http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/04/tgl/11/time/201011/idnews/574120/idkanal/10

DPRD Minta Gubernur Sumbar Ambil Sikap Soal Playboy
Yonda Sisko - detikcom

 Padang - Terbitnya edisi perdana majalah Playboy edisi Indonesia 7
April 2006 lalu, mendapat tanggapan keras dari sejumlah anggota DPRD
Sumatera Barat (Sumbar).

Selain mengimbau warga Sumbar untuk memboikot peredaran majalah berbau
porno tersebut, anggota dewan juga meminta Pemprov Sumbar untuk
mengeluarkan kebijakan tegas terkait dengan penyebaran berbagai media
yang menjurus pada penyebaran pornografi di daerah tersebut.

"Kita minta Pemprov untuk mengeluarkan aturan untuk menekan peredaran
majalah Playboy dan sejenisnya di Sumbar. Jangan sampai, peredaran
majalah tersebut dianggap sebagai sesuatu yang wajar sehingga dibiarkan
merusak mental generasi muda," ujar Ketua Fraksi PAN DPRD Sumbar,
Taslim, kepada detikcom di kantornya, Jl Khatib Sulaiman, Padang, Selasa
(11/4/2006).

Menurut dia, selain untuk menekan peredaran pornografi, aturan tersebut
juga dibutuhkan oleh berbagai elemen masyarakat seperti ormas, LSM dan
mahasiswa dalam menentukan sikap. 

"Norma-norma yang dianut masyarakat Sumbar sudah jelas menolak hal-hal
yang berbau pornografi. Kalau nanti ada gerakan perang melawan
pornografi, maka mereka sudah mempunyai kekuatan hukum. Jadi, tidak ada
lagi alasan untuk membela peredaran majalah tersebut di Sumbar,"
ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Fraksi PKS DPRD Sumbar, Rafdinal.
Menurutnya, upaya pihak Playboy menerbitkan edisi perdana majalah
tersebut dengan tampilan yang tidak terlalu vulgar merupakan siasat
untuk menghindar dari kontroversi yang berkepanjangan.

Sangat mungkin bila kontroversi itu sudah reda, Playboy akan kembali ke
wujud asalnya. Siapa pun tahu, Playboy itu merupakan majalah yang
mengumbar aurat," tegas Rafdinal.
(ddn)

----------------

http://www.rakyatmerdeka.co.id/nusantara/modules.php?pilih=lihatberita&id=816

Giliran DPRD Sumbar Boikot Playboy 
Selasa, 11 April 2006, 03:41:46 WIB

Rakyat Merdeka. Buntut tetap terbitnya edisi perdana majalah Playboy
edisi Indonesia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat perlu
mengeluarkan kebijakan memboikot peredaran majalah itu di Sumbar. Bila
perlu peredaran majalah sejenis perlu juga diatur. 

Desakan itu diungkapkan sejumlah anggota DPRD Sumbar. Ketua Fraksi PKS
Rafdinal menilai bagaimana pun tampilan yang disajikan pengelola majalah
pria dewasa itu, tetap saja tak akan merubah sikap Fraksi PKS Sumbar.
Bisa saja itu hanya akal-akalan penerbit saja. 

"Imej negatif yang disematkan kepada majalah itu tetaplah tidak bisa
diubah. Bisa saja terbitan perdana mencoba meminimalisir unsur-unsur
pornoaksi atau pun pornografirnya, tujuannnya tak lain meredam emosi 
massa. Tapi kita kira itu tak akan merubah pandangan PKS atas itu,"
terang Rafdinal yang juga Sekretaris Komisi I. 

Ia menilai, Gubernur Sumbar perlu mengambil sikap yang tegas terkait
penerbitan majalah Playboy itu. Pasalnya, selaku daerah yang menjunjung
nilai religius dan adat yang kuat, keberadaan majalah Playboy di Sumbar
akan merusak tantanan fundamental itu. Bisa saja majalah itu menjadi 
pemicu punahnya akar budaya lokal. 

Tanggapan yang sama juga diungkapkan Ketua Fraksi PAN Sumbar, Taslim. Ia
mensinyalir tampilan yang terkesan moderat pada edisi perdana ini, tak
lepas upaya merubah opini publik. Tapi perlu dicermati dengan serius. 
Bisa saja, selanjutnya majalah ini kembali kehabitan aslinya dan
mengubar syahwat. 

"Inilah yang harus diantisiapsi dari sekarang. Bila perlu sebelum
majalah ini kembali format aslinya, Pemprov kita kira perlu mengeluarkan
aturan yang melarang peredaran majalah ini di Sumbar. Artinya, Pemprov
perlu memboikot peredaran majalah ini. Sehingga memberikan kepastian
akan sikap daerah," tukasnya. rdo/padang
ekspres

--------------


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke