dunsanak sadonyo ,  
 
penambangan batu baru di sawahlunto yg saat ini banyak dilakukan 
perorangan, ternyata penambang langsung nya kebanyakan adalah 
pendatang luar , sedangkan orang minang jadi pedagang pengumpul atau 
pemodalnya  saja. 
 
begitu juga di perkebunan kelapa sawit di pasaman, banyak orang luar 
yg jadi pekerja nya , dari jawa, nias dll, dan seperti biasa orang 
minang menjadi pedagang pengumpul atau pemodalnya. 
 
pokoknya , dalam banyak hal , orang minang tak terjun langsung, tapi 
hanya jadi  pihak penghubung atau pedagang nya, tapi justru di sana 
lah , profit yg besar nya sedangkan resiko nya rendah. 
 
proyek pengembangan pasaman dari daerah terbelakang menjadi 
perkebunan kelapa sawit beberapa puluh tahun yg lalu , dilakukan 
oleh pihak luar, dalam hal ini LSM Jerman, GTZ yg mengembangkan 
proyek ADP di sana ( area development program ) 
 
Jadi ambo maliek bahwa urang awak ko, memang bukan di level kerja 
langsung tapi di level yg lebih tinggi , arranger or manager the 
project. 
 
manyambuang ota awak di milis ko, ttg berbagai permasalahan yg 
timbul dalam program2/project yg direncanakan awak basamo spt 
project wireless nyo ET Hadi Saputra dg Gebu Minang dan berbagai 
program lain nya pada organisasi2 urang awak lain nyo, ambo ma 
ambiak kesimpulan sementara , bahwa bantuak itulah jadinyo kalau 
sasamo awak menggarap sebuat program/project , potensi internal 
konflik tinggi.
 
Mungkin supayo bisa bajalan lancar rencana2 tsb , utk tahap 
pelaksanaan di outsorching / subcontracting sajo ka urang lain , spt 
carito penambangan batu bara di sawahlunto atau kelapa sawit di 
pasaman ,  atau pengembangan area pasaman oleh GTZ. 
 
jadi organisasi rang awak ( spt gebu minang atau individu dll ) 
cukup mambuek program/rencana , pelaksanaan nyo di agiah ka urang 
lain  ( outsorching) , sambia awak awasi / supervise pelaksanaan 
nyo , beko ujuang proses ( hasil nyo ) awak ambiak baliak. 
 
bisa jadi konflik yg terjadi saat proses pelaksanaan ( kalau sasamo 
awak, sering konflik ) bisa dikurangi potensinya , karena orang lain 
yg melaksanakan nya. 
 
kesimpulan sementara ambo, pola outsorching / subcontracting dalam 
pelaksanaan sebuah rencana ( oleh selain rang awak ) bisa jadi 
solusi praktis utk menghindari konflik yg terjadi dan rencana bisa 
berjalan dg baik. 
 
sekian tambahan dari ambo 
 
salam 
 
Hendra M 
 
dari tengah keheningan alam ,
diantara kebun  teh malabar dan hutan perhutani gunung wayang 
pangalengan 
dataran tinggi bandung selatan 





--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke