Bismillahirrahmaanirrahiim Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakaatuhu. Kewajiban siapakah pendidikan sex bagi anak?
Salah satu kewajiban besar yang mana Islam mewajibkannya kepada kedua orang tua dan para pendidik(waliyulamri), terhadap anak semenjak masa baligh atau semenjak anak dalam masa tamyiz(bisa membedakan) akan hukum-hukum syara yang berkaitan dengan kecondongan masalah instink, juga masalah sex apakah itu anak lelaki atau perempuan sama saja, karena keduanya mukallaf dengan hukum syariat. Mereka bertanggung jawab dihadapan Allah Taala, dihadapan masyarakat, maka wajiblah bagi kedua orang tua untuk menjelaskan masalah-masalah sexualitas pada anak diumur ini. Ini yang disebut dengan masa pancaroba(muraahaqah). Yang dimaksud masalah sexualitas dalam tulisan ini, bukanlah mengajarkan anak-anak melihat gambar-gambar porno, atau mengajarinya bagaimana berhubungan badan antara lelaki dan perempuan. Bukan-bukan itu maksud dari pendidikan sex dalam pembahasan ini. Tetapi sang anak haruslah tahu masalah-masalah sexualitas yang berkaitan dengan hukum-hukum syariat. Betapa banyak pertanyaan seputar masalah ini. Apakah boleh bagi orang tua mengajarkan anak-anaknya akan tanda-tanda orang yang akan baligh, bagaimana atau apa anggota dari tanasul(keturunan), melahirkan, hamil, juga bagaimana cara berhubungan intim tatkala sang anak mendekati pernikahan? Yang jelas dalil-dalil bahwa orang tua, atau pendidik(guru) berkewajiban untuk menjelaskan hal ini. 1. Dalil-dalil bagaimana hubungan intim dan bagaimana penciptaan manusia, juga perbuatan keji. a. Q.S Al Mukminum 5-7. b. Al Baqarah 187 c. Al Baqarah 222-223,237 d. Dllnya yang sangat banyak sekali. Semua ayat-ayat diatas menceritakan dengan sangat jelas sekali bagaimana manusia di perintahkan untuk menjaga kehormatannya(faraj), masalah jima, haid, juga tempat berkembangnya atau tumbuhnya anak, nuthfah(air mani) dst Bagaimana seorang anak akan memahami ayat-ayat Allah ini, dan memakai akalnya dalam memahami ayat-ayat Allah, serta penafsirannya tanpa ada bimbingan dari orang tua atau guru, apa yang dimaksudkan ayat-ayat tersebut, darimana ia mengetahui kecuali kalau bukan dari ortunya atau gurunya? Dari siapa lagi..? Apa diserahkan pada temannya atau orang dipinggiran, bisa-bisa salah ia dalam menerima, bahkan tak jarang malah masuk kedalam jurang kenistaan. Inilah yang sering membuat anak-anak muda atau remaja jatuh pada lembah hitam. Dan ini disebabkan pengajaran dan bimbingan dari ortu tidak ada. Sang ortu merasa malu atau merasa tabu mengajarkan anak dalam masalah ini, karena bukan hal yang dipandang biasa, tetapi luar biasa bahkan suatu kesalahan. Amat disayangkan, betapa banyaknya para ortu atau pendidik merasakan bahwa ini tidak perlu, dan anak tak perlu memahami penafsiarn akan ayat-ayat Allah ini, padahal sudah jelas firman menyuruh ummat islam memperhatikan ayat-ayatNya. Allah Taala : Kitab (AlQuran) kami turunkan kepada engkau(wahai Muhammad), mubaarakun, agar kamu memahami ayat-ayatnya dan agar orang yang berpengetahuan saling mengingatkan(Q.S Shad ayat 29). Bahkan Allah sangat mencela orang yang tidak mau mentadabburi akan firman-firman Allah dengan mengatakan orang tersebut telah tertutup hatinya Apakah kamu tidak mempehatikan AlQuran, ataukah hati itu telah digembok(dikunci, ditutup), oleh pemilik hati tersebut?(Q.S Muhammad 24) Pengethuan ini, haruslah difahami oleh lelaki perempuan, kecil, besar, pemuda dan pemudi. Apa buah dari seseorang mentadabburi ayat-ayat Allah ini? == Seorang muslim akan semakin bertambah keyakinannya dan keimanannya akan kebesaran illahi, tatkala Allah bercerita masalah penciptaan makhluk, bagaimana reproduksi manusia, perkembangannya, mulai dari setets air mani, kemudian segumpal darah dst. == Seorang muslim menjadi tahu, mana halal, mana haram. == Seorang muslim semakin meyakini akan betapa Islam mengajarkan manusia dari sekecil-kecil sampai sebesar-besarnya. Tidak ada agama lain yang menjelaskan persoalan manusia secara detail, kecuali ajaran Islam yang maha mulia ini. 2. Yang perlu diingat adalah mengajarkan pendidikan sex anak, sesuai dengan umurnya. Jangan pula diajarkan anak seusia 9-10 thn, akan bagaimana hubungan intim. 3. Jangan sampai para ortu melalaikan kewajiban ini. Ingatlah akan kata Pujangga Syauqi mengatakan : Bukanlah yang dikatakan yatim, orang yang tidak memiliki kedua orang tua dan keluh kesah akan kehidupan yang rendah, miskin, namun yang dikatakan yatim adalah seorang anak yang memiliki kedua ibu bapa, namun keduanya cuek terhadap anak-anaknya akibat pekerjaan(karir), dan sibuk dengan urusan masing-masing. Semaraknya atau banyaknya kejadian amoral, asusila pada anak usia remaja, yang telah kehilangan keperawanannya, anak hamil diluar nikah, praktek aborsi dan pembuangan bayi dijalanan, di tong sampah, disungai-sungai, adalah akibat selain kondisi ekonomi juga kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan agama pada anak-anaknya, pendidikan moral, pendidikan sex, tata cara kewajiban mandi, apa itu air mani, madzi, wadi. Jangankan untuk mengajarkan anak, tak jarang orang tua sendiripun kurang mengerti akan hukum-hukumnya. Bagaimana mau menyirami bunga ditaman, sedangkan diri sang ortu saja kekurangan air, perlu disirami juga? Bagaimana sang anak hendak bercermin pada orang tuanya, sedangkan cermin tempat ia berkaca itu sendiri samar dan rabun?. Namun itulah hakikat dan realita yang ada dizaman sekarang, semakin jauh ummatnya dari ajaran Islam itu sendiri. Inilah buah keberhasilan dari penjajahan Barat semenjak kejatuhan Negara Islam, masa kekhalifahan hancur, pendidikan agama dipisahkan dari pendidikan umum. Sayang..amat disayangkan ummat islam terlena, dinina bobokan tanpa disadari ketiduran dengan hembusan angin sepoi-sepoi. Sayang, banyak ummat islam melupakan firman Allah Taala yang satu ini: Dan sekali-kali Yahudi dan Nasrani, tidak akan pernah senang kepada kamu, sehingga kamu mengikuti agama mereka. Betapa banyak ummat Islam, para kiyai, ustadz tidak memahami ilmu alam, yang mana hakikatnya asal ilmu itu sebenarnya ada dalam AlQuran, juga betapa banyak ummat islam yang tidak memahami hukum-hukum Islam, tidak memahami agama dengan baik, padahal semua ada dalam AlQuran, bersumber dari yang satu. Dalam AlQuran tidak pernah membedakan antara kedua ilmu agama dan umum itu, karena sumbernya satu. Dari Allah Taala. Sayang sekali ummat islam terlena sudah terlalu jauh kebelakang. Penjajahan Barat(musuh Islam) telah banyak merubah semua tatanan kehidupan ummat islam, sehingga jauh dari ajaran sebenarnya. Juga melupakan peringatan Allah Taala berfirman : Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang mana kayu bakarnya berasal dari manusia dan batu .(Q.S Attahrim ayat 6) Referensi Tarbiyatulawlaad fil Islam oleh Abdullah Nasih Ulwan jilid 2 hal 463-468). Makalah ini untuk mengisi buletin bulanan El Muttaqin Cairo, dan tugas saya saat ini mengisi masalah pendidikan anak. Wassalamualaikum. El Ghiza 12 April 2006. Rahima.Sikumbang Sarmadi. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

