Ananda Arnoldison yth, Saya setuju dengan pandangan Ananda tentang kontekstualisasi adat Minangkabau, apalagi jika diingat bahwa adat itu terdiri dari empat jenis, yaitu: adat nan sabana adat, adat nan diadatkan, adat istiadat, dan adat nan teradat. Jadi terbuka peluang besar untuk mengadakan kontekstualisasi adat itu secara sadar dan terencana. Yang jadi masalah selama ini adalah kita belum tahu siapa yang wenang mengambil prakarsa untuk mengadakan kontekstualisasi itu dan kita juga belum tahu bagaimana caranya mengadakan kontekstualisasi adat itu. Menjelang adanya jawaban positif terhadap dua masalah ini, saya mengusulkan agar ha itu dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap 1) jajaran Gebu Minang mengambil prakarsa dengan membuat draft Kompilasi Hukum ABS SBK, ysng disusun oleh suatu tim; draft ini sudah mulai dikerjakan oleh Ananda Rahima, Dt Endang dan Dt Marah Bangso; 2) Gebu Minang mendorong diadakannya sebuah Kongres Minangkabau, yang dihadiri oleh utusan bermandat dari Ranah dan dari Rantau, untuk mengambil keputusan yang mengikat bagi seluruh orang Minang. Di antara dua kegiatan ini dapat diadakan pembahasan yang intensif tentang filsafat Minangkabau itu, bukan sekedar untuk mengadakan wacana teoretikal, tetapi untuk menjawab secara kritis, logis, sistematis, koheren, dan konsisten masalah-masalah dasar tentang bagaimana caranya untuk benar-benar mewujudkan ajaran ABS SBK tersebut, termasuk merapikan beberapa hal yang dibiarkan terkatung-katung selama 170 tahun ini. Artinya persiapannya harus benar-benar matang dan sungguh-sungguh, tidak asal-asalan. Wassalam, Saafroedin Bahar (69th)
Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Suatu hal yang harus dihindarkan dari generasi muda adalah kesan bahwa adat minang merupakan kepanjangan dari sistem feodalistik, bahwa adat merupakan kemauan urang nan tuo-tuo agar tetap dihormati oleh urang-urang mudo, agar ninik mamak tetap eksis dihadapan kamanakannyo. Yang diparalukan oleh ganarasi mudo akan adat adalah menunjukkan bagaimana peran adat terhadap permasalahan kondisi sosial saat ini, peran adat mengatasi masalah moral, pengangguran, peran adat dalam memotivasi semangat belajar, mendorong perkembangan ilmu pengetahuan. Kontektualisasi peran adat dalam kehidupan saat ini sangat diperlukan sehingga adat tidak menjadi penghuni museum ataupun sesuatu yang pernah diketahui ada namun sekarang tidak ada atau tidak mampu teraplikasikan. Walaupun lingkup pemberlakuan adat hanya bersifat lokal namun tidak berarti bahwa adat tidak terkait masalah global. Subyek adat adalah manusia minang yang juga menjadi warga negara Indonesia, dan juga menjadi warga negara dunia. Oleh karena itu adat minang harus mampu menjawab atau memberi jawaban terhadap warganya terhadap permasalahan dunia saat ini, bagaimana adat minang menyikapi krisis dunia, penyerangan terhadap Irak, pembelaan terhadap Palestina, sehingga adat menjadi inspirator bagi orang-orang minang dikampung halamannya dan di rantau. Perlunya pemahaman latar belakang dari filosofi adat, seperti filosopi alam takambang menjadi guru yang pada saat ini 'alam takambang' bukan saja bermakna geografis hutan yang luas, sungai, gunung-gunung melainkan juga meliputi sistem informasi, budaya global, teknologi, dan situasi politik dunia. Kalau kita berbicara adat maka kita berbicara soal pembentukan tingkah laku (karakter) individu dan masyarat dalam merespon permasalahan kehidupan sebagai individu dan berkehidupan sosial. Sebagai manusia kita juga ingin selamat dunia dan akhirat maka konsep ABS SBK merupakan suatu bukti bahwa manusia minang bukan saja memikirkan kehidupan dunia tapi juga kehidupan akhirat dan sekaligus menyatakan bahwa adat minang tidak berlandaskan sistem sekuler. Adat minang juga bukan sekedar mendemontrasikan permainan akrobatik kata-kata (petata petitih) tapi memiliki kebenaran realitas akan ucapannya. Seorang yang dikatakan pemangku adat bukan saja mampu berpidato ketika acara pembukaan makan tapi juga ditutunt mengetahui mana yang halal dan haram dalam mecari makan. Dalam situasi global saat ini maka warga minang dituntut untuk berpartisipasi dalam percaturan dunia, maka adat yang melandasi kehidupan orang minang juga harus mampu menjadi pendukung peran warga minang dimanapun ia berada. Adat minang dipakai bukan saja ketika seorang turun dari pesawat di BIM, tapi hendaknya tetap menjadi pegangan bagi seorang minang setelah take off dari BIM. Wallahu 'alam bis showab Arnoldison Monday, May 8, 2006, 12:27:46 AM, you wrote: as> Ambo sapandapek jo mak Bahar, iyo paralu kursus adaik as> ka ganarasi mudo. Banyak rang muda minang indak tahu as> jo adat nyo lai, Diantora adaik / adab / etika nan as> paralu diajakan adolah : as> 1. Adaik mangecek ka urang tuo, cibo paratikan banyak as> rang mudo lah pakai kamu bagai ka apak nyo. as> 2. Adaik basopan santun terhadap tamu, cibo perhatikan as> kok manarimo tamu, tuan rumah duduak ma angkek kaki di as> kursi. as> 3. Adaik basapoan, sia nan partamo wajib manyapo. as> 4. Dll as> Mungkin adaik ko indak dijalankan bana dek urang awak as> kiniko, jadi nahi mungkar indak bajalan bana as> dikampuang awak kiniko. as> Wassalam as> Afrizal a -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem ========================================================= --------------------------------- Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

