--- "Rasyid, Taufiq (taufiqr)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Banyak urang nan maraso labiah pede mambuek rumah > ditanah pusakotinggi, > tapi kalau harus ka dikaji asal-usul dibukak pulo > ranji baliak demi > tegaknyo hukum syarak untuak kepemilikan ko kan jadi > susah mereka > jadinyo. Itu mukasuiknyo Silahkan lihat AlQuran Surah Annisa 33. "Bagi tiap-tiap harta peninggalan yang ditinggalkan ibu bapa, karib kerabat, kami jadikan pewarisnya. Dan jika ada orang-orang yang kamu bersumpah setia kepada mereka, maka berilah kepada mereka bagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu." > > Bisa-bisa rumah dikampuang jadi indak jaleh > statusnyo jadinyo > Umumnyo kalau untuak parumahan, urang nan sa paruik > lah samo satuju dulu > baru di tagakkan rumah. > Tampaknyo masyarakat Minang salamo ko lah manarimo > kondisi ko. Mungkin > kondisi nan sa suai jo pandapek Buya HAMKA tu. Kenapa jadi tidak jelas, bukankah tujuannya demi kejelasan, kalau memang itu harta kaum, kaum yang mana, serta bagaimana pemakaiannya, dan kenapa harus perempuan saja yang menerima hasilnya, kalau soal memangenya perempuan, RT juga biaya RT perempuan yang ngaturnya bukan, itu ngak masalah. Masalahnya adalah hasilnya, bukan anak PR saja, atau kemenakan yang pr saja yang makannya, tetapi saudara lelaki(abang dari perempuan itu), kemenakan lelaki, semua bisa dan berhak memakannya, karena statusnya adalah tanah kaum, atau tanah serikat. Maka ini sama dengan prinsip sebuah hadist : " Tanah, air, rumput, ..etc (silahkan dilihat postingan sanak Arnoldison masalah tanai air rumput ini". Kalau itu tidak jelas asal usulnya, hanya bisa dipakai hasilnya, tidak bisa dimiliki sama sekali, tidak juga diwakafkan, karena harta kalau diwakafkan harus jelas siapa pemiliknya. > > Jadi indak ado nan tapaso karano adat, sabab apo > dasarnyo kalau ingin > mendakwa penguasaan seseorang atas kekayaan kaum > tsb. Semuanya juga > telah diatur secara adat dan diterima dengan baik > dalam sistim > kekeluargaan Minang selama ini. Kalau ditanya dasarnnya, Silahkan lihat Q.S. Annisa ayat 29 itu. Landasan suka sama suka itu adalah landasan didalam hal perniagaan.(illa antakuunaa tijaaratan 'an taraadhin bainakum, kecuali suka-sama suka diantara kamu dalam hal perdagangan). Allah berfirman : "Wahai orang-orang beriman, apabila terjadi perselisihan diantara kamu, maka kembalikanlah urusannya kepada Allah dan RasulNya". " Tidak ada pilihan bagi kamu, apabila Allah dan RasulNya menetapkan sesuatu kepada kamu". Wassalamu'alaikum. Rahima. > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

