Pasan dari Admin: Posting sanak, tasangkuik di Dapua RantauNet. Sanak [EMAIL PROTECTED], nampaknyo posting dari web YahooGroups, sedangkan Palanta RantauNet bukan di YahooGroups. Nan di YahooGroups hanya mirror sajo. Jadi jiko terdafta dan posting dari YahooGroups harusnyo tetap harus mandaftar dulu di Palanta nangko. Silahkan mendaftar di
MIKO Silent Administrator ... :-) Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Pembagian Harta Warisan To: [EMAIL PROTECTED] Date: Thu, 20 Apr 2006 09:35:07 +0700 You are not allowed to post to this mailing list, and your message has been automatically rejected. If you think that your messages are being rejected in error, contact the mailing list owner at [EMAIL PROTECTED] Date: Thu, 20 Apr 2006 02:34:54 -0000 From: "datuk_endang" <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Pembagian Harta Warisan Assalamu'alaikum w.w. Sembah dan salam perkenalan disampaikan kepada sekalian dunsanak di palanta ini. Sebenarnya saya ingin menjadi peserta pasif saja, namun tergugah dengan topik ini bolehlah menyampaikan sedikit pendapat. Saya belum menyentuh inti permasalahan, hanya tertarik dengan suatu statement bahwa untuk menegakkan hukum syar'i diperlukan suatu lembaga; atau dalam konteks tertentu peng-Islam-an masyarakat Minang membutuhkan pelembagaan. Melihat contoh nan sudah, mencari tuah nan menang, saya ingin berbagi pandangan dari kejadian masa lampau. Apakah pengIslaman masyarakat nusantara ini sejak berabad yang lampau memang berorientasi terhadap terwujudnya "kelembagaan Islam", atau replacement sistem kemasyarakatan yang ada (terkategori jahiliyah?). Hingga sampai pada apakah hakikat hidayah iman bagi manusia, mungkin kaji ini akan kita bahas kemudian. Mempelajari kisah perang Paderi (priode I, 1803-1821) cukup mengherankan saya bahwa pertarungan hitam-putih yang relatif dimenangkan oleh kelompok putih ternyata tidak menghasilkan "daulah Islamiyah". Setidaknya setelah kejadian Koto Tangah (1808?), seharusnya ada suatu model sistem pemerintahan yang "lebih islami", dan para pejuang Paderi memiliki waktu yang cukup untuk itu. Dari cuplikan buku Tuanku Rao (saya belum baca bukunya), disebutkan ada "suatu model" sistem pemerintahan namun hal ini belum terbukti dan tidak terjejak. Satu pelajaran yang saya peroleh adalah : pengIslaman Minangkabau, walaupun dilakukan dengan semangat Wahabi, tidak dimaksudkan untuk menegakkan daulah Islamiyah; tetapi lebih pada mempengaruhi sistem kemasyarakatan yang "lebih" Islami. Hal ini kemudian berbuah pada ABS-SBK sebagaimana yang dimaksud Mak Saaf, nanti kita kaji secara khusus hal ini. Kita lihat contoh lain. Ketika Belanda masuk ke Aceh pada tahun 1873, kelompok ulama belum beraksi. Baru pada tahun 1901 ketika Belanda menyerbu pesantren Batu Ilieq dan masuk Pidie, baru dilakukan "perang jihad" secara masal. Sebuah versi lain menyebutkan jihad ini sejak tahun 1896, yang digelorakan oleh Teungku Cik Di Tiro Syeikh Saman. Pada tahun 1945 ketika terjadi perselisihan antara kaum bangsawan dan kaum ulama dan melahirkan perang Tjumbok, kaum bangsawan tersingkir dari Aceh, dan kaum ulama ternyata tidak berhasil merumuskan suatu sistem daulah Islamiyah dan bergabung dengan NKRI. Saya melihat di Lombok, pada tahun 1672-1898, ketika 85% penduduknya beragama Islam, pusat kekuasaan ternyata dipegang oleh Kerajaan Mataram - Hindu Bali. Jadi lebih 200 tahun masyarakat Islam yang mayoritas diperintah oleh Kerajaan Hindu yang minoritas, dengan catatan: tanpa gejolak kemasyarakatan apapun. Contoh lain, ketika pengaruh para Wali Songo semakin menguat di tanah Jawa dan mulai menandingi Kerajaan Majapahit, justru sistem pemerintahan baru yang terbentuk di Demak tidak menempatkan mereka sebagai, katakanlah semacam wilayatul faqih di dalam daulah Islamiyah. Sebagai raja mereka mengikhlaskan kepada Raden Patah yang masih memiliki garis keturunan Majapahit. Saya sampai pada perenungan, bahwa Islam di nusantara dengan segala mazhab dan alirannya sejak dulu hingga kini, memang tidak berorientasi pada terwujudnya daulah Islamiyah, atau tidak mengharuskan replacement sistem kemasyarakatan yang katakanlah terkategori "jahiliyah". Atau perlu kita kaji apakah ada konsep daulah, apakah jahiliyah, apakah makna kita sebagai seorang muslim, dan apakah sebenarnya risalah Rasulullah (QS 21:107). Dan bilamana Allah berkehendak, tentunya akan "Islam" seluruh makhluk yang ada di alam ini. Ingin melanjutkan, namun sementara waktu itu dahulu, dan wassalam. -datuk endang -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

