SMAN 3 Medan Heboh
* Gumpalan Awan Bertuliskan Allah Dan Muhammad
Medan, WASPADA Online
http://www.waspada.co.id/berita/medan/artikel.php?article_id=76545
Ratusan pelajar dan guru SMA Negeri 3 Jl. Budi Kemasyarakatan, Yos
Sudarso Medan, heboh dengan munculnya gumpalan awan berbentuk tulisan
Allah dan Muhammad dalam huruf Arab di angkasa pada Senin (24/4) sekira
pukul 08:15. Menurut Azhari, siswa kelas III IPS-2, seorang siswa yang
turut menyaksikan gumpalan awan tersebut, saat itu baru usai upacara
bendera. Beberapa siswa melihat ke atas sembari merasa heran akibat
bentuk gumpalan awan yang pertama kali terlihat bertuliskan Allah. Namun
tulisan Allah hanya terlihat beberapa detik dan lantas berganti dengan
tulisan Muhammad dalam huruf Arab.
"Anak-anak yang pertama melihat tulisan itu langsung heboh dan
menunjukkan kepada seluruh teman-teman. Kebetulan hampir seluruh siswa
masih berada di lapangan, jadi semua turut menyaksikan dan tidak
ketinggalan mengabadikannya dengan hand phone kamera, termasuk saya punya
foto itu," ungkap Azhari seraya menunjukkan foto yang dimaksud.
Wakil Kepala SMAN 3 Medan Drs Emir Harahap ketika dijumpai Waspada
kemarin, membenarkan hal itu. Bahkan Emir pun sempat menyaksikan
gumpalan awan yang bertuliskan Allah dan Muhammad itu. "Seumur hidup baru
kali ini saya melihat gumpalan awan membentuk tulisan Allah dalam huruf
Arab dan berubah menjadi tulisan Muhammad. Tidak hanya siswa, para guru
juga turut berhamburan ke lapangan menyaksikan kejadian langka itu,"
ungkapnya.
Percaya atau tidak, menurut Emir, kejadian seperti itu pernah terjadi
pada musibah tsunami tahun 2004. Tulisan Allah pernah tertangkap foto
dari satelit dalam peristiwa tsunami di beberapa negara pada Desember
2004. Berdasarkan keterangan yang Waspada peroleh dari Majalah Hikayah
yang dicetak untuk edisi eksklusif Aceh disebutkan, '' jepretan hasil
foto satelit digital yang diambil oleh sebuah perusahaan jasa satelit
Globe Quick Bird tertangkap foto gelombang tsunami dengan tulisan mirip
dengan kaligrafi Allah di pinggir pantai Srilanka.
Mohammad Fayzeen, seorang ulama Srilanka, manajer Pusat Studi Islam di
Kolombo menyatakan, ''Tuhan telah menandatangani namaNya dalam musibah
tsunami. Itulah tanda-tanda yang diberikan Tuhan untuk memperingatkan
hukumNya yang banyak diabaikan manusia.
Emir Harahap tidak tahu apakah ini pertanda akan terjadinya sesuatu.
"Tapi kami yakin ini petunjuk agar manusia kembali pada jalan yang
benar," tambahnya. Sementara itu, seorang Satpam, Idris, juga
menyaksikan tulisan di awan tersebut. Menurut Idris, munculnya gumpalan
awan berlangsung sekitar 10 menit. "Kalau tulisan berbentuk Allah hanya
terlihat sebentar. Mungkin karena anak-anak terlambat mengetahuinya dan
tulisan sudah berganti dengan bentuk Muhammad," cetus Idris.
(cded/caa/b02)
---------------------------------
Blab-away for as little as 1ยข/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo!
Messenger with Voice.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================