--- 1972 putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> (jadi masuk kelp bank syariah juga kan namanya ?:)) > yang saya yakin > kedepannya, porsi service keuangan antara keu islam > dgn konvensional > akan semakin berimbang. Dik Ronald, hal ini sangat uni harapkan sekali. Karena bagaimanapun, kita harus menyadari sekali bahwa mayoritas penduduk di Indonesia adalah muslim, apalagi Timteng. > > Beberapa hal masih menjadi kendala spt tingkat > pemahaman masy > yang mengatakan bahwa keuangan islam itu hanyalah > sebuah produk > keuangan yang bernama islam. Padahal it's totally > diferent. Krn bukan > hanya produk, tapi sistem yang sangat berbeda dengan > konvensional. > Kendala lain, kurangnya tenaga profesional dalam keu > syariah. yang > ada selama ini adalah SDM konvensional yanng diberi > training 2-3 hari > ttg keu syariah, lalu dicemplungkan ke dalam bisnis > syariah. > Juga menjadi kendala lain, dari sisi regulasi. > Lambatnya pmth dan > semua pihak terkait dalam merespon perkembangan keu > islam ini > dlm penyediaan regulasi, sehingga terkadang para > pengusaha timteng > tdk bisa langsung invest disini karena tidak > tersedianya SPV, dll Yang kurang sebaiknya ditambahi, yang berlobang sebaiknya di tutupi, yang koyak sebaiknya ditambal, diperbaiki, yang tidak ada sebaiknya diadakan. Agar tampilannya nampak bagus, peminatnyapun semakin banyak. Uni mendukung dan berdo'a untuk semua itu. Kalau perlu mulai dari diri sendiri, mulailah menginnvestasikan kepada bank Syari'ah dan mengajak teman-teman kesana. Jangan pikirin untung dulu, yang penting niat ikhlas membantu saja dulu. Kalau tidak diri kita ummat Islam dulu yang berkorban, berusaha, siapa lagi yang diharapkan? > > Ini sering dikeluhkan oleh pelaku pasar keu syariah. > Padahal spt > kita ketahui, naiknya harga minyak mentah dunia > (diatas USD 70 > perbarrel) telah membuat para pengusaha minyak > timteng kelebihan > likuiditas. Tarok di amrik and eropah nggak mungkin, > krn kejadian > 9/11. Akhirnya mereka melirik asia, spt china, > m'sia, and Indonesia. > (itulah sebabnya, SBY and team (termasuk team dari > Deutsche Bank > wara wiri ke timteng akhir akhir ini. Suatu usaha yang bagus. Rasulullah dalam kemajuan perekonomian Islam juga memiliki taktik yang tangguh. Mungkin kita saja yang kurang mempelajari segala taktik beliau ini. Negara Arab, seperti Saudi, Emirat, dllnya, kecuali Mesir dan berapa negara miskin lainnya, cukup kaya sebenarnya(tanya aja sama dik Ridha). Ada baiknya lho mendekati orang-orang kaya, demi kemajuan Islam maksudnya.Kepada siapa lagi ummat Islam di Indonesia berpegang, kalau bukan kepada ummat Islam juga, apa diharapkan bantuan dari Roma, Amrik, Kristen, Yahudi? Kalau kita berhutang kepada mereka, akan dililit hutang melulu. Kasihan, kapan kita bisa mandiri dan maju. Hanya do'a yang uni panjatkan, semoga Allah memberkahi ummat islam dan bank-bank syari'ah milik ummat Islam. Wassalamu'alaikum. Rahima. > > Saya kira itulah kunci keberhasilan keu islam, yaitu > Pemahaman > Masyarakat, Tersedianya SDM yang handal (memahami > keu islam > tdk hanya dari sisi knowledge), dan kesiapan pmth > dgn segala > regulasinya. > > > wassalaam, > Ronald > > > > > > On 5/6/06, Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > --- 1972 putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Assalaamu 'alaikum Wr Wb > > > Disinilah muncul ijtihad utk boleh mengambil > > > keuntungan dari barang yang > > > digadaikan untuk menutup biaya pemeliharaan yg > > > menjadi kewajiban Rahin. Nah, > > > biaya pemeliharaan inilah yang kemudian > dijadikan > > > ladang ijtihad para > > > pengkaji keuangan syariah, sehingga gadai atau > rahn > > > ini menjadi produk > > > keuangan syariah yang cukup menjanjikan. > > > > Dik Ronald, bercerita masalah gadai, bank Syari'ah > > ini. Ada yang selama ini jadi pemikiran Uni, dan > > kaitannya dengan kemajuan masyarakat islam secara > > keseluruhan, masyarakat Indonesia, secara umum, > > masyarakat Minang secara khusus. > > > > Masyarakat non Muslim, bisa maju karena ekonomi > mereka > > sangat kuat.Contoh saja Kristen. Di Mesir ini, > > meskipun mayoritas Kristennya sangat sedikit, > berapa > > persenlah, namun kehidupan mereka makmur, > toko-toko > > banyak dikuasai oleh mereka. Ini karena mereka > sangat > > pintar ,memanagement keuangan mereka, menyimpan > uang > > dan memutar uang sehingga mendatangkan uang > semakin > > bertambah banyak. > > > > Berbeda dengan kita ummat Islam(tidak > keseluruhannya), > > saking takutnya dengan masalah Riba, sehingga uang > > disimpan dilemari, atau di belikan emas, ke emas, > > emas, ke emas lagi, ngak diputar. > > > > Sistem ekonomi yang dicontohkan Rasulullah, > tidaklah > > semacam itu. Uang diputarkan, hidup sesederhana > > mungkin, padahal Rasulullah adalah seorang yang > kaya, > > mahar beliau kepada siti Khadijah saja, berapa > onta > > itu? kalau dibandingkan dengan zaman sekarang, > berapa > > mercedest benz? Itu pertanda beliau kaya, tetapi > hidup > > sederhana. Zuhud, istilah Islamnya. > > > > Jadi yang dikatakan zuhud itu bukan dikarenakan > > ketidak adaan, atau kemiskinan seseorang, disaat > ada, > > seseorang mampu hidup sederhana, itulah dikatakan > > zuhud.Para sahabat banyak yang semacam ini. > > > > Kembali kemasalah ekonomi Islam. Islam akan sulit > > majunya, kalau ekonomi morat-marit, Indonesia > susah > > makmurnya, kalau masih tergantung pada hutang, > > tergantung pada negara lain, negara adikuasa. > > > > Kemajuan zaman semakin berkembang pesat, kebutuhan > > hidup semakin meningkat, apakah Islam tidak > memiliki > > solusi untuk memberantas kemiskinan ini, tanpa ada > > keharaman dan keribaan disana? > > > > Jawabannya, ada solusinya. > > > > Salah satu contoh diatas, sebagaimana yang dik > Ronald > > kemukakan : > > > > sehingga gadai atau rahn > > > ini menjadi produk > > > keuangan syariah yang cukup menjanjikan. > > > > Hal, inilah yang sellau menjadi pemikiran uni, > gimana > > cara merealisasikan dan membuat masyarakat bisa > lebih > > membuka mata pada bank-bank Syari'ah yang ada. > Selama > > 3 tahun di organisasi, banyak yang saya dapatkan, > > terutama masalah bisnis, jualan, ambil > > persenan,keuntungannya buat organisasi, yang > > menjalankannya pengurus, dlllnya, kerjaan saya > setiap > > minggu selama lebih tiga tahun ini. > > > > Ibu-ibu diplomat, yang uangnya dollaran itu, > setelah > > tahu akan riba bank konvensional, bingung kemana > lari > > kita lagi? Bank Syari'ah masih belum memadai, > contoh > > pengiriman dollar, dan penerimaan dollar, masih > belum > > seperti city bank, yang sudah mendunia, > dimana-mana > > bisa dipakai.Padahal, ada salah seorang Ibu yang > jujur > > mengatakan pada saya : " Sebenarnya kita ingin > > keuntungan dari uang kita ini bisa diambil oleh > Islam, > > tapi gimana lagi yah,. > > > > Bank Syari'ah masih belum seperti bank bertaraf > > Internasional lainnya, jadi dengan secara terpaksa > > kita menyimapn uang di Bank, tanpa bunga dengan > syarat > > buka account minimal US$ 5000, tidak boleh diambil > > kecuali kalau mau mundur. Bayangkan saja, dengan > > minimal 1 orang saja uangnya ada US$ 5000 dollar, > > bagaimana kalau jutaan manusia, pantasan city bank > dab > > bank bertaraf Internasional lainnya, itu kaya, dan > > makmur? > > > > Ketika itu, saya hanya mampu menjawab. Yah...ngak > jauh > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

