Mengintip Saintek Abad - 21
Oleh: Dr. Dimitri Mahayana
Kehidupan manusia pada abad 21 nanti, lanjut Dimitri, tidak akan
terlepas dari internet. Sebab, menurutnya, internet merupakan bagian
dari revolusi peradaban manusia, khususnya dalam bidang komunikasi.
Pakar elektro dan teknologi komunikasi ini membagi revolusi komunikasi
dalam empat tahap, yakni tahap bahasa lisan, tahap bahasa tulis, era
mesin cetak , dan yang keempat adalah era knowledge big-bang, yang
diwakili teknologi internet. (Republika, 14 Desember 1998, "Keliru,
Melarang Anak Bermain Internet", Berita)
----------------------------------------------------------------------
Pengantar
5 Agustus 2005. Van Damme (baca: Jean Claude Van Dimitri, he..he..)
yang amat capek, pulang dari kantor-nya dengan mengendarai mobil
dinasnya yang fully intelligence, programmable, fully automatic dengan
autodriver. Dari remote-nya Van Damme mobil membuka secara otomatis,
dan ketika Van-Damme menekan tombol start, sebuah scanner kecil
meliput jari-nya sehingga, komputer pengendali mobill (central
controller) dapat mendeteksi sidik jari pemilik mobil ini, dan
memutuskan bahwa yang naik mobil ini benar-benar pemiliknya.
Sebuah suara lembut wanita yang telah diprogram pada speech
synthesiser, menyapa Vqn Damme dan menanyakan kemana ia akan pergi.
Van Damme pun menjawab "going home" (pulang). Speech recognizer
(pengenal suara) segera mengolah suara ini dan memerintahkan pada
komputer untuk memulai menjalankan perintah ini. Komputer dihubungkan
dengan basis data GIS (geographical information systems) yang secara
on-line dapat diperoleh langsung dari satelit LEO(low earth-orbit).
Dari basis data tersebut, komputer memperoleh data grafis lengkap
tentang jalan dari lokasi tersebut sampai ke rumah. Selain itu, dari
satelit itu pula, komputer mobil memperoleh data kepadatan lalu-lintas
mobil dari setiap jalur yang mungkin mencapai rumah Van Damme.
Kemudian, dengan mengeksekusi program the most optimal path, yang
berdasarkan metoda programa dinamis Bellman, komputer memutuskan jalan
yang hendak ia tempuh dari lokasi menuju rumah.
Auto-driver system, pun mulai beraksi, dan kembali terdengar suara
wanita, "Now, we are going home." Auto-driver system dilengkapi dengan
beberapa kamera high-definition, yang mampu menangkap informasi grafis
dari lingkungan sekitar mobil. Kemudian, data-data ini diproses oleh
berbagai program artificial intelligence (intelegensia buatan), yang
dibuat berdasar struktur neural network (jaringan syaraf buatan)
dengan menggunakan penyimpulan-penyimpulan sensoris yang fuzzy.
Sebagai suatu feedback (umpan-balik) bagi penumpang, sebuah layar
datar definisi tinggi memberikan berbagai hasil gambar kamera yang
menunjukkan posisi relatif mobil ditinjau dari berbagai sudut pandang.
Ketika mobil sedang berjalan pulang, Van Damme pun menyalakan hand
held personal assistant-nya, yang tidak lain merupakan sebuah alat
yang sekaligus berfungsi sebagai komputer, telepon, televisi,
faksimile, video-phone yang wireless (tanpa kabel). Sedikit Van Damme
melihat account-nya di berbagai Bank yang dapat dilihat dengan mudah
melewati internet, dan sekaligus ia melakukan transaksi elektronis
dengan beberapa Super-market terdekat dari rumahnya melewati komputer.
Transaksi dilakukan hanya dengan memesan barang-barang tertentu, yang
juga bisa dilihat gambarnya lewat komputer, dan melakukan pembayaran
dengan memindahkan sebagian uang dari account-nya ke account
Supermarket yang dituju. Perjalanan ke rumah di kota besar memang
cukup memakan waktu. Sayang jika dilewatkan begitu saja.
Sambil menunggu sampai rumah, Van Damme mengganti fungsi personal
assistant-nya menjadi televisi. Ia melihat acara Discovery (Penemuan),
pada channel Microsoft TV-Network. Dalam acara TV-Network tersebut
diberitakan beberapa penemuan saintek mutakhir baik dalam skala lab
maupun yang telah diterapkan di masyarakat.
Kemajuan Ilmu & Teknologi Saat Ini
Sebuah laboratorium bioteknologi di Rusia, setelah riset yang
dilakukannya sejak tahun 1980-an, berhasil membiakkan manusia-manusia
setengah kera, yang mempunyai wajah mirip manusia tapi intelegensia di
antara manusia dan kera, dengan menggunakan teknologi recombinant DNA
(rDNA). Manusia-manusia setengah kera tersebut rencananya akan
dipekerjakan di Siberia.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, para teolog, filsuf, para ahli
lingkungan (enviromentalist) dan ilmuwan bioteknologi sedunia langsung
mengadakan konferensi di Praha. Sebagian menghadiri langsung. Sebagian
menghadiri lewat desktop video conferencing system (sistem video
konferensi jarak jauh hanya dengan menghadapi komputer di meja
sendiri). Mereka membicarakan aspek etis (moral) dari hal yang telah
dilakukan oleh para ilmuwan bioteknologi Rusia tersebut. Apakah hal
tersebut layak dilakukan atau tidak? Jika tidak, bagaimana status
manusia-manusia kera tersebut? Apakah dianggap sebagai manusia apakah
kera?
Lebih lanjut, kembali dalam konferensi tersebut diulangi beberapa
perkembangan bio-teknologi yang masih dipertanyakan secara etis,
inseminasi buatan, surrogacy (ibu pengganti), aborsi sebelum lahir
untuk bayi yang telah diketahui cacat dalam kandungan, dan lain-lain.
Sedang para enviromentalist tetap yakin pada pendapatnya semula bahwa
pengubahan jalur evolusi alami dengan campur-tangan manusia melewati
bioteknologi akan memusnahkan manusia, walaupun jelas-jelas hal itu
nampa{nya bermanfaat bagi manusia (seperti halnya buah-buah unggul
dll). Mereka menggunakan fakta terjadinya monster manusia-kera ini
sebagai dasar argumentasi. (Benarlah ramalan Naisbitt pada tahun
1990-an, yang mengatakan bahwa perkembangan bisnis bioteknologi saat
itu dapat dipersamakan dengan bisnis komputer pada tahun 1975-an.
Sehingga terjadilah booming bioteknologi mulai tahun 2000-an!)
Berita berikutnya. Polimer konduktor yang ditemukan pada tahun
1990-an, telah dapat diproduksi secara massal dengan harga yang jauh
lebih murah dari tembaga. Akibatnya, seluruh perusahaan kawat
konduktor tembaga diramalkan akan segera bangkrut dan collapse, jika
tidak segera merubah teknologinya sehingga mampu pula membuat kabel
konduktor dari polimer tersebut.
Berita berikutnya. Kereta MAGLEV (Magnetic Levitation) versi ke
sepuluh dari Hitachi Ltd. Japan, selesai dibuat dan diinstalasi.
Kereta tersebut menggunakan energi elektromagnetisme superkonduktor,
sehingga mampu melayang di atas rel kereta. Kereta mampu melaju dengan
kecepatan 1 Mach (kira-kira 300 m/dt = 1080 km/jam), yang merupakan
suatu perbaikan dua kali lipat dibanding dengan generasi pertamanya
yang dibuat oleh Hitachi Ltd. pada tahun 1994-1997. (Wah, dengan
kereta ini Bandung-Jakarta hanya 10 menit dong?)
Berita berikutnya. Dengan usaha keras, para ilmuwan dan dokter di
Universitas Tehran berhasil menemukan teknik antisense RNA, yang telah
berhasil digunakan untuk melawan berbagai penyakit yang menurun,
dengan biaya yang murah dan terjangkau orang banyak. Ini merupakan
suatu hasil gemilang dalam mengaplikasikan bioteknologi untuk
kepentingan masyarakat luas.
Berita berikutnya. Kembali Hitachi Ltd. telah memasarkan HDTV (High
Definition Television) dengan ukuran fleksibel. HDTV ini merupakan
televisi dengan layar lebar sekali, namun elastis, sehingga bisa
ditempelkan pada tembok tanpa menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Tentu HDTV ini bisa sekaligus digunakan sebagai layar komputer, layar
video-phone, dan berbagai penggunaan multimedia lainnya.
bersambung ...
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================