Assalamu'alaikum.w.w.

... kito sambuang sampai habih...

>Zaman itu ‘Umar belum disebut sebagai wali, karena
>wali kemudian. Umar disebut sebagai khalifah saja,
>lebih tinggi daripada wali.

**"Dan terjadi pada suatu masa, mengutus ia akan
seorang sahabat rasulullah memimpin tentara pergi
perang ke negeri Syam, maka sudahlah mereka itu naik
ke atas gunung, dan seteru sudah datang beberapa
banyak melawannya, maka saidina 'Umar dapat tahu akan
tentara itu dengan pengetahuannya sebagai wali,
padahal ia dalam negeri Madinah, maka katanya "yaa
saariah", padahal saariah tadi di atas gunung
berpuluh-puluh hari perjalanan jauh dari Madinah,
sudahlah di dengarnya seruan saidina 'Umar, "jangan
turun, jangan engkau turun dari gunung". Maka
menghantam mereka akan seterunya dari atas gunung
hingga menang mereka pada peperangan dan kalah segala
kafir. Demikianlah imam yang 'adil itu dapat menghukum
tanah, air api dan angin. Dan imam yang tidak 'adil
itu, tiadalah kelazatannya, melainkan sebentar di
dunia dan berapa lama dapat azab akhirat  dan berkawan
ia dengan syaithan"**
    Dalam kisah ini saidina 'Umar menyuruh tentara 
pergi berperang. Tentara ini,... satu "ghazwah", 
satu lagi "saariah". Ghazwah ini peperangan yang Nabi
saw ada bersama mereka. Saariah adalah peperangan yang
Nabi tidak ada lagi,.. sudah wafat. Zaman 'Umar
disebut saariah, peperangan yang tak diiringi
rasulullah. 
Ketika itu tentara Islam sudah pergi ke Syam. 'Umar
berkata "jangan turun". Orang mendengar apa yang
dikatakan saidina 'Umar, "jangan turun",.... 
Menang mereka. Begitu kehebatan 'Umar, dapat mengirim
suara dari jauh. Artinya dikatakan bahwa begitulah
hebatnya imam yang 'adil itu, api mendengar, air
mendengar, angin mendengar, tanah mendengar apa
perintahnya. Karena dalam hadits qudsi Allah swt.
berfirman "Wahai bumi, berkhadamlah kepada orang yang
berkhidmat karena Aku". Artinya kalau kita bekerja
karena Allah, bumi akan berkhidmat kepada kita. Kalau
kita bekerja karena bumi,... bumi tidak mempedulikan
kita.... Begitu. Dan dikatakan bahwa orang-orang yang
'adil itu akan merasakan kenikmatan kepemimpinannya
dan orang yang zhalim itu akan merasa nikmat sebentar
di dunia ini saja dan di hari akhirat nanti akan
disiksa oleh Allah swt.

**"Dan orang yang zhalim itu berkawan dengan syaithan,
sebagaimana sabda Nabi saw. 
"Maka apabila zhalim imam dan qadhi itu, lepas ia dari
pertolongan Allah dan pemerliharaan-Nya dan tiada
renggang ia dengan syaithan"**

Artinya orang yang zhalim itu nanti terus menerus
bersahabat, berkawan dengan syaithan.

Itulah dia tuan-tuan, pelajaran mengenai  imam atau
pemerintah yang 'adil.
Gimana agak-agak ?. Tidak ingin kita mempunyai
pemerintah yang 'adil model begini ?. Kalau tiba di
diri sendiri, tidakkan ingin kita menjadi seorang
pemimpin yang 'adil, mulai dari tingkat paling rendah,
sebagai ketua RT, RK, RW, wali jorong, lurah, kepala
desa, camat, bupati, gubernur, menteri dan sebagainya
sampai kepada Kepala Negara ?. 
   Jangan kita pikirkan hanya kesenangan di dunia ini
saja, karena hidup di dunia ini sebentar sekali. 
Menurut hadits, ummat Nabi saw. rata-rata berumur 
"baina sittiin wa sab’iiin", antara 60 dan 70 tahun.
Memang ada juga yang sampai 130 tahun, tapi sudah tua
renta. Letakkanlah sampai 200 tahun, tapi hidup di
akhirat nanti berjuta-juta tahun. Manakah yang kita
pilih ?, senang hidup sebentar di dunia ini atau
senang selamanya di akhirat nanti ?. Satu hari di
akhirat adalah 1000 tahun di dunia (Lihat surat as
sajdah...
Al fasanatim mimma ta’udduun, seribu tahun dari
tahun-tahun yang kamu hitung). 
Di sini makanya kita wajib memilih, mendukung, bahkan
menjadi pemimpin yang 'adil yang menurut keterangan di
atas tadi ya'ni yang menjalankan perintah sesuai
dengan hukum Allah dan rasul-Nya. Tentu saja tiada
lain yang akan kita tegakkan kecuali Negara Islam.
Memang sudah saatnya  issu ini didengungkan, bukan
lagi berupa wacana saja. Saya heran dan merasa aneh,
mengapa pemimpin-pemimpin Indonesia begitu takut untuk
mendengungkan ini. Mungkin faktor karena takut tidak
laku dan tidak populer sehingga bermain. Memang bisa
saja sebagai siasat politik, tapi jangan lupa, setelah
sampai di atas, susah mengubah kebiasaan itu. Kursi
pemimpin tu bersetan, Sebab musuh Setan yang paling
utama adalah pemimpin yang 'adil. Kalau ndak dimulai
dari bawah, kapan bisanya menegakkan ke'adilan.
Ke'adilan di sini kita sudah tahu dari uraian yang
lalu adalah pemimpin yang mengikuti
peraturan-peraturan Allah dan Rasul. Otomatis negara
haruslah negara Islam. 
Kalau sudah di atas seperti Gus Dur yang kata orang 
dulu ia kiyai, orang shaleh, guru bangsa dsb,
... sampai ada yang mengatakan dia wali Allah, ada
malaikat di dada Gus Dur, tapi apa kenyataan yang kita
peroleh ?. Ingat kursi pemimpin tu ber-setan. Makanya
dari awal-awal sudah harus dicanangkan untuk
menegakkan negara Islam. Mungkin juga para pemimpin
ini takut 
untuk mengubah Pancasila dan UUD'45. Inilah yang
salah, kedua-duanya ciptaan Soekarno, Supomo, Mohd
Yamin dkk. Mengapa takut mengubahnya, kan mereka
manusia biasa tak luput dari kekurangan. Dan kita
melihat kedua-duanya tak dapat menciptakan
pemertintahan yang 'adil, yang muncul adalah dua
diktator. Mengapa harus disakralkan ?. 
Ooo takut di cap sebagai ekstrim kanan ?. 
Mengapa takut ?. Berjuang ini, selama ia di jalan
Allah mengapa takut ?. Kalau mati, terjun bebas ke
surga, mengapa takut ?. Bertawakal pada Allah dan
berusaha, 
itu tugas kita. Kalau tidak, ... entah kapan
kemakmuran akan tercapai, hutang lah sakarunduik
antah.., 
tiap yang lahir di Indonesia sekarang menanggung
hutang 8 juta rupiah (ini perhitungan tahun 2000).
Memang 
hasil diskusi kami  beberapa waktu yang lalu
menyimpulkan bahwa Indonesia itu akan bisa makmur
hanya dengan dua jalan, Islam benar, betul-betul
berpegang pada tali Allah swt., atau kafir benar.
Kalau kafir... aaa...
hanya bahagia dunia,... di akhirat celaka…
  Dan kita-kita ini, rakyat badarai ini, kalau tetap
dukung sokong, cenderung, miring, daulat pemimpin yang
tidak menjalankan hukum Allah, yang bermakna zhalim,
ingat ayat tadi, "wala tarkanuu ilal ladzii na
zhalamu, fatamassa kumun naar". Dan janganlah kamu
cenderung, suka, dukung, sokong, miring, mengangkat
pemimpin yang zhalim, kelak kamu akan disambar api
neraka".
... bersalam saja tidak boleh, cium tangan apalagi.
  Paling indak tuan-tuan, semati-mati anginnya,
jadikan propinsi-propinsi yang majority adalah muslim
melaksanakan syari'at Islam, seperti Minangkabau
(Sum-Bar), Sul-Sel, Ja-Bar, Kal-Bar dan lain-lainnya
seperti Aceh. Itu paling tidak, harus ada usaha yang
sedemikan rupa ke arah sana sebesar-besarnya
mudah-mudahan dikabulkan oleh Allah swt. Ini tugas
kita
tuan-tuan.
Ini usaha kita tuan-tuan, ini kerja tuan-tuan
terpikul di pundak, sebab Aceh dapat menjadi NAD yang 
melaksanakan syari'at Islam. Dan ini hendaknya diikuti
oleh daerah-daerah lain yang kuat pemahaman ke
Islamannya.
Bila sebagian besar Indonesia sudah menjalankan
syari'at Islam. Ketika itu tidak susah lagi menukar
UUD'45 dengan Al-Qur'an dan as-sunnah.
   Berpikirlah tuan-tuan,... seperti orang Minang
berkata : hiduik di dunia ko sabanta, bak kecek Nabi
saw. Bandingan hiduik dunia ko jo akhirat ibarat aia
nan di jari tangan jo aia lauik. Nan ma nan kito
piliah. Inok dan ranuangilah elok-elok. 
(Hidup di dunia ini sebentar, seperti kata Nabi saw.
Perbandingan hidup di dunia ini dengan akhirat ibarat
air yang ada di jari tangan dengan air laut. Yang mana
yang kita pilih ?, Inap dan renungkan baik-baik).
   Panjang uraiannya... dan kita cukupkan hingga di
sini
dulu. Nanti lain waktu bila ada kesempatan kita
sambung pula, pada waktu dan gelombang yang sama
dengan pembicaraan yang lain pula.

Wabillahil hidayah wat taufiq.

Wassalam

St. Sinaro

                
---------------------------------
Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone  calls to 30+ countries for just 2¢/min 
with Yahoo! Messenger with Voice.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke