Sukses Mahasiswa Asal Sumbar di Negeri Jiran * Wakili University of Malaya Raih Gold Award Selasa, 23-Mei-2006, 03:02:47 225 clicks Masyarakat Indonesia di Negera Malaysia ternyata bukan hanya sebagai buruh. Di antara mereka bisa berkiprah dalam sains. Satu di antaranya Donni Adinata, putra Piaman yang saat ini sedang menyelesaikan Master (S2) bidang kimia di University of Malaya (UM). Ia berhasil menoreh prestasi pada ITEX 2006, lomba yang diikuti berbagai negara sekaligus berhak memperoleh medali emas. Penghargaan diterima bertepatan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei. Alhamdulillah, riset Donni terpilih sebagai yang terbaik dalam Malaysia Expo 2006. Nanti malam acara dinner dan penyerahan hadiah bersama Mantan Perdana Menteri Malaysia, Dato' Seri Dr Mahathir Mohamad. Terima kasih dukungan ayang (kakak, Red) dan semua keluarga di kampung.
Demikian pesan singkat melalui short message service (SMS) tanggal 20 Mei lalu disambut penuh suka cita oleh kakak kandung Donni Adinata, Silfia SP, mantan wartawati Harian Pagi Padang Ekspres. Baginya, prestasi tersebut bukan hanya untuk keluarga, tetapi bagi seluruh masyarakat Sumbar, bahkan Indonesia. Hal tersebut membuktikan putra-putra Sumbar khususnya dan Indonesia umumnya bisa bertarung dengan bangsa lain, bahkan untuk pertarungan di luar negeri sekalipun. Donni Adinata yang diminta keterangannya sekaitan penghargaan tersebut mengulas dengan rasa syukur. Alhamdulillah semua ini karunia Allah. Saya sendiri tidak terlalu optimis bisa menyabet gold award (medali emas), karena pesertanya sangat banyak dan dari negara-negara yang maju science-nya. Ini motivasi baru bagi saya, dan saya harapkan juga semangat bagi putra-putra Sumbar lainnya untuk terus berprestasi di tingkat dunia, ujar alumnus Universitas Diponegoro yang juga masuk dalam 11 pemuda inovator se-Indonesia (Young Innovator of Indonesia), penghargaan Menteri Pendidikan Nasional RI, tahun 2003 lalu. Putra Pasangan Madiar (Kepala SD) dan Drs Rasyidin Ali (Kabag Humas Setdakab Padangpariaman ini) menyebutkan, semangat, kemauan dan tekad untuk maju serta berserah diri pada Allah merupakan kunci dari perjalanan karir pendidikan yang ia jalani. Saya tak mengira bisa kuliah di UM, bukan hanya dari kompetisi yang ketat, tetapi juga dari biaya yang relatif besar kuliah di luar negeri. Namun berkat usaha dan doa, ternyata ada jalan melalui beasiswa penuh dari pemerintah Malaysia, ujar kandidat master spesifikasi perminyakan, yang sejak SD sampai SMA menyelesaikan pendidikan di sebuah nagari di Padangpariaman, tepatnya di Pauh Kambar. Terkait penghargaan yang diterima, ia menjelaskan, ITEX 2006 (17th International Invention, Innovation, Industrial Desing & Technology Exhibition) diadakan sekali dalam setahun. ITEX kali ini diadakan 19-21 Mei 2006 di Kuala Lumpur Convention Centre Malaysia, Kawasan Menara KLCC Petronas, Malaysia. ITEX'06 di kelola oleh sebuah badan, Malaysia Invention and Design Society (MINDS) dengan Presidennya Academician Tan Sri Datuk Dr Augustine S H Ong bekerjasama dengan Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi (Ministry of Science, Technology and Innovations) dan Ministry of Domestic Trade & Consumer Affairs. Disponsori perusahaan-perusahaan ternama di Malaysia. ITEX 06 merupakan salah satu lomba pameran hasil rekayasa dan penelitian, ajang bergengsi di Malaysia, diadakan sekali setahun. Kali ini berkalaborasi dengan badan-badan internasional lain nya seperti ARCA (Croatia), EUREK (Belgium), GENEVA, INPEX (USA), MOSCOW (Rusia), KIPA (Korea), JIII (Japan), WIPO PBB, GENIUS (Hungary), TAITRA (Taiwan), dan lainnya serta dihadiri peserta dari sekolah-sekolah setingkat SD, SLTP dan SMU se-Malaysia. Setiap peserta menampilkan ciri khas karya masing-masing, menampilkan inovasi baru dan hasil cipta baru yg dikemas dalam bentuk poster, juga membawa hasil penelitian, alat penelitian, dan proses penelitiannya. Peserta ITEX 2006 ini terdiri dari seluruh universitas di Malaysia, kolej-kolej, institusi-institusi, badan-badan usaha dan badan riset di Malaysia. Di samping itu, juga ikut peserta dari negara lain seperti Jepang, Korea, Iran, Amerika Serikat, Ganeva, Russia, Taiwan, dan negara-negara Arab lainnya. Dewan Juri ITEX 2006 terdiri dari pakar terkenal di dunia pendidikan, penelitan dan bisnis di dunia international. Sistem penjurian, mulai presentasi hasil penemuan dari segi science (ilmu) sampai aspek ekonomi dan penerapan. Untuk mendapatkan sebuah awards sangat ketat persaingan dan standar penilaiannya. Dalam kompetisi ketat tersebut, Donni Adinta mengusung penelitian Transfrorming Palm shell Waste To high Quality and Value Molecular Sieve for Gas Separation. Yakni, Perubahan Sampah Palm shell menjadi nilai dan kualitas tinggi sebagai carbon molecular sieve untuk pemisahaan gas. Penelitian di sini secara prinsipnya adalah membuat carbon molecular sieve yang dikenal dengan CMS dari palm shell sebagai zat pemisah gas alam dan komponen minyak bumi. CMS berfungsi sebagai zat penyerap dan pemisah senyawa minyak bumi dan gas alam. Dengan CMS ini maka kandungan minyak bumi yang terdiri dari berbagai senyawa bisa terpisahkan dengan selektivitas yang tinggi. CMS yang dihasilkan bisa memisahkan gas methane (CH4) dengan CO2. CMS sangat berguna untuk aplikasi di industry oil and gas industry, di samping itu juga berguna untuk industri amoniak, dan pengolahan air limbah industri. CMS sangat bernilai tinggi untuk dunia industri. Dijelaskan, Palm Shell merupakan bahan baku untuk dibuat CMS. Palm Shell diperoleh dari hasil buangan industri minyak kelapa sawit. Palm Shell adalah shell/selaput atau cangkang penutup isi kelapa sawit. Palm Shell merupakan sampah bermasalah bagi industri minyak kelapa sawit dan lingkungan. Kali ini dari hasil penelitian itu, bisa dimanfaatkan menjadi adsorbent (zat pemisah) untuk pemisah antara gas methane (CH4) dengan (korbon dioksida) CO2 dan pemisah antara gas oksigen (O2) dengan nitrogen (N2). Dengan mengaplikasikan CMS maka permasalahan di plant perusahaan minyak dan gas bisa diatasi. Karena kebanyakan perusahaan minyak dan gas mengalami masalah dalam proses pemurnian dan pemisahaan kandungan gas dari penyusunnya. Penelitian Donni tersebut sekaligus hasil tesis master (S2) nya di jurusan Chemical Engineering, University of Malaya, Kuala Lumpur, dibiayai Ministry of Science, Technology and Innovations (MOSTI), Malaysia melalui Research Grant (IRPA). Sebagian hasil penelitian tersebut telah terpublikasi di Journal International (salah satunya Journal of Bioresource Technology). Dalam ITEX 2006, saya dimasukkan dalam kategori Industry Process (Manufacture Process). Ada beberapa kategori dalam lomba, mulai proses industri, pendidikan, material, teknologi lingkungan, sains, bioteknologi, perhotelan, telekomunikasi, desain bangunan, sistem informasi, dan lain-lainnya, terang Doni. Dalam penyerahan awards bagi pemenang, dihadiri Mantan Perdana Menteri Malaysia, Dato' Seri Dr Mahathir Mohamad bersama istrinya, MOSTI, media massa, seluruh peserta, duta besar negara lain, professor-professor, dan dewan juri di Grand Ballroom, Mandarin Oriental Hotel, Sebelah menara KLCC Petronas, Kuala Lumpur, Malaysia Sabtu malam lalu. (afi) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

