FYI dari Padang Ekspres Kamis, 11 Mei 2006 :
http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=15171
Tiga Daerah Parah Narkoba
* Gamawan: Ciptakan Wisata Keluarga Kamis, 11-Mei-2006, 04:37:59 81
clicks Padang, PadekGubernur Gamawan Fauzi menyatakan
terdapat tiga daerah terparah kondisi peredaran narkoba, yaitu Padang,
Bukittinggi dan Payakumbuh. Perlu pengawasan ekstra ketat oleh pemerintah,
kepolisian dan masyarakat.
Berbicara pengawasan kita dihadapkan kepada ketersediaan dana. Harus diakui
dana untuk membasmi peredaran dan pencegahan narkoba di Sumbar minim. Tetapi
saya berjanji tahun 2007, akan berusaha maksimal agar anggaran itu lebih
signifikan. Baik anggaran dari APBD maupun dari APBN, ujar Gamawan Fauzi, Rabu
(10/5), usai pembukaan Rapat Koordinasi Badan Narkoba Kota (BNK) Padang di
Rocky Hotel.
Berdasarkan data, Kota Padang menduduki peringkat ke-5 dari 10 kota besar di
Indonesia. Hal ini membuat miris masyarakat Sumatera Barat. Tapi bisa saja
prestasi ini karena pihak kepolisian di Kota Padang lebih gencar mengungkap
kasus narkoba ini. Kondisi ini seperti gunung es. Jadi tidak dapat dikatakan
secara pasti Kota Padang memang terparah dari kota lain di Indonesia, ujar
Gamawan.
Pembasmian peredaran narkoba dengan cara menangkap pengedar tidaklah menjamin.
Paling penting saat ini, kata Gubernur bagaimana seluruh masyarakat ikut
mencegah peredaran itu. Jika tidak ada market, bagaimana mungkin narkoba
beredar subur.
Ketika Presiden SBY ke Sumbar beberapa waktu lalu, pernah berjanji memberikan
bantuan pembangunan fisik LP khusus narapidana psikotropika, asalkan daerah
menyiapkan lahan. Di Kabupaten Solok LP itu sudah hampir selesai. Tidak
beberapa lama lagi, saya akan meresmikan LP di Solok itu, ujar Gamawan. Saat
ini pun, kata Gamawan, Bukittinggi telah menyiapkan lahan untuk pembangunan LP
itu. Jika Padang juga menyiapkan lahan, Pemprov juga akan membantu agar pusat
memberikan bantuan dana untuk pembangunan fisik itu.
Apalagi yang Dibanggakan?
Dunia pariwisata, dikatakan Gamawan juga merupakan pintu masuk yang kondusif
bagi peredaran narkoba. Pemerintah daerah harus membuat sebuah sistem dan
aturan pariwisata agar turis yang masuk atau wisatawan yang datang ke Sumbar
tidak membawa pengaruh negatif narkoba.
Saya tidak tahu, apalagi yang harus kita banggakan di Sumatra Barat.
Pendidikan Sumbar No 13 di Indonesia, kasus narkoba No 5 besar.
Jika sektor pariwisata pun kita jual untuk membudidayakan perilaku Barat yang
tidak sesuai dengan kaidah Minangkabau, lalu apa yang dapat kita banggakan?
Semua orang berkata, Sumatra Barat hanya memiliki potensi pariwisata. Tapi jika
pariwisata yang kita bangun adalah pariwisata yang menampilkan dan mengizinkan
budaya Barat berkembang, saya pikir Sumatra Barat tidak perlu maju, ujarnya
serius.
Lantas Gubernur mengajak Pemko Padang yang memiliki sektor unggulan di bidang
pariwisata untuk mengembangkan Pariwisata Keluarga. Mari kita ajak wisatawan
untuk melihat wisata berkhsanah Minangkabau, bukan wisata buka-bukaan seperti
halnya Bali. Yah, mungkin kalau orang ingin melihat pemandangan alam yang indah
dengan perilaku masyarakat yang Islami, mereka bisa datang ke Sumatra Barat
untuk berwisata, ujar Gamawan.
Sementara itu Ketua BNK Kota Padang Yusman Kasim menyatakan Pemko Padang selalu
mendukung program BNK dengan dianggarkannya dana untuk BNK di APBD. Tetapi
harus diakui saat ini masih belum memadai. Dengan adanya Rakor ini, Yusman
berharap tergambar program-program apa yang akan dilakukan ke depan, agar
pembasmian narkoba dapat dilakukan secepat mungkin, tidak harus menunggu 2015
seperti telah ditargetkan nasional.
Sedangkan Walikota Padang Fauzi Bahar menyarankan agar BNK membuat tim terpadu
di sekolah-sekolah untuk mengawasi peredaran narkoba. Sebab sekolah-sekolah
juga menjadi lahan subur peredaran narkoba. (ciw)
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+
countries) for 2¢/min or less.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================