Assalamu'alaikum.w.w.

 Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuhu

> 
> yang ketiga komentar alias bedah "Ad-darsuts tsaanii
> wal 'isyruun" (Pelajaran ke 22) di bawah :
 
>   "qaalat laHaa fathiimatu : 'indika mindiilun
> akhdarun ?"

Ingat Fatimah bertanya pada perempuan ( LaHa) maka
dhamirnya adalah "KI"

>    
>   (Telah) berkata kepadanya Fatimah : apakah engkau
> mempunyai saputangan hijau ?.

Sebaiknya dalam menterjemah itu, Subjeknya dulu
didahulukan baru kata kerjanya.

Fatimah berkata kepadanya : " Apakah kamu memiliki
sapu tangan warna hijau?"

>    
>   INI mungkin lebih tepatnya :
>   Fatimah bertanya kepadanya : apakah kepunyaanmu
> saputangan hijau ?


Kalau pertanyaan semacam ini, maka bahasa Arabnya
begini : "A LaKi mandiilun akhdarun"
Memakai dhamir kepemilikian. 

Sekalian saya menjelaskan dhamir kepemilikan, 
Seperti :
" Liya "(milik saya)
 
"laki" (milik kamu perempuan)

"Laka" Milik kamu lelaki

" LaHu" miliknya lelaki

" LaHa" (milknya perempuan)

"lakum"(milik kamu para lelaki,plural)

"Lakunna"( milik kamu perempuan , plural)

"Lahum" (milik mereka lelaki)

"Lahunna"(milik mereka perempuan)

Untuk kamu dua orang maka "Lakumaa"(bagi kamu dua
orang laki atau perempuan sama saja, yg jelas dua
orang)

Untuk dua orang dari orang ketiga maka " LaHumaa"(bagi
mereka dua orang, lak--laki atau perempuan sama saja,
orang yang dibicarakan tidak ada ditempat)

Kalau beginikan enak, saya ditanyakan pas sesuai
dengan topik undang-undang yang sedang dibicarakan,
moga-moga faham, kalau tidak faham, silahkan ditanya
ulang.

> 
>   Karena :
>   "qaalat laHaa fathiimatu : 'indika mindiilun
> akhdarun ?"
>   -bentuk kalimatnya f'il madli
>   -A'indi = kalimat tanya yang perlu jawaban
> sekaligus sebagai fi'il
>   -ka = manshub sebagai maf'ulumbih
>   -mindiilun = sebagai fa'il marfu' sekaligus
> sebagai man'ut
>   -akhdarun= marfu' sebagai na'at

I'rabnya sudah sedikit benar, lebi tepatnya begini:

" Qaalat " = Fi'il Maadhi dan tanda fi'il madhinya
adalah tauttaknis karena ia perempuan.

Laha = jar wa majrur
 
Fatimatu= Fa'il marfu'un biddhammah dhaahiratun (
Subjek dengan tandanya dhammah secara jelas)

A= adat istifham (alat tanya)
'indaki= dzaraf wa mazhruuf, atau jar wamajrur bisa
sebagai maf'ulumbih(penderita)

hmmm,..iyah mandilun akhdarun= na'at wa man'ut(sifat
dan yang disifati)

> 
>   gimana buguru...? Mumtaz.... he...he... sebelum
> disalahkan.....

Kata kepala sekolah, atau kata rektor UIN...ngak baik
seorang guru menyalahkan muridnya. Kalau diskusi
boleh-boleh saja, memperlihatkan argument yang salah
dengan menggantikan dengan argument yang lebih benar,
dengan patokan tertentu, sesuai bidang diskusi yang
sedang didiskusikan itu. 

Beda antara diskusi dan ngajar mengajar, didik
mendidik, sangat tidak baik seorang guru menyalahkan
tetapi membimbing kesalahan, tanpa seorang murid
merasa disalahkan.

Wassalamu'alaikum. Rahima.(37thn)


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke