalam satu lingkaran kecil, dan 
berkumpul memenuhi batang-batang pohonnya. Hingga tidak jarang dalam satu pohon 
Cherry, akan berkumpul puluhan ribu bunga-bunga Cherry. Yang tampak adalah 
suatu tampilan dramatis, bagai tontonan festival bunga, dengan ratusan ribu 
bunga berjejer white-pink-deep pink memenuhi jajaran pohon-pohon Cherry di 
sepanjang danau buatan Tidal Basin yang ditata rapi.
  
Hal yang paling menyenangkan adalah berjalan santai di bawah naungan 
pohon-pohon Cherry ini, kemudian mencari tempat yang kosong, berpiknik dengan 
keluarga tercinta, atau sekedar santai dengan teman-teman sehati.
Kalau anda membawa anak-anak, maka dengan senangnya mereka akan berlarian 
gembira di bawah naungan pohon-pohon Cherry ini, yang kadang menjuntai sampai 
ke tanah.
  
Apalagi kalau anda melakukannya di sepanjang Potomac River, yang biasanya saat 
bulan April udaranya sejuk dengan hembusan angin yang sepoi-sepoi.
  Tapi jangan lupa, untuk bisa menikmati semua ini, sebelumnya anda harus 
berjuang dulu , mencari tempat parkir, bila anda membawa mobil pribadi. Atau 
berjalan sekitar 1/2 jam dari stasiun kereta api terdekat.
  
Hal ini terjadi karena pada saat yang amat singkat ini -- bunga Cherry hanya 
berkembang sekitar 2 -3 minggu saja-- anda juga harus bersaing dengan ratusan 
ribu pengunjung lainnya, yang datang dari seluruh penjuru dunia, khusus untuk 
menikmati keindahan bunga-bunga Cherry ini..
Malah di akhir minggu , yang datang bisa mencapai 1 juta pengunjung, apalagi 
bila pada saat yang bersamaan diadakan Cherry Festival dan Parade.
  
Memandangi keindahan bunga-bunga Cherry ini, yang bagai lautan bunga tanpa 
ujung, dinikmati ratusan ribu hingga sejuta pengunjung, tak pernah terbayangkan 
bahwa semua itu adalah hasil mimpi tak kenal lelah dari seorang perempuan biasa 
-- Eliza Ruhamah Scidmore.
   
  Tahunnya adalah 1885. Saat itu Eliza Ruhamah Scidmore, seorang penulis 
artikel Travelling yang senang bertualang dan pecinta keindahan, baru saja 
pulang dari perjalanan berkeliling Asia.
  
Banyak hal indah yang dikenangnya, namun yang paling berkesan untuknya adalah 
pesta Bunga Sakura di taman-taman Jepang. Dari buku hariannya, dia menulis, 
"Selain gunung Fujiyama dan bulan, obyek lainnya yang menjadi inspirasi jutaan 
orang di Jepang adalah bunga Sakura ".
   
  Eliza membayangkan alangkah indahnya bila bunga-bunga yang sama juga 
berkembangan di sepanjang sungai Potomac.
Bayangan keindahan bunga Cherry ini terus menerus berada di fikirannya selama 5 
tahun.
   
  Sampai akhirnya pada 1890, Washington DC terutama di daerah sekitar Potomac 
River , dilanda penyakit Malaria dan Yellow Fever. Akhirnya diputuskan oleh 
Dewan Kota untuk memompa lumpur di sepanjang pinggiran sungai. Lumpur hasil 
pompaan ini ditumpuk di pinggir, membentuk suatu daerah baru yang luasnya 724 
acre West and East Potomac Park.
   
  Eliza melihat suatu kesempatan, dan didatangilah si Manajer yang bertanggung 
jawab untuk proyek ini. Kemudian dia mengajukan usul bagaimana kalau daerah 
baru hasil pompaan lumpur ini ditanami bunga terindah di dunia--bunga Sakura 
Jepang atau Cherry Blossom. Si Manajer hanya tersenyum dan dengan halus menolak 
ide Elisa, yang dianggapnya tidak masuk akal.
  
Tidak mau menyerah, Eliza dengan membawa foto-foto pohon Cherry yang sedang 
berbunga, mendatangi Kolonel Oswald Ernst, yang membawahi Departeman 
Perencanaan dan Pembangunan kota saat itu.
   
  Lagi-lagi dengan senyum, ide wanita muda ini ditolak mentah-mentah.
  Bukan Eliza namanya, kalau menyerah begitu saja.Wanita berdarah petualang, 
yang menyelesaikan turnya ke berbagai negara dunia, saat wanita-wanita lainnya, 
duduk manis di rumah mengurus keluarga.
   
  Tahun berikutnya Eliza datang lagi ke kantor Departemen Perencanaan dan 
Pembangunan kota. Kepala yang baru, Kolonel John M.Wilson, disodorinya ide 
penanaman pohon-pohon Cherry di tanah kosong tumpukan lumpur-lumpur tadi, 
sambil tak lupa membawa foto-foto yang sama.
  Dalam buku hariannya, Eliza menulis :
  
Kolonel John M.Wilson menolak ide saya, katanya nanti kalau Cherry-cherry ini 
matang, nanti kami bakalan kerepotan harus menyediakan banyak polisi menjagai 
siang malam. Anak-anak akan sibuk memanjati pohon-pohon ini, untuk memetiki 
buahnya.
Saya jawab ," Tapi pohon-pohon ini tidak berbuah, hanya berbunga"
Jawabnya ," Apalagi begitu..makin tidak ada gunanya".
   
  Maka mulailah perjalanan panjang Eliza Ruhamah Scidmore, yang terus bermimpi 
akan pohon-pohon Cherry di sepanjang Potomac River. Sebuah mimpi yang tidak mau 
dia lepas begitu saja, karena keindahan rumpun bunga Cherry saat di Jepang, itu 
tetap saja bermain di bayangannya.
   
  Sejak saat itu, setiap pergantian Kepala Departeman ini, Eliza selalu 
menyempatkan diri mendatangi dan menawarkan gagasannya. Ini dilakukannya selama 
19 tahun , sembilan-belas-tahun , dari 1890 sampai 1905. Sudah belasan Kepala 
Departemen ditemuinya, tak satupun yang mau membantunya.
  Tapi Eliza tidak pernah putus asa, selama masa-masa itu dia juga membuat 
sebuah tulisan berseri, yang meminta pembacanya mendonasikan sedikit dana -- 
terutama bagi orang-orang yang pernah melihat keindahan bunga-bunga Cherry ini 
di Jepang--yang dikumpulkannya dengan harapan bisa membeli 100 pohon Cherry di 
suatu masa.
   
  Akhirnya setelah 19 tahun menunggu, kesempatan itu datang juga.
Yaitu Inagurasi President Howard Taft. Eliza tahu bahwa Presiden Taft dan 
keluarga pernah tinggal di Jepang selama beberapa bulan, dan pasti pernah 
menyaksikan dan menikmati keindahan bunga-bunga Cherry ini. Hanya dalam waktu 
beberapa hari setelah Presiden Taft dan keluarga pindah ke White House, Eliza 
dengan segala cara bisa mengirimkan surat pribadi pada Helen Taft, istri 
President. Isi suratnya adalah minta ijin dan bantuan utnuk menanam pohon-pohon 
Cherry di sepanjang Potomac River .
   
  7 April 1909, 3 hari kemudian, tiba-tiba datanglah sebuah surat istimewa dari 
sang Ibu Negara, yang memberikan ijinnya dan malah menyatakan kesediaannya 
membantu.
Helen Taft langsugn turun tangan sendiri menyelesaikan urusan ini, dengan cara 
mengirim surat pribadi pada Mayor di Tokyo, Yukio Ozaki. Yang dengan segera 
mengirimkan 2.000 pohon Cherry Blossom , dengan pengapalan khusus.
  Hanya sayangnya, karena perbedaan cuaca yang pohon-pohon ini mati ditengah 
jalan.
  
Maka pengiriman kedua segera dilakukan, kali ini jumlahnya 3.000 pohon, yang 
dengan jenis kualitas yang lebih baik.
   
  27 Maret 1912, Ibu Negara Helen Taft dan istri Duta Besar Jepang Viscountess 
Chinda, menanam pohon pertama di pinggir danau buatan Tidal Basin.
Eliza Ruhamah Scidmore berdiri di pinggir, sebagai salah satu tamu kehormatan, 
dengan mata berkaca-kaca. Air matanya mengalir perlahan-lahan , lalu cucunya 
yang berdiri disampingnya pelan-pelan menghapusnya dengan lembut.
  
Mimpinya selama 24 tahun , akhirnya tercapai, walau hanya melihat orang menanam 
pohon-pohon Cherry yang belum berbunga. Mimpi yang sama selama 24 tahun. Yang 
berbeda adalah sosok dirinya, Eliza yang sekarang bukan lagi wanita muda penuh 
jiwa petualangan , tapi seorang nenek dengan beberapa cucu yang sudah besar.
  Setelah penanaman pohon pertama selesai, Viscountess Chinda mendekati 
dirinya, dan meyakinkan Eliza, bahwa kalau 1.200 pohon-pohon itu tumbuh, 
keindahan bunga-bunga Cherrynya akan seperti keindahan bunga-bunga Cherry, yang 
Eliza lihat puluhan tahun sebelumnya di Jepang.
  Untungnya Eliza , selain berwatak kuat, dia juga punya tubuh yang sehat. Dia 
masih sempat menikmati berkembangnya bunga-bunga Cherry tersebut, hingga 
saat-saat terakhir hidupnya.
  
Eliza Ruhamah Scidmore, meninggal pada 1928 dan abu pembakaran tubuhnya dibawa 
ke Jepang atas permintaan pemerintah Jepang, dan disemayamkan di tempat khusus 
di sana.
   
  Karenanya bila anda berkesempatan menikmati keindahan ribuan pohon-pohon 
Cherry di sekitar Tidal Basin dan Potomac River , dengan bunga-bunganya yang 
bagaikan rangkaian para bidadari, jangan lupa pula sebuah kisah yang terselip 
di dalamnya.
Kisah tentang seorang perempuan sederhana yang tak pernah berhenti berjuang , 
untuk membuat mimpi-mimpinya menjadi nyata. Kisah seorang perempuan pecinta 
keindahan , yang ingin membaginya pada orang lain.
   
  THE BIGGER THE ROSES, THE BIGGER THE THORN.
  Dari berbagai sumber.
  wassalam, Dwitra Silvana Zaky,
Reston , Oktober 2004
   
  http://www.nationalcherryblossom.com/cms/index.php?id=390
foto http://www.photodc.com/stock/ klik di search : Cherry Blossom
   
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke