Kandungan Fe dalam Air Bersih

Fe  berada dalam  tanah dan batuan sebagai ferioksida
(Fe2O3) dan ferihidroksida (Fe(OH)3). Dalam air besi
berbentuk Ferobikarbonat (Fe(HCO3)2),
ferohidroksida(Fe(OH)2), ferosulfat (FeSO4) dan besi
organik komplek. Air tanah megandung besi terlarut
berbentuk ferro (fe2+). Jika air tanah dipompakan
keluar dan kontak dengan udara (oksigen) maka besi
(fe2+) akan teroksidasi menjadi ferihidroksida
(fe(OH)3). Ferihidroksida dapat mengendap dan berwarna
kuning kecoklatan. Hal ini dapat menodai peralatan
porselen dan cucian. Bakteri Besi (Crenothrix dan
Gallionella) memanfaatkan besi fero (Fe2+) sbg sumber
energi untuk pertumbuhannya dan mengendapkan
ferrihidroksida. Pertumbuhan bakteri besi yang terlalu
cepat (karena adanya besi ferro) menyebabkan diameter
pipa berkurang dan lama kelamaan pipa akan tersumbat.
Air tanah yang mengandung CO2 tinggi dan O2 yag
terlarut sedikit, dapat mempercepat proses pelarutan
bsi (dari bentuk tdk terlarut mjd terlarut). Sedangkan
air tanah yang alkalinitasnya tinggi, biasanya
memiliki konsentrasi besi rendah, krn besi teroksidasi
dan mengendap pada PH tinggi. Air tanah yang
mengandung besi dan organik yang tinggi akan membentuk
ikatan kompleks yang sulit mengendap dengan aerasi.
Kand. besi yang tinggi merugikan, karena dapat
menyebabkan air teh mjd hitam, sayuran yang direbus
berwarna gelap, menimbulkan rasa besi/logam,astringent
atau obat, dan merugikan jika dipakai dlm produksi.
Tubuh memerlukan sebesar 14mg/hr, kekurangan besi dpt
menyebabkan anemia, namun pemenuhan besi dalam air
minum sedikit sekali karena kandungan besi dalam air
tanah yang melebihi 0,3mg/l dapat menyebabkan hal2
diatas. 

Penurunan kandungan besi dan mangan dapat dilakukan
dengan empat cara :
1. Oksidasi
Oksidasi dapat dilakukan dgn menggunakan oksigen
(aerasi), klorin, klordioksida, pottasium permanganat,
atau ozon.

- aerasi:
tujuan : menghilangkan rasa & bau (yg disebabkan
hidrogen sulfida & komponen organik) dgn
oksidasi/valatilisasi, mengoksidasi Fe & Mn, transfer
O2 ke dlm air & membebaskan volatil gas dr dlm air.
Tipe aerator ada 4, yaitu gravity aerator ( ada
cascade aerator, packing tower, tray aerator), spray
aerator, diffuser, & mechanical aerator. Oksidasi Fe
dpt berjalan dgn baik pd pH 7,5 - 8 dlm waktu 15mnt.
Endapan besi yang terbentuk dpt dihilangkan dgn
koagulasi dn filtrasi. Aerasi mampu mengendapkan besi
jika tidak ada zat organik jenis humic & fulvic acid
(jika ada zat tsb akan membentuk seny kompleks dgn
besi yg tdk dpt mengendap scr sempurna setelah aerasi,
dan biasanya ikatan kompleks in berwarna,selain itu
memperlambat proses oksidasi).

- Klorinasi :
Klorin digunakan krn memiliki kecepatan oksidasi >
aerasi, dan mampu mengoksidasi besi yg berikatan dgn
zat organik, tapi keceptan oksidasi berkurang. pH yg
baik pada 8 - 8,3 oksidasi besi membutuhkan waktu
15-30 mnt. jika dlm air baku mengandung amonia
menyebabkan terbentuknya kloramin shg laju oksidasi
berkurang. Keefektifan oksidasi dipengaruhi kehadiran
bahan organik (ex. asm humic & asam fulvic). Pada
oksidasi besi, bahan organik menggunakan kebutuhan
sebagian klorin & dpt jg membentuk besi organik
kompleks, sehingga memberi efek yg krg baik pd proses
oksidasi. Klorin mengoksidasi bahan org. humic &
fulvic acid membentuk trihalomethan yag bersifat
koarsinogenik. Selama proses oksidasi klorin, sisa
klorin seharusnya dijaga sampai pd proses berikutnya
untuk mencegah penurunan kondisi yg dpt menyebabkan
terlarutnya kembali endapan. Pada umumnya proses
standar penurunan Fe & Mn menggunakan koagulasi dgn
alum, flokulasi, pengendapan, & filtrasi dgn didahului
proses preklorinasi. Dosis sisa klor yg dianjurkan
minimum 0,5mg/l.

- Klordioksida :
Klordioksida adalah oksidan kuat yg scr efektif
mengoksidasi Fe & Mn yg berikatan dgn zat organik.
Klordioksida merupakan gas yg tdk stabil & mudah
meledak. pH yg diperlukan untuk reaksi oksidasi besi
minimum 7. Secara teoritis 1mg/l klordioksida mampu
megoksidasi 0,83 mg/l besi dan 0,41mg/l. Penggunaan
klordioksida lebih mahal sekitar 5x lipat dibandingkan
dgn klorin.

- Pottasium Permanganat
Mrpkn oksidan kuat, waktu oksidasi 5 - 10 menit pd pH
7,0. Secara teoritis 1mg/l KMnO4 mengoksidasi 1,06
mg/l besi dan 0,52 mg/l mangan. Proses oksidasi kan
lbh efektif jika ada penambahan klorin sebelumnya.
Penggunaan oksidan ini lebih mahal, namun tidak
menghasilkan trihalomethan jika digunakan untuk
mengoksidasi bahan organik. 

- Ozonisasi
Ozon dpt digunakan untuk mengoksidasi Fe & Mn dgn
kecepatan oksidasi yg tinggi. Secara teoritis untuk
mengoksidasi 2,3 mg/l Fe dan 1,15 mg/l diperlukan
1mg/l ozon. Dosis ozon yang berlebih di reservoir akan
membentuk pottasium permanganat yang menyebabkan air
berwarna merah muda.  

2. IOn Exchange
   Air baku yang mengandung besi dan mangan < 0,5 mg/l
dpt diturunkan menggunakan ion exchange, selain itu
unit ini juga mampu menghilangkan kesadahan. Proses
ini sebaiknya pd kondisi anaerobik untuk menjaga
elemen2 agar tdk teroksidasi. Proses ini biasanya
digunakan dalam industri. Kekurangannya :
- bahan kimia untuk regenerasi mahal, korosif, bahaya
dan buangan regeran sulit diolah.
- unit yg otomatis memerlukan perawatan ali dan unit
yang tidak otomatis memerlukan operator yg terlatih
dan perhatian yg serius.

3. Mangan Zeolite Filtration
   Zeolit adalah pasir hijau dilapisi mangan. Setiap
butir pasir dilapisi dgn asam2 besi dan mangan. tipe
media filter ini adalah bentuk dari ion exchange yang
biasa digunakan di industri. Proses ini membutuhkan
penambahan potasium permanganat pada influent filter
secara kontinu, yg berfungsi untuk mengoksidasi besi
dan mangan serta berfungsi untuk regenerasi media
filter. Dosis pottasium permanganat harus benar2 tepat
karena sisa pottasium permanganat menyebabkan air
berwarna merah muda. Disisi lain, dosis yg tepat akan
memungkinkan lolosnya mangan di effluen filter. Pada
kasus pengolahan air tanah, zeolit lbh baik
ditempatkan  pd filter bertekanan daripada filter
gravitasi krn untuk mjg tekanan discharge dr pompa
sumur. Perencananan spt ini menghemat biaya pemompaan
dan backwash menggunakan air dari effluent filter
lain.

4. Sequestering Process
   proses ini biasanya digunakan untuk air baku dgn
kandungan Fe dan Mn < 2mg/l, termasuk kandungan sodium
silica. trisodium phosphate, hexametaphosphat, dan
zinc orthophosphat. Proses ini jarang digunakan untuk
pengolahan air ukuran menengah smp sistem penyediaan
air domestik karn biaya besar.

5. Lime Softening
   Besi dan mangan lebih efektif dihilangkan dgn
proses pelunakan krn dpt membuat pH mjd 9,5 yg mrpkan
kondisi yg baik untuk oksidasi Fe dan Mn. Berdasarkan
hubungan pH dgn kelarutan 83% besi mengendap pd pH 8,4
dan pada pH 8,8 - 9,6 besi akan mengendap 92% - 100%.
Mn akan mengendap maks pd Ph 9,4 - 9,8 sebanyak
98-100%. Lime softening akan lebih efisien jika
didahului dgn proses aerasi.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke