Sumber berita:
http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/04/tgl/20/time/190708/idnews/579181/idkanal/10
Yayasan Prayoga Sebarkan Agama ke Suku Pedalaman di Riau
Chaidir Anwar Tanjung - detikcom
Pekanbaru - Yayasan Prayoga boleh dibilang berhasil dalam misi siaran agama ke
suku Talang Mamak di dalam hutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) di Riau.
Kini komunitas penduduk terbelakang itu sebagian besar telah memeluk agama
Katolik.
Penyebaran pemahaman agama pada suku Talang Mamak di Riau memang lebih gencar
dilakukan Yayasan Prayoga yang berpusat di Padang, Sumatera Barat. Yayasan ini
merupakan perpanjangan tangan pusat Katolik di Roma. Kini misi siaran agama
Katolik cukup berhasil dan lebih mudah diterima suku Talang Mamak.
Komunitas penduduk Talang Mamak di kawasan Hutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh
(TNBT) di Riau diperkirakan ada 2.000 KK. Separohnya, mereka lebih memilih
agama Katolik, sekitar 25 persen lagi agama Islam. Sisanya, masyarakat Talang
Mamak masih menganut agama animisme.
Seorang guru Katolik, Yohanes Wantoro (37) mengaku sudah lebih dari 7 tahun
tinggal di Dusun Siamang, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu
(Inhu) Riau dalam misi siaran agama. Selain penyebaran agama, dia juga
merangkap sebagai guru sekolah di sana. Di dusun itu, terdapat lebih dari 50 KK
Talang Mamak.
"Saya sudah lebih tujuh tahun bekerja di bawah Yayasan Prayoga Katolik untuk
melakukan siaran agama, sekaligus sebagai guru sekolah buat anak-anak Talang
Mamak," kata Wantoro dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (18/4/2006)
lalu.
Mengenalkan agama pada suku Talang Mamak, kata dia, sebuah pekerjaan yang perlu
kesabaran. Apalagi sejak ratusan tahun silam, Talang Mamak hanya mengenal agama
sesuai dengan kepercayaan mereka sendiri.
"Kita perlu kesabaran dalam memberikan pemahaman agama pada mereka. Yang paling
sulit dalam memberikan pengajaran agama ini, mengumpulkan mereka. Sebab, hidup
mereka lebih banyak di dalam hutan," kata Wantoro.
Wantoro mengaku, pengenalan agama Katolik di suku pedalaman ini, awalnya
disiarkan langsung oleh pastor asal Franscis bernama Vite. Pastor Katolik itu
berada di kawasan hutan TNBT sejak tahun 1985 hingga tahun 2003. "Proses
keagamaan Katolik awalnya sudah dirintis oleh pastor asal Francis. Saya cuma
meneruskan saja," kata Wantoro.
Seluruh komunitas Talang Mamak dusun Siamang yang dulunya tidak memiliki agama,
kini sudah menganut agama Katolik. Di dusun itu pun terdapat sebuah geraja
berdinding papan sekaligus sebagai tempat sekolah anak-anak Talang.
"Kita beribadah setiap Senin malam Selasa. Ibadah pada malam hari ini terpaksa
kita lakukan, karena siang hari mereka pergi ke hutan untuk berladang," kata
Wantoro.
Sementara itu, anggota DPRD Riau asal Indragiri Hulu (Inhu), Edi Ahmad RM,
mengatakan, langkah yang dilakukan Yayasan Prayoga yang berkiblat ke Romaitu
harus dukung semua pihak. Karena selama ini pemerintah sendiri terkesan
mengabaikan siaran agama ke suku pedalaman di Riau. "Walau kabupaten Indragiri
Hulu merupakan eks kekuasaan kerajaan Islam, kita tidak melarang ada siaran
agama lain di sana," kata Edi Ahmad.(asy)(asy)
"Banyak yang mendengar tapi sedikit yang terpanggil, dan diantara yang
terpanggil sedikit pula yang terpilih"
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+
countries) for 2ยข/min or less.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================