Monitor Depok Online RUBRIK: PERISTIWA
Muda-mudi Bali ciuman massal di jalanan 
02-Apr-2006 16:46:21 

DENPASAR,  MONDE:  Adegan  panas ada kaitannya dengan masalah seksual,
umumnya dilakukan di tempat yang sepi dan gelap.
 
Namun, berbeda halnya dengan puluhan muda-mudi penduduk Banjar (Dusun)
Kaja,  Sesetan,  Denpasar, yang justru saling berpelukan dan berciuman
mesra di jalanan umum dan disaksikan orang banyak, kemarin sore.

Sedikitnya  170  perjaka  dan  perawan warga Banjar Kaja, ambil bagian
dalam  tradisi  peluk  cium yang diberi nama Med-medan, di bagian ruas
Jalan  Raya Sesetan, di bawah guyuran air hujan yang timbul tenggelam,
tulis Antara.

Tradisi  yang  digelar  setiap  tahun, yakni sehari setelah umat Hindu
merayakan  Hari Suci Nyepi, tidak saja dibanjiri ratusan penonton dari
sejumlah daerah Pulau Dewata, tetapi juga para turis mancanegara.

Dengan  kamera  atau  foto  tustel  yang dibawa, beberapa turis tampak
berusaha mengambil gambar atas adegan hot tersebut, meski mereka harus
berdesak-desakan  dan  sesekali  kecipratan  air yang disiramkan pihak
penyelenggara.

Atraksi  yang  hanya  boleh  dilakukan  pria  dan  wanita  yang  masih
berstatus perjaka dan perawan, serta khusus bagi warga dari Dusun Kaja
tersebut, dimulai dengan pengelompokan para peserta.

Peserta  pria  berkelompok  dan berbaris di bagian utara jalan, sedang
kelompok  wanita  berderet  di selatan jalan, dengan jarak antara atau
daerah renggang sekitar 25 meter.

Dari  dua  arah tersebut, masing-masing kelompok yang sudah mengenakan
kaos  warna  putih  bertuliskan  Med-medan,  mulai saling bergerak dan
bertemu  di  tengah  arena,  yang  di  pingir  kiri  kanannya dipadati
penonton dan panitia pengawas ‘pertandingan’.

Disiram air

Saat  kedua  kelompok saling bertemu itulah, mereka kemudian melakukan
adegan  peluk  cium  antarpasangan  berlawanan jenis. Adegan mesra dan
panas tersebut baru terhenti setelah pihak penyelenggara atau pengawas
pertandingan’ menyiramkan air ke arena Med-medan.

Namun  demikian,  tampak pula ada sejumlah peserta yang bandel, mereka
tetap  lengket  meski telah dua sampai tiga ember air disiramkan tepat
di atas kepala kedua ‘pasangan’.

Ketua  Sekaa  Teruna  Teruni Banjar Kaja, Luh Novi mengatakan, tradisi
yang  sudah  dimulai sejak ratusan tahun silan itu, setiap tahun harus
digelar oleh warga di daerahnya.

Pernah   acara   itu   dilarang   untuk  dilakukan,  yakni  pada  masa
jaya-jayanya  Orde Baru, ternyata sempat membawa bencana bagi warga di
dusun tersebut, baik berupa sakit-sakitan atau musibah lainnya.

“Untuk  menghindari  hal  yang  tidak  diinginkan  muncul  kembali  di
lingkungan  warga kami itulah, ‘Med-medan’ tetap harus diadakan setiap
tahun, yakni sehari setelah Hari Suci Nyepi,” ucapnya.

Peserta  yang  boleh  ambil bagian dalam kegiatan ini, hanyalah remaja
yang  berusia antara 17-30 tahun. Itupun, kata Novi, harus mereka yang
betul-betul masih berstatus perjaka dan perawan


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke