Assalamu'alaikum WW

.... bordir masih primadona untuak dikembangkan.....
pado pameran Indonesia Handycraft bulan kapatang.......salah satu stand dari 
Sumbar binaan Angkasa Pura.... hanya mambaok bordiran dari Kiktinggi..... 
tetapi omset-nya....hhhhmmmmmmmm......... potensi bordiran masih layak 
untuak dikembangkan...

Wassalam

Palai Rinuak -


http://www.kompas.com/kompas-cetak/0605/04/sumbagut/2628815.htm


Anak Putus Sekolah Dilatih Terampil Jahit Bordir


Bukittinggi, Kompas - Puluhan anak putus sekolah di Kota Bukittinggi, 
Sumatera Barat, antre untuk mendapatkan pendidikan gratis, berupa 
keterampilan menjahit bordir di Sentra Bordir Bukittinggi. Namun, akibat 
keterbatasan mesin jahit, jumlah yang bisa diterima setiap angkatannya pun 
terbatas. Pengelola Sentra Bordir Bukittinggi berharap mendapat kucuran dana 
dari Dinas Koperasi dan Proyek Kredit Mikro Sumatera Barat.

Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bukittinggi Ny 
Khairul mengatakan, anak putus sekolah itu hanya butuh 15 hari untuk dilatih 
hingga siap pakai. "Anak putus sekolah jelas dari kalangan keluarga miskin 
atau kurang mampu. Agar tidak menjadi beban keluarga dan beban pemerintah, 
mereka harus diberikan keterampilan sesuai bakat dan minat. Khusus mereka 
yang berbakat menjahit bordir, Sentra Bordir Bukittinggi menampungnya dengan 
senang hati, tetapi dalam jumlah yang masih terbatas," katanya.

Menurut Buya, pengelola Sentra Bordir Bukittinggi, angkatan pertama ada 50 
orang, 35 di antaranya, setelah dilatih hingga terampil, sudah mendapat 
pekerjaan. "Pada angkatan kedua, ada 30 anak putus sekolah yang diterima, 
sesuai jumlah mesin jahit. Sebanyak 15 di antara langsung bekerja dan jadi 
karyawan Sentra Bordir Bukittinggi. Yang lainnya, ada yang mandiri, dan ada 
yang bekerja dengan orang lain," ungkap Buya.

Kepada mereka, semua bahan- bahan untuk kepentingan praktik menjahit bordir, 
seperti benang dan kain, diberikan secara gratis. "Bantuan yang pernah 
diterima Sentra Bordir Bukittinggi berupa uang Rp 7,5 juta, dan itu sudah 
digunakan untuk membeli 20 unit mesin jahit goyang. Peminat sangat banyak, 
Cuma jumlah mesin jahit terbatas, terpaksa mereka antre," jelas Buya.

Ketua Dekranasda Sumatera Barat Ny Vita Gamawan Fauzi, ketika meresmikan 
pembukaan gerai UKM milik Sentra Bordir Bukittinggi, Senin (1/5), 
mengatakan, melatih anak putus sekolah dengan keterampilan menjahit border, 
dan gratis, merupakan terobosan yang patut ditiru. "Keterampilan yang sudah 
didapat harus diimbangi dengan membaca selera masyarakat, membaca tren 
pasar, apa yang digandrungi saat ini, sembari terus memperbaiki kualitas. 
Untuk desain harus diciptakan inovasi dan kreasi baru, jangan monoton," 
katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan Proyek Kredit Mikro (PKM) Sumatera Barat Chairul 
Darwis mengatakan, peluang pasar bordir Bukittinggi terbuka lebar di pasar 
Indonesia atau luar negeri. "Meningkatnya minat generasi muda untuk belajar 
bordir, patut dipuji," katanya. (NAL)




Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke